BANJARBARU – Permasalahan remaja pada saat ini merupakan permasalahan yang sangat kompleks.

Disamping jumlahnya yang sangat banyak, yaitu mencapai 27.6% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 64 juta jiwa (SP 2010), juga rentan akan terjadinya kawin muda, terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA serta kenakalan remaja lainnya. Fakta menunjukkan sebagian remaja kini dihadapkan pada situasi yang sangat memperhatinkan seperti seks pranikah, narkoba, dan lainnya.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam sambutannya pada pembukaan GenRe Educamp 2019 mengungkapkan, “Remaja merupakan individu-individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya kelak akan menjadi subjek/pelaku pembangunan sehingga harus disiapkan agar menjadi SDM yang berkualitas,” ungkap hasto dalam keterangan tertulisnya yang diterima eksposisi.com, Minggu (7/7)

Kegiatan GenRe (Generasi Berencana) Educamp 2019 di Kiram, Banjarbaru diikuti oleh 192 remaja dari seluruh Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor serta Ketua Tim Penggerak PKK Pusat Ibu Tjahjo Kumolo. Kegiatan ini sebagai respon BKKBN dalam menghadapi persoalan remaja. BKKBN bekerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah maupun mitra kerja lain seperti BNN, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepolisian, dan LSM (PKBI, Citra Mitra Remaja, Youth Centre, Granat,dll) termasuk juga pemerhati remaja telah melakukan berbagai upaya melalui berbagai program dan lintas sektor.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menambahkan, “Remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orangtua bagi anak-anak yang dilahirkannya sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga. Kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga dan keluarga yang berkualitas sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang juga berkualitas,” tegas Hasto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here