Video musik "Lagu Cinta" mengambil lokasi di Kawah Wurung, Bondowoso. (Trinity Optima Production, 2019)

EKSPOSISI – Ide awal untuk memperbaharui “Lagu Cinta” tercetus atas prinsip Project AIR – Afgan, Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo yang menjadikan proyek ini sebagai wadah untuk bereksplorasi. Ketiga musisi ini menganggap bahwa proyek ini dapat mewakili ide yang belum pernah dilakukan dalam proyek solo masing-masing. Adapun, “Lagu Cinta” dari DEWA 19 telah melewati sederet tahapan dan pemikiran dari masing-masing personel.

“Gue adalah penggemar berat DEWA 19 dan sangat bersemangat mengusulkan “Lagu Cinta” untuk dibawakan kembali. Menurut gue “Lagu Cinta” adalah salah satu lagu terbaik yang pernah digarap DEWA 19”, cerita Afgan penuh semangat tentang alasan dibalik pemilihan lagu ini. Hal yang sama pun diungkapkan Rendy Pandugo, “DEWA 19 adalah salah satu inspirasi gue dalam bermusik dan “Lagu Cinta” belum pernah dibawakan kembali oleh musisi manapun. It’s Such an honor”.

Setelah berkutat cukup lama, akhirnya diputuskan untuk menyerahkan “Lagu Cinta” ke tangan Gerald Situmorang. “Saat ditawarkan untuk memproduseri dan mengaransmen ulang lagu ini, gue sedikit khawatir karena takut merusak lagu aslinya. “Lagu Cinta” dari album DEWA “Bintang Lima” adalah salah satu album favorit gue sepanjang masa dan cukup berperan membentuk karakter gue sebagai musisi. Tapi di satu sisi, gue juga sangat excited mendapatkan kesempatan kerjasama dengan tiga musisi papan atas Indonesia”, begitu Gerald bercerita.

Untuk melengkapi single ini Davy Linggar telah menyiapkan sebuah music video yang mampu memvisualisasikan rasa yang ada dalam lagu “Lagu Cinta”. Berlokasi di Kawah Wurung, Bondowoso, Afgan, Isyana, Rendy menyempatkan membuat musik video ini di bulan Ramadhan lalu. Dengan memperlihatkan keindahan panorama bagian timur dari pulau Jawa, Musik Video “Lagu Cinta” dari AIR ini siap untuk disaksikan oleh seluruh penikmat musik Indonesia. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here