Aksi Selloff Rambah Kripto

147
Aksi selloff rambah mata uang kripto
picture by ccn
Banner Top Article

Aksi jual besar-besaran yang melanda bursa saham Internasional pada Kamis kemarin ternyata membawa dampak yang cukup besar dibanyak sektor, mata uang kripto yang biasanya tidak bersinggungan langsung dengan pergerakan bursa kali ini merasakan dampaknya.

Dikutip dari Bloomberg, Bitcoin, acuan mata uang kripto melorot hampir 7 persen ke level terendahnya sejak 7 Agustus sebelum akhirnya ditutup melemah 5,1 persen di New York.

Sementara Ether, XRP dan Litecoin masing-masing anjlok 11 – 13 persen. Meski begitu, Bitcoin secara umum masih berada diatas level $6.100 tahun ini.

Seandainya aksi jual masih terus terjadi maka Bitcoin mungkin akan kembali mengintai level $5.800 yang pada tahun ini beberapa kali sempat tersentuh.

Aksi jual dibursa saham dipengaruhi oleh dampak perang dagang AS-China yang mengakibatkan yield obligasi pemerintah tembus level tertinggi termasuk pengetatan the Fed yang memicu kecemasan pasar.

Nilai mata uang kripto sendiri sudah menguap lebih dari $600 miliar sejak melonjak di Januari lalu akibat banyaknya kegiatan ICO yang tidak jelas. Harapan mata uang digital tersebut diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari gagal menjadi kenyataan akibat beberapa aksi peretasan dan belum ada kejelasan regulasi.

Nouriel Roubini, ketua di Roubini Macro Associates dan Profesor di NYU Stern School of Business mengatakan bahwa Bitcoin dan mata uang kripto lainnya mewakili induk penggelembungan. “Tidak ada kelas aset dalam sejarah manusiayang booming begitu cepat dan akhirnya meledak.”

Dia juga menambahkan bahwa teknologi blockchain yang menjadi landasan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya terlalu dibesar-besarkan dan teknologi yang manfaatnya paling sedikit dalam sejarah manusia.

Menurut data Tribe Capital, Coinbase Inc. salah satu bursa kripto terbesar di dunia mendapat pukulan paling keras. Dalam laporannya disebutkan jumlah konsumen AS yang membeli dan menjual di platform tersebut pada September turun sekitar 80 persen dibanding Desember tahun lalu ketika harga Bitcoin mencapai level tertinggi sepanjang masa, mendekati $20.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here