Amerika dan Iran berbalas kecaman di PBB

150
Amerika dan Iran berbalas kecaman di PBB
catchnews
Banner Top Article

Sidang Persatuan Bangsa Bangsa yang digelar pada Selasa kemarin berlangsung panas dimana Amerika Serikat dan Iran saling melontarkan kecaman, seperti dikutip dari Reuters.

Dalam sesi pidatonya, Trump langsung menyerang Iran dengan memberi label sebagai negara diktator yang korup dan pada saat yang sama malah memuji Korea Utara yang sebelumnya pernah dilabeli sebagai “poros Iblis”.

Presiden Trump juga menegaskan bahwa kepentingan Amerika adalah prioritas utamanya. Pidato presiden Amerika Serikat tersebut secara keseluruhan ditujukan kepada Iran dan secara spesifik membahas ambisi nuklir dan peran Iran dalam kekacauan di Timteng karena dianggap mensponsori berbagai kelompok militan di Siria, Libanon dan Yaman.

Respon Iran pun tak kalah sengitnya, Presiden Hasan Rouhani melontarkan kritikan pedas karena Trump memilih mundur dari kesepakatan nuklir kedua negara pada 2015 lalu. Beliau mengatakan sikap mundur tersebut sebagai kecacatan karakter.

Beliau menambahkan bahwa menentang persekutuan (hubungan internasional) bukanlah tanda kekuatan melainkan gejala kelemahan akal – menunjukkan ketidakmampuan dalam memahami dunia yang rumit dan saling berkait.

“Apa yang Iran katakan sudah jelas: tidak ada perang, tidak ada sanksi, tidak ada ancaman, tidak ada gertakan, hanya bertindak menurut undang-undang dan memenuhi kewajiban,” ungkap Rouhani.

Pernyataan Trump sendiri ditanggapi sepi oleh para pemimpin dunia yang hadir karena merasa tidak nyaman dengan pandangan “egois” Amerika yang telah memicu ketegangan dengan sekutu-sekutu tradisionalnya diseluruh dunia.

Meski pidato disampaikan dalam cara yang lebih tenang, namun cenderung mengandung pesan “Amerika yang utama”. Trump telah menganggu keteraturan dunia dengan menarik diri dari kesepakatan nuklir, mundur dari perjanjian Paris terkait iklim dan mengancam akan menghukum negara-negara NATO karena tidak serius dalam mengurusi pertahanan.

“Kami tidak akan pernah menyerahkan kedaulatan Amerika kepada birokrasi global yang tidak resmi dan tidak akuntabel,” ungkap Trump. “Amerika diperintah oleh orang AMerika. Kami menolak ideologi globalisasi dan kami menganut doktrin patriotisme.”

Selain menyinggung Iran, Trump juga melontarkan kritik kepada China terkait dengan praktek dagangnya. Namun anehnya beliau sama sekali tidak menyebut Rusia karena keterlibatannya di perang Syiria atau kecurigaan telah mencampuri pemilu AS.

Trump juga mengungkit-ungkit kesuksesan kebijakan ekonominya kurang dari dua tahun setelah naik jadi Presiden. Menyatakan bahwa prestasinya jauh lebih banyak dibanding presiden-presiden AS sebelumnya.

Pernyataan itu tentu saja mengundang bisik-bisik dan tertawaan pada hadirin yang merupakan para pemimpin dunia dan diplomat.

Untuk mendinginkan suasana, dalam sesi pidatonya, Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengatakan bahwa hukum yang kuatlah yang menang, proteksionisme dan isolasi hanya akan menuntun kepada memanasnya tensi.

Beliau memihak kepada hubungan internasional dan aksi bersama dan menyatakan bahwa nasionalisme akan menuntun kepada kegagalan dan jika negara-negara berhenti mempertahankan prinsip-prinsip dasar maka perang dunia akan kembali.

“saya tidak menerima pengikisan hubungan internasional dan terulangnya kesalahan dimasa lalu.” Sambil meninggikan suaranya dia menyatakan bahwa anak-anak kita menyaksikan hal ini.

Macron menggunakan kasus Iran sebagai contoh bahwa sikap memaksakan kehendak akan menuntun kepada perselisihan.

Dalam pidatonya Trump juga sempat menyinggung bahwa sanksi tambahan akan berlanjut pada 5 November dan sanksi lainya akan menyusul dan Amerika tengah bekerjasama dengan negara-negara konsumen minyak mentah Iran agar mereka mengurangi pembelian secara drastis.

Trump menambahkan bahwa Amerika akan membantu menciptakan persekutuan strategis regional antara negara-negara teluk dengan Yordania dan Mesir, ini adalah pertahanan melawan Iran.

Selain itu, Trump juga mengkritik OPEC dan meminta kartel minyak itu agar berhenti menaikkan harga minyak dan mengalokasikan dana untuk membayar sendiri perlindungan militer mereka. Dia mengancam bahwa bantuan AS hanya terbatas bagi mereka yang ramah kepada Amerika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here