Athira Farina, Pilot Cantik, Termuda dan Multitalentaa

122
DCIM100GOPROGOPR0455.
Banner Top Article

Sosok pilot tampaknya tak selalu identik dengan laki-laki ganteng, tegap dan tinggi, tapi bisa juga wanita cantik, lemah gemulai, bahkan multitalenta piawai menggebuk drum dengan mengiringi biduan menyanyi. Demikian yang melekat pada diri Athira Farina. Salah seorang pilot cantik termuda dan multitalenta di tanah air. Di usianya 26 tahun, ia sudah pintar mengemudikan pesawat jet pribadi.

“Saya bisa menjadi pilot pada awalnya dari lulus SMA tahun 2009, saya ikut test sekolah pilot di STPI Curug, tapi pada tahun itu belum keterima, akhirnya tahun 2010 kuliah di Binus, sampai semester 7 tahun 2014 saya dapat tawaran dari salah satu perusahaan air charter, yaitu beasiswa untuk sekolah pilot, “ kata Athira Farina beberapa waktu yang lalu.

Athira menerangkan lebih rinci, pada tahun 2014 ia sekolah pilot, 2015 akhir selesai, 2016 dirinya training untuk rating king air 350i. “Sebelumnya keluarga tidak ada yang dari penerbangan, motivasinya karena dulu waktu kecil saya suka jalan-jalan naik pesawat, dan berawal dari situ, kok jadi pilot enak ya bisa jalan-jalan terus, “ terang Athira blak-blakan.

Menjadi seorang pilot sekarang ini, Athira mengaku dari kecil sebenarnya ia punya banyak cita-cita yang seiring bertambahnya umur selalu berubah-ubah sampai kemudian memantapkan diri menjadi pilot. “Tapi saya memantapkan untuk jadi pilot waktu SMA, “ ungkapnya.

Disamping menjadi seorang pilot, Athira ternyata juga piawai bermain drum. Hal itu dibuktikannya dengan mengunggah beberapa aksi memainkan alat perkusinya ketika sedang berlatih di akun pribadinya. “Saya pernah mengiringi Vicky Shu ketika bernyanyi, “ kenangnya begitu gembira.

Menurut Athira, tidak ada bedanya, pilot laki-laki maupun perempuan, apalagi zaman sekarang kedudukan antara laki-laki dan perempuan sama dalam pekerjaan. “Semua memang sama, mulai dari pendidikan, pelatihan sampai praktek kerjanya, tapi yang membedakan kesungguhan kita untuk mampu bersaing dan terus mengejar prestasi, “ ujarnya.

Athira mengaku bahwa gaji yang diperolehnya sekitar Rp 50 Juta. Ia juga menjelaskan bahwa pendapatan pilot komersil dan pribadi sama. “Sekitar Rp 50 juta lah untuk baru ya,” ungkapnya.

Sukses meraih karir menjadi pilot, Athira mengucap alhamdulillah mensyukuri segala karunia yang Tuhan limpahkan pada dirinya. “Karena sekarang saya memiliki dua rating yaitu kingair350i dan hawker900xp, “ ucapnya bangga.

Athira menekankan seperti yang sudah ia jawab sebelumnya bahwa pilot perempuan maupun laki-laki sama. “Apalagi secara pendidikan dan ilmu yang diberi waktu di sekolah tidak ada yang dibeda-bedakan, tantangannya ya paling kalau pilot perempuan orang masih banyak tidak percaya aja, jadi kita memang harus bisa membuktikan mampu bersaing dan menjadi yang terbaik,“ tegasnya.

Athira merasa karir menjadi pilot tak semudah seperti membalikkan telapak tangan karena itu melalui proses hingga sampai jatuh bangun menjadi pilot, dimana dulu awalnya ia ikut test sekolah negeri, tapi tidak lulus. Adapun kalau sekolah swasta biaya sendiri cukup mahal, sampai ia hampir menyerah dan membuang cita-citanya untuk menjadi seorang pilot. “Tapi saya tetap percaya pada mimpi dan ternyata rezeki itu udah diatur, saya diberi beasiswa untuk sekolah pilot, setelah sekolah pilot selesai langsung bekerja di perusahaan tersebut, “ tuturnya penuh rasa syukur.

Menjadi seorang pilot yang mempunyai jadwal penerbangan yang padat, tidak membuat Athira Farina meninggalkan dunia media sosial. Terbukti, ia mempunyai akun Instagram @athirafarina, yang sudah terverifikasi. “Saya mempunyai followers yang cukup banyak, sekitar lebih dari 150 ribu followers, “ bebernya.

Selain aktif di Instagram, Athira juga mempunyai akun Youtube pribadi. Akun yang dinamai Athira Farina itu telah diikuti lebih dari 8000 subscribers. “Dalam akun tersebut, saya membagikan kesehariannya menjadi seorang pilot, “ bebernya lagi.

Athira mengaku pengalamannya sebagai pilot banyak sekali. “Karena setiap terbang pasti punya pengalaman yang berbeda-beda. tapi untuk sekarang saya memang menikmati ‘kerja rasa liburan’,” ujarnya.

Perjalanan yang dilalui Athira untuk menjadi pilot memang cukup panjang dan penuh liku. Ia mengungkapkan bahwa dirinya harus menjadi kopilot terlebih dahulu sampai mengantongi jam terbang yang mencukupi, yaitu 3000 jam terbang. “Saya sekarang sudah memiliki jam terbang lebih dari itu, “ tuturnya.

Athira menyampaikan prospek gemilang ke depan dalam karirnya sebagai pilot. Meski demikian, untuk saat ini ia memang sedang fokus dengan dual rating (kingair dan hawker) yang dijalaninya. “Sambil terus mengumpulkan jam terbang lebih banyak lagi, “ ucapnya begitu sangat bersemangat.

Harapan Athira, ia bisa terus belajar lagi. Karena belajar baginya tak mengenal umur, bahkan belajar harus dilakukan terus-menerus. “Ilmu dan skill terus saya asah lagi, siapa tahu saya bisa disekolahin rating pesawat yang lain,” pungkas Athira

Athira Farina, Pilot Cantik, Termuda dan Multitalentaa 1

Berita sebelumyaHago Luncurkan “Lipstick Challenge” Game Banyak Hadiah Menggiurkan
Berita berikutnyaBerkah Ramadhan, Yuki Kato Bintangi 2 Film Produksi Mega Pilar Pictures
Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Memenangkan berbagai lomba, seperti di antaranya: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Review Film “Laura & Marsha” (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014), Pemenang penulisan berita Moxplay (2017), Pemenang penulisan berita Superbrands (2017), Pemenang penulisan berita SC Johnson Gelar Nobar Film ‘Kartini’ bersama 500 Guru dan Dian Sastrowardoyo (2017), Pemenang penulisan berita launching single Hadija by Ussy Sulistiawaty (2019). Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here