Andi Manuhutu (kaus hitam) bersama Panitia dan Pengisi acara Bali Kei Achipelago Festival, Lala Suwages (paling kanan) (Foto: Istimewa/ amz)

EKSPOSISI.COM, TUAL – Bali-Kei Archipelago Festival 2019 siap digelar mulai hari ini (1 November 2019) hingga  3 November 2019 di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Sebuah festival bertaraf internasional yang dipusatkan di Ohoililir menggabungkan antara Sportsventure dengan Industri kreatif ini  merupakan yang kedua kalnya digelar. Setelah diselenggarakan pada tahun 2017 dan mendapat sambutan yang begitu baik dari masyarakat Kepulauan Kei dan para wisatawan. 

“Bali-Kei Archipelago Festival 2019 adalah sebuah program yang kita rencanakan untuk berjalan setiap tahun di Kepulauan Kei,” kata Andy Manuhutu sebagai Festival Director dari Bali-Kei Archipelago Festival.

Lebih lanjut, Andy Manuhutu membeberkan,bahwa program ini dibuat untuk menunjang percepatan pembangunan pariwisata di Kepulauan Kei. “Kita sebut  Bali Kei karena antara Bali dengan Kei memiliki hubungan antropologi dan historis yang erat, “ bebernya.

Menurut Andi Manuhutu, setiap penyelenggaraan, Bali Kei terus mengembangkan diri. “Jika tahun lalu hanya ada sportadventures, maka tahun ini kita tambah dengan festival kuliner dan festival anti sampah plastik. Dan tentu saja panggung hiburan yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung,” ungkapnya mantap.

Rangkaian acara Bali-Kei Archipelago Festival yang kedua ini disambut dengan antusias oleh seluruh masyarakat  kepulauan Kei terutama masyarakat Ohoililir yang terlibat langsung.  “Bali-Kei keren abis! Saya bersama keluarga bakal menyaksikan Bali kei karena saya sudah dengar ada  festival seperti ini diadakan di Maluku Tenggara. Panggung, sound system dan konsep semuanya juga bagus.  Saya tidak sabar untuk melihat seperti apa penyelenggaraan Bali Kei yang kedua ini, “ kata Ina Mainassy saat melihat lihat persiapan panggung Bali Kei di pantai Ohoililir, Kamis petang.

Andi Manuhutu selaku project director Bali Kei Archipelago Festival memang tidak main main utuk mewujudkan mimpinya menjadikan Kepulauan Kei sebagai sebaga destinasi wisata pilihan. Ia mendatangkan sejumlah ahli untuk mewujudkan mimpinya. Bahkan untuk pembuatan panggung ia mengajak kru yang telah berpengalaman menangani North Sea Jazz festival. “Ketika saya tawarkan konsep yang berbeda, mereka langsung mengatakan ingin ikut terlibat. Karena mewujudkan sesuatu yang belum pernah ada merupakan tantangan,” papar Andi yang pernah aktif sebagai seorang penyanyi ini.

Dipilihnya nama Bali Kei, bukan juga hanya sekedar mendompleng ketenaran pulau Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia. “Ada sejarah panjang antara Pulau Bali dan Kepulauan Kei. Sejak jaman nenek moyang dulu, ada kerajaan Hindu Bali di kepulauan Kei yang merupakan cikal bakal masyarakat kepulaua Kei. Sisi lainnya ya kita namakan Bali Kei agar para wisatawan mau datang ke Kei sebagai alternative Bali. Saya berharap ekosistem pariwisata kepulauan Kei ikut tumbuh dan berkembang sejalan dengan penyelengaraan Bali Kei Archipelago Festival. Itu tujuan utamanya, “ tukas Andi Manuhutu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here