31.5 C
Jakarta
Minggu, 25 Agustus 2019
Beranda Ekonomi Bursa Bank Sentral Cari Selamat, Dunia Terancam Resesi

Bank Sentral Cari Selamat, Dunia Terancam Resesi

0
Bank Sentral Cari Selamat, Dunia Terancam Resesi

Ekspiosisi – Keputusan bank-bank sentral dunia untuk memperlonggar kebijakan moneter telah memicu kecemasan pasar akan resesi dunia. Faktor ini turut menjungkalkan bursa Asia diperdagangan Kamis (8/8) ini.

Selain itu imbal hasil obligasi pemerintah Amerika juga mendekati rekor terendahnya dan mendongkrak emas melewati level $1.500 untuk pertama kalinya sejak terakhir kali di 2013 lalu.

Bursa Asia sudah limbung sejak pembukaan karena beberapa hari terakhir saham-saham regional mengalami loss yang cukup signifikan. Saham juga tertekan karena investor berbalik memburu obligasi.

Gebrakan terakhir bank sentral Selandia Baru, India dan Thailand cukup mengejutkan pasar karena menempuh kebijakan pelonggaran yang cukup agresif. Sementara Filipina ditengarai juga mengambil jalur yang sama pada hari ini.

Analis Valas Senior di Bank Nasional Australia, Rodrigo Catril mengatakan keputusan bank-bank sentral Asia Pasific yang terlalu dini dan agresif memicu kecemasan pasar akan resesi global. “Ini berarti the Fed perlu turun tangan untuk menyelamatkan,” ungkapnya.

Pada Rabu (7/8), Presiden the Fed cabang Chicago, Charles Evans memberi sinyal tentang peluang menurunkan suku bunga untuk memicu inflasi dan melawan berbagai risiko terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari perang dagang.

Buruknya data produksi industri Jerman juga memicu kecemasan bahwa Eropa “mungkin” sudah dalam resesi. Demi melindungi perekonomian nasional, maka bank-bank sentral dunia tentu akan mengambil langkah drastis agar nilai tukar mata uang tidak melonjak.

Salah satunya adalah Jepang dimana mata uang yen sudah menguat tajam akibat gelombang “safe haven” dimana saat ini yen sudah berada di level 106,10 per dolar. Euro juga melonjak sampai $1,1217. Kiwi berada pada level $0,6447.

Dari pasar komoditas, dilaporkan harga minyak berupaya untuk pulih setelah Arab Saudi dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi menahan produksi minyak demi mengurangi penumpukan persediaan dan kecemasan akan melambatnya permintaan.

Minyak Brent berhasil naik menjadi $57,43 sementara minyak mentah AS naik menjadi $52,32 per barrel.

Emas spot terdeteksi berada pada kisaran $1.503,56 per ounce setelah sempat tembus $1.510. Sepanjang tahun ini emas berhasil menguat sampai 16%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here