34 C
Jakarta
Senin, 14 Oktober 2019
blog

ABUJAPI Soroti Kenaikan BPJS Kesehatan Bagi BUJP

Eksposisi.com, Jakarta – Salah satu agenda besar Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) adalah menjadikan ABUJAPI sebagai rumah besar bagi Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di Indonesia sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh para anggota.

Hari ini, Rabu, (9/10) segenap pengurus baru ABUJAPI periode 2019-2024 dilantik oleh Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan dan dikukuhkan oleh Kakorbinmas Baharkam Mabes Polri Irjen Pol. Drs. Widiyarso Herry Wibowo, MH. di Union Space GKM Green Tower Lantai 20, Jakarta.

Ketua Umum ABUJAPI Agoes Dermawan menjelaskan bahwa ABUJAPI ke depan akan menjadi rumah besar bagi BUJP. “Kembali saya gaungkan lagi bahwa ABUJAPI menjadi rumah besar BUJP, karena kami juga melibatkan lintas asosiasi sebagi dewan pembinaannya,” ungkapnya di Jakarta.

Agoes berharap kepengurusan yang ini bisa benar-benar menjalankan fungsinya dengan maksimal, sehingga apa yang menjadi program ABUJAPI bisa berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi anggota dan para satpam.

“Kepengurusan ke depan ABUJAPI harus semakin kuat, semakin peduli dan semakin cerdas sehingga manfaatnya bisa dirasakan untuk para anggota dan para satpam umumnya,” jelasnya.

Dalam Pelantikan Pengurus ABUJAPI ini tag line yang diusung adalah ABUJAPI Rumah Besar BUJP. Kaitannya bagaimanan kontribusi usaha jasa pengamanan terhadap pembangunan nasional. Agoes menjelaskan, keberadaan ABUJAPI sangat signifikan dalam pembangunan nasional, pasalnya saat ini diperkirakan ada lebih dari 1.6 juta tenaga kerja anggota satpam di Indonesia.

“Jumlah yang besar ini tentunya mempunyai pengaruh sosial ekonomis yang besar terhadap pembangunan nasional, baik sebagai obyek maupun subyek pembangunan,” ungkapnya dalam jumpa pers usai Pelantikan Pengurus ABUJAPI di Jakarta.

Agoes menambahkan, dengan asumsi 50 persen saja dari total tenaga kerja satpam, maka business turn over jasa pengamanan lebih kurang 43 Triliun rupiah per tahun, dengan kontribusi kepada penerimaan pajak APBN 2019 sebesar 4,3 Triliun rupiah per tahun atau sebesar 0.24 persennya.

Selain itu para BUJP yang terhimpun di ABUJAPI juga menjadi peserta aktif dalam memberikan kontribusi yang signifikan kepada Badan Penyeleggara Jaminan Sosial dan Jaminan Kesehatan (BPJS Kesehatan).

Sesuai peraturan kewajiban BUJP untuk membayarkan BPJS Ketenagakerjaan adalah sebesar 9,34 persen. Di mana BUJP 6.24 persen dan Pekerja 3 persen. Sementara untuk BPJS Kesehatan, BUJP membayarkan sebesar 5 persen, dimana BUJP 4 persen dan pekerja 1 persen.

“Dengan asumsi 50 persen dari total tenaga kerja satpam yang dipekerjakan oleh BUJP maka diperkirakan BUJP telah memberikan kontribusi sebesar 2 Triliun rupiah per tahun untuk penerimaan BPJS Kesehatan dan 4,1 Triliun rupiah per tahun kepada Penerimaan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Sekjen ABUJAPI Suryawisesa Karang menambahkan terkait dengan pemerintah yang memutuskan menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen mulai 1 Januari 2020 akan berdampak pada banyaknya peserta BPJS Kesehatan menunggak bayar iuran, kehilangan kepercayaan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan, peserta BPJS Kesehatan akan beralih ke asuransi swasta dan peserta BPJS Kesehatan akan turun ke kelas yang lebih rendah.

“Saat ini ada karyawan outsourcing yang lebih memilih PPU BPJS Mandiri dan tidak ikut PPU BPJS Badan Usaha di tempat bekerjanya, dimana akibat kenaikan ini para pekerjalah yang terkena dampak langsung seperti kemampuan dayabeli, penambahan anggaran jaminan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, kewajiban BUJP yang diatur UU dan PP terkait iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dirasa telah memberatkan pengusaha karena tidak adanya alternatif lain terkait jaminan atau asuransi pekerja, dimana angka total keduanya adalah sebesar 14,24 persen dari upah.

Menurut Suryawisesa, adanya kenaikan BPJS Kesehatan pada tahun 2020 nanti pasti akan membebani dan meningkatkan biaya operasional perusahaan yang hampir 80 persennya merupakan biaya tenaga kerja, belum lagi pada awal tahun 2020 terjadi kenaikan UMK yang merupakan dasar pengenaan iuran BPJS.

“Berangkat dari masalah ini, maka pengusaha outsourcing dibidang BUJP menyampaikan keberatan terhadap kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini tak tepat waktu. Karena kondisi perekonomian saat ini, perusahaan tengah memikirkan untuk bisa survive, sehingga berharap tidak dibebani lagi dengan beban-beban untuk menyelamatkan institusi BPJS Kesehatan, tetapi mengorbankan usaha atau perusahaan yang sedang berusaha untuk survive,” tegasnya.

Suryawisesa berharap, BPJS Kesehatan lebih memperbaiki internal manajemen untuk meningkatkan kepesertaan, pembinaan, pemberian insentif, updating jutaan data kepesertaan yang tumpang tindih, “Penertiban peserta pasif yang tidak membayar iuran dan pemberian sanksi tenaga kerja patuh membayar iuran agar defisit BPJS Kesehatan dapat ditekan,” tuturnya.

ABUJAPI tidak hanya sendiri dalam menyuarakan keberatan terkait kenaikan BPJS Kesehatan ini, ada tiga asosiasi lain yang ikut menyuarakan hal yang sama. Yaitu Asosiasi Perusahaan Klining Indonesia (APKLINDO), Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) dan Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI). “Semoga keberatan kami ini bisa didengar oleh pemangku kebijakan sehingga bisa megurangi beban permasalahan yang ada di seluruh anggota asosiasi yang tergabung ini,” ungkapnya.

Garap Film ‘Cinta Itu Buta’, Rachmania Arunita Tetap Sesuai Pakem Cerita ‘Kita Kita’

Eksposisi.com, Jakarta – Lagi, film adaptasi luar negeri dirillis, yakni film ‘Cinta Itu Buta’ adaptasi dari film drama komedi ‘Kita Kita’ produksi Filipina. Sutradaranya Rachmania Arunita yang sebelumnya menyutradarai film ‘Lost in Love’ (2008), sekuel film ‘Eiffel I’m in Love’ adaptasi novel karyanya.

“Awal produksi film ini dari pihak MM2 Entertainment membeli right dari film Filipina berjudul Kita-Kita dengan bekerja sama Keong Low dan Marsio Juwono. Setelah itu mereka memilih saya sebagai sutradara dan lain-lainnya, hingga sampailah produksi film ini, “ kata Rachmania Arunita seusai gala premiere film ‘Cinta Itu Buta’ di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019)

Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Juli 1986, ini membeberkan penggarapan film tersebut dirinya diberi diberi kebebasan untuk menyesuaikan adaptasi dengan market disini. “Tapi tetap ada pakem-pakem yang tidak boleh lewat, seperti garis besar cerita harus sama film drama komedi Kita Kita produksi Filipina, “ bebernya.

Menurut Nia, sapan akrabnya, untuk pemilihan para pemain film ini, iaa berwaamaa teaaam produkki film tersebut rembugan bersama. “Keputusan kita bersama,” ungkapnya.

Mengenai film ‘Cinta Itu Buta’ berlatarkan Korea Selatan, kata Nia, mengungkapkan beberapa alasan, seperti di antaranya, pertama, Korea Selatan dipilih untuk menjadi pembeda dari film originalnya, “Kita-Kita” (2017) asal Filipina yang mengambil lokasi di Jepang.

“Film ‘Kita-kita itu ambil lokasi di Jepang, nah kita ingin buat adaptasi dengan bikin identitas sendiri tanpa jauh dari film aslinya,” ungkapnya.

Selain itu, Nia menilai bahwa saat ini masyarakat Indonesia tengah terkena tren Korean Wave atau “Hallyu” yakni menggandrungi budaya pop Korea, mulai dari musik, film, serial drama hingga referensi tempat wisata dan makanan.

“Di Indonesia lagi tren sama serial korea, dan mungkin penonton akan relate dengan kita ambil lokasi di sini. Selain itu, Busan juga unik dan jarang dipakai sama film-film lain,” terang Nia.

Kendati ingin menjadi pembeda sekaligus mengenalkan keindahan Busan, Nia mengklaim bahwa ia tidak lupa untuk memberikan kesan lokal Indonesia ke dalam filmnya. Melalui peran Nik (Dodit Mulyanto) yang digambarkan sebagai orang Jawa, diharapkan mampu menambah kesan tersebut.

“Dengan perpaduan dari cerita, karakter, dan film aslinya, diharapkan bisa membuat penonton jadi bertualang cinta lagi dan juga menampilkan sisi Indonesia melalui Dodit dengan aksen Jawanya,” papar Nia.

Nia mengaaku dirinya vakum dari dunia kepenulisan yang telah membesarkan namanya.  “Memang agak vakum dalam kepenulisan karena ingin fokus di film dulu. Tapi saya masih nyambi-nyambi nulis, “ tandasnya.

‘Cinta Itu Buta’ berkisah tentang Diah (Shandy Aulia) yang bekerja di Busan, Korea Selatan, sebagai pemandu wisata. Sudah tiga tahun ia berstatus sebagai tunangan pria lokal bernama Jun-ho (Chae In-woo), seorang fotografer. Suatu malam, ia menemukan tunangannya berselingkuh dengan Sandra (Gemilang Shinatria), sesama orang Indonesia yang tinggal bersama Diah. Saat ia berjalan keluar, kebutaan yang disebabkan oleh stress terjadi dan ia pun pingsan. Diah harus menyesuaikan diri dengan kebutaan sementara. Beberapa waktu kemudian ia bertemu dengan Nik (Dodit Mulyanto), tetangga sebelah Diah yang juga orang Indonesia. Dari saat ini lah muncul rasa suka antara Diah dengan Nik.

Film produksi MM2 Entertainment, Reflection Pictures, Timeless Pictures, Ideosource Entertainment dan Viva Films ini dibintangi Shandy Aulia, Dodit Mulyanto, Chae In-Woo, Gemilang Sinatrya, Rolando Octano dan Rachmania Arunita. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 10 Oktober 2019 mendatang.

Ramah Keluarga, RTV Luncurkan ‘Super 10 Indonesia’ dan ‘Sekolah Stand Up Milenial’

Eksposisi.com, Jakarta – Rajawali Televisi (RTV) semakin mengukuhkan diri sebagai televisi yang ramah keluarga. Berbagai program RTV memang selalu difokuskan pada acara hiburan, soft news dan variety show untuk keluarga.

Kini, RTV meluncurkan dua program baru, yaitu ‘Super 10 Indonesia’ dan ‘Sekolah Stand Up Milenial’ (SSM). Kedua program tersebut sebagai sebuah tontonan yang mengedukasi dan hiburan untuk keluarga.

“Kedua program tersebut sejalan dengan positioning RTV yang mengutamakan program yang ramah keluarga, “ kata Artine S Utomo selaku Direktur Utama RTV saat press conference peluncuran program ‘Super 10 Indonesia’ dan ‘Sekolah Stand Up Milenial’ di Studio 4 RTV Cawang, Jakarta Timur, Selasa (8/10/2019).

Artine menyebut kedua program tersebut untuk keluarga. “Dua program ini juga menguatkan lagi posisi RTV di dunia broadcast yang sangat kompetitif,” tegasnya.

Super 10 Indonesia

Berangkat dari keprihatinan pada anak-anak Indonesia yang berbakat dan bermimpi besar, RTV membuat program Super 10 Indonesia sebagai panggung bagi anak-anak Indonesia untuk menampilkan bakat dan kreatifitasnya.

“Super 10 Indonesia mengikuti format yang ada dari Thailand, tetapi muatan program ini adalah anak-anak Indonesia, “ kata Pinkan Laluyan selaku General Manager Production RTV.

Lebih lanjut, Pinkan menerangkan, “RTV akan lebih dekat dengan penonton karena yang disaksikan adalah bakat-bakat anak Indonesia, berkomunikasi dengan budaya Indonesia. Tayangan ini juga menyampaikan pesan-pesan yang dekat dengan Indonesia,” terang Pinkan.

Anak-anak tersebut berasal dari berbagai pelosok Indonesia, dihadirkan melalui pendaftaran online maupun layar RTV. Mereka mencari anak yang memiliki bakat yang unik, sekaligus memiliki mimpi yang mulia dibungkus dengan suatu kesederhanaan.

Bakat yang dimaksud disini adalah anak dengan kemampuan memainkan salah satu cabang olah raga, permainan tradisional anak-anak dan sebagainya.

“Mimpi mereka kami wujudkan di panggung Super 10 Indonesia. Untuk itu peserta harus menampilkan bakatnya dan menjawab tantangan dari dewan juri,” papar Pinkan.

Super 10 Indonesia menghadirkan Irgi Fahrezi sebagai host, pelawak Narji dan psikolog Tara de Thouars sebagai juri tetap yang nantinya ada juri tamu agar acaranya bisa lebih variasi, “ beber Pingkan. Acara ini akan tayang di RTV setiap Sabtu dan Minggu, pukul 18.00 WIB, mulai 12 Oktober 2019 mendatang.

Sekolah Stand Up Milenial (SSM)

Sebagaimana nama yang disandangnya, Sekolah Stand Up Milenial, membuka kesempatan menjadi komika, bagi para pelajar SMP,  SMA hingga usia 20 tahun. Program ini diharapkan mampu mencetuskan ide maupun banyolan yang bersumber dari keresahan dan pengalaman mereka sebagai pelajar.

“Namanya juga sekolah, sehingga panggungnya pun kami bangun layaknya sekolah yang memiliki wali kelas, wali murid dan dewan guru,” Pinkan menjelaskan.

Abdel Achrian didapuk sebagai wali murid sekaligus sebagai host, sedangkan Rahmet Ababil, Jui Purwoto dan David Nurbianto sebagai wali kelas. Adapun, Kemal Palevi, Ghe Youbi dan Ridwan Remin sebagai dewan gurunya.

Pinkan meyakinkan bahwa SSM berbeda dari program komedi yang sudah lebih dulu ada di setasiun televisi lain, yang umur pesertanya lebih dewasa. “SSM untuk usia anak sekolah, “ tegasnya.

SSM akan tayang di RTV setiap Senin pukul 18.00 WIB, mulai 4 November 2019 mendatang.

PWI Pusat Dan TNI AU Siap Jalin Kerjasama

Eksposisi.com, Jakarta -Untuk meningkatkan kerja sama antar kedua lembaga, Pengurus PWI Pusat bersilaturahmi dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna di ruang kerjanya, di Markas Besar Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (08/10).

Rombongan PWI Pusat dipimpin langsung Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, didampingi Sekertaris Jenderal Mirza Zuhaldi, Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan Zulkifli Gani Otto, Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman Mokhtar, dan Direktur Kerjasama Wartawan ASEAN Dar Edi yoga.

“Atas nama TNI AU saya mengapresiasi dan terima kasih atas waktu dan kesempatan Pengurus PWI Pusat yang sudah bersilahturahmi ke Mabes Angkatan Udara. Momentum seperti ini tentu sangat diharapkan agar kedepan ada kerja sama yang positif dan bermanfaat antara TNI AU dan PWI,” ujar Marsekal TNI Yuyu Sutisna dalam rilis yang diterima eksposisi.

Ditambahkan Marsekal Yuyu Sutisna, pihaknya akan bersinergi terus dengan PWI dan memberi suport serta dukungan penuh untuk kepengurusan PWI  Pusat periode 2018 – 2023. Dan tentu akan berkontribusi juga di Hari Pers Nasional Tahun 2020, yang akan dilaksanakan oleh Insan Pers Indonesia. 

Sementara itu Ketum PWI Pusat Atal S Depari sendiri merasa terhormat dengan diterimanya rombongan Pengurus PWI Pusat oleh KASAU.

“TNI AU merupakan lembaga pertama yang dikunjungi Pengurus PWI Pusat secara resmi. Dan tentu  PWI siap membangun hubungan baik yang positif sehingga tak ada lagi jarak antara TNI AU dan pekerja pers,” ujar Atal S Depari.

Atal S Depari juga mengatakan bahwa  PWI yang didalamnya ada berbagai media massa tentu memiliki nilai strategis, sebagai sumber informasi juga sebagai edukasi untuk masyarakat luas.

“Kalau kita ingin mewujudkan Indonesia menjadi betul-betul berdaulat, aman, hebat, adil dan makmur, tentunya tidak bisa hanya berharap kepada TNI sebagai komponen paling depan,  tetapi hal ini harus juga dikerjakan oleh berbagai komponen bangsa termasuk didalamnya PWI dan TNI, AU,” harap Atal Depari.

Kedepan, lanjut Atal Depari, PWI dan TNI AU juga dapat bekerja sama dalam berbagai hal, misalnya untuk peningkatan kapasitas serta pengetahuan tentang media menuju era 4,0. Selain itu juga dapat berdiskusi, berdialog, serta bekerja sama untuk menambah wawasan terkait hubungan antara Pers dan TNI AU. 

KASAU dalam pertemuan ini didampingi Asisten Pengamanan KASAU Marsekal Muda TNI Tamsil Gustari Malik, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto dan Kasubdispenum Dispen AU Kolonel Muhammad Yuris. 

Wamena Mulai Kondusif, BSMI Siapkan Bantuan Rehabilitasi

WAMENA — Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jayawijaya bersama Tim Peduli Ummt Jayawijaya telah mendirikan posko gabungan untuk membantu korban kerusuhan Wamena yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal ini diungkapkan Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cabang Jayawijaya Muhammad Safrul Wijaya mengatakan. Posko Gabungan telah menghimpun 1,5 ton beras serta bahan makanan pokok lainnya dan siap didistribusikan ke titik-titik pengungsi di Wamena.

Safrul menyebut saat ini suasana di Wamena berangsur kondusif. Warga di tengah kota sudah mulai kembali ke rumah dan membersihkan puing-puing bekas kerusuhan. Namun, papar Safrul, warga di daerah pinggiran belum sepenuhnya kembali ke rumah. Mereka biasanya kembali ke rumah untuk membersihkan puing pada siang hari dan malam harinya menginap di kerabat yang ada di kota.

“Pengungsi berangsur berkurang. Hingga saat ini sudah 250 KK yang mendapat santunan dari Posko Gabungan Tim Peduli Ummat Jayawijaya. Pengungsi yang bertahan adalah warga yang kehilangan rumah ataupun tempat usaha,” papar Safrul di Wamena, seperti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/10).

Safrul menyebut saat ini BSMI Jayawijaya mulai memetakan bantuan untuk tahap rehabilitasi yakni membangun rumah-rumah warga yang hancur dan rusak. Ia menyebut Pemerintah Daerah juga sudah mendata rumah-rumah warga yang terkena dampak.

“Kita berharap Wamena kembali tersenyum kembali. Banyak relawan BSMI yang lahir dan besar disini sehingga tidak meninggalkan tanah kelahirannya. Kami ingin Wamena bangkit seperti sediakala,” papar Safrul.

Safrul mengisahkan, beberapa relawan BSMI juga turut menjadi korban dalam peristiwa pilu tersebut. Salah seorang relawan Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR) ada yang rumahnya hangus terbakar. “Meski menjadi korban tetapi sejak hari pertama hingga sekarang para relawan ikut terjun membantu saudara-saudara yang lain tanpa membeda-bedakan suku, agama dan ras. Ini bukti Wamena bersatu dan kuat,” papar Safrul.

Bukalapak Dapat Suntikan Dana $2,5 Miliar Dari Shinhan Korea Selatan

Bukalapak Dapatkan Suntukan Dana Dari Shinhan Korea Selatan

Perusahaan e-commerce Indonesia Bukalapak pada hari Jumat mengatakan bahwa Perusahaan Investasi Shinhan Financial Group Co Ltd asal Korea Selatan bergabung dengan putaran penggalangan dana terbaru perusahaan startup tersebut lebih dari $ 2,5 miliar.

Bukalapak tidak mengungkapkan jumlah yang akan diterimanya melalui unit perbankan investasi Shinhan, Shinhan GIB, atau ukuran saham yang akan diperoleh Shinhan.

Peserta lain termasuk konglomerat media Indonesia Emtek, yang merupakan pendukung lama, kata perusahaan e-commerce dalam sebuah pernyataan.

Bukalapak – yang pendukung lainnya termasuk Singapore Sovereign Wealth Fund GIC Pte Ltd dan Ant Financial – mampu mengumpulkan $ 50 juta pada putaran penggalangan dana sebelumnya pada Januari dari perusahaan Korea Selatan yang dipimpin oleh Mirae Asset Daewoo Co Ltd dan portal internet Naver Corp.

Lampor, Film Horor yang Kental Kearifan Lokal

Lagi, film horor yang segera dirilis, yaitu film horor berjudul ‘Lampor: Keranda Terbang’. Sebuah film horor produksi Starvision Plus dengan arahan Guntur Soeharjanto ini berbeda dengan film-film horor sebelumnya karena kental dengan kearifan lokal.

Produser Stavision Plus Chand Parwez memproduksi film tersebut adalah karena ia tak ingin menayangkan film yang bukan sekadar horor, namun juga ingin menampilkan horor secara nyata. “Kenapa film ini dibuat? Saya sudah jenuh dengan horor kebanyakan,” ujar Chand Parwez saat press screening film ‘Lampor: Keranda Terbang’ di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Parwez membeberkan awal mula diproduksi film tersebut. “Mas Guntur (Guntur Soeharjanto, sutradara film – red) cerita mengenai masa kecilnya di Temanggung. Dia cerita kejadian nyata yang ada orang keluarganya diambil lampor, ada yang mati, ada yang kembali tapi gila. Jadi begitu dengar seperti itu, saya tahu ini fakta,” bebernya.

Mengamati penuturan Guntur, Parwez yakin ceritanya berbeda dengan film-film horor sebelumnya. “Saya membuat horor yang beda, kearifan lokal. Selama ini teror tidak jelas dan tidak ada logikanya,” tegas Parwez.

Menariknya lagi, saat melakukan riset Starvision Plus menemui korban Lampor secara langsung. Meski mengakui kesulitan mendapatkan informasi dari para korban tersebut, namun keberadaan mereka menjadi saksi hidup kisah Lampor. “Yang paling menyulitkan mewawancarai korban Lampor, nggak banyak yang mau bicara, cenderung merahasiakannya. Ini bukan hisapan jempol,” pungkas Parwez.

Adapun, sutradara Guntur Soeharjanto juga mengungkapkan film horor ini bukan sekedar menakut-nakuti. “Namun pada film ini, saya tak hanya melihat dari kekuatan struktur cerita tetapi juga melihat dari sebuah hubungan keluarga dan kearifan lokal seperti di daerah pegunungan Sumbing Sindoro, Temanggung, “ katanya.

Guntur membuktikan menyutradarai film ini ceritanya berbeda dengan film-film horor sebelumnya. “Kita harus bikin horor yang enggak sekedar horor. Urband legend penting banget, enggak cuma takut tapi ada urban legend di Temanggung seperti ini, khasnya di Indonesia enggak bisa terlepas dari mistis juga kearifan lokalnya,” ungkap Gntur mantap.

‘Lampor: Keranda Terbang’berkisah tentang Edwin (Dion Wiyoko) dan Netta (Adinia Wirasti) yang memutuskan kembali ke kampung halaman mereka, di Temanggung, Jawa Tengah. Sepertinya hal itu adalah keputusan yang salah. Sebab, baru sampai mereka di Temanggung, keluarga tersebut langsung diteror oleh setan lampor. Lampor sendiri merupakan mitos yang sangat terkenal di Jawa Timur. Beberapa masyarakat di sana masih percaya akan keberadaan setan ini.

Film ‘Lampor: Keranda Terbang’ dibintangi Adinia Wirasti, Dion Wiyoko, Nova Eliza, Rendra Bagus Pamungkas, Annisa Hertami Dian Sidik, Unique Priscilla, Djenar Maesa Ayu, Steffi Zamora, Mathias Muchus, Landung Simatupang, Arnold Leonard, Bimasena, dan Angelia Livie. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada 31 Oktober 2019 mendatang.

Trump Anggap Pemeriksaan Atas Impeachment Berita Hoax

Trump Impeachment Berita Hoax

EKSPOSISI – Presiden Donald Trump pada hari Rabu dengan marah mengecam penyelidikan terhadap panggilan telepon bulan Juli dengan pemimpin Ukraina terkait impeachment. Trump menyebutnya dengan berita hoax Anggota parlemen Demokrat mengatakan mereka akan menggali semua catatan dan rekaman telepon Gedung Putih itu.

Pada konferensi pers bersama dengan presiden Finlandia, Trump yang frustrasi mengecam wartawan yang bertanya tentang penyelidikan itu. Trump menyebutnya dengan berita hoax dan penipuan, tetapi mengatakan dia akan bekerja sama dalam penyelidikan tersebut. “Saya selalu bekerja sama,” katanya.

Suaranya meninggi karena emosi, Trump mengomentari wartawan Reuters Jeff Mason, yang menanyakan apa yang dia ingin Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy lakukan ketika Trump mengangkat isu hubungan bisnis Ukraina dan Hunter Biden, putra calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden.

“Ini semua tipuan, dan Anda tahu siapa yang bermain-main dengan tipuan itu? Orang-orang seperti Anda dan media berita hoax yang kita miliki di negara ini, ”balasnya. Dia mengatakan kepada reporter untuk tidak “kasar” dan berulang kali menghindari pertanyaan itu.

Namun Trump menyarankan bahwa tujuannya menunjuk pada isu korupsi di Ukraina, dengan mengatakan Amerika Serikat memberi negara itu banyak uang, dan “Saya tidak suka memberikan uang kepada negara yang korup itu. … Saya tidak suka menjadi negara pengisap.”

Dukungan Terhadap Impeachment Trump Meningkat Hingga 45 Persen

Dukungan Impeachment Trump Meningkat

Eksposisi – Jumlah orang Amerika yang percaya bahwa Presiden Donald Trump harus dimakzulkan meningkat 8 persen selama sepekan terakhir. Ini dikarenakan lebih banyak orang mengetahui tentang dugaan bahwa Trump menekan Ukraina untuk mengotori saingan politik demokratnya Joe Biden, menurut jajak pendapat Reuters / Ipsos yang dirilis pada Senin. Dukungan Terhadap Impeachment Trump Meningkat Hingga 45 Persen.

Jajak pendapat yang dilakukan pada 26-30 September menemukan bahwa 45% orang dewasa percaya bahwa Partai Republik Trump “harus dimakzulkan,” dibandingkan dengan 37% dalam jajak pendapat serupa yang berlangsung pekan lalu. Sedangkan 41% lainnya mengatakan bahwa Trump seharusnya tidak dimakzulkan dan 15% mengatakan mereka “tidak tahu.”

Di antara Demokrat, sebanyak 74% mengatakan Trump harus dimakzulkan, naik 8 poin selama seminggu terakhir, sementara 13% dari Partai Republik mengatakan mereka mendukung pemakzulan, naik 3 poin. Sedangkan di antara yang independen, itu tidak berubah di 37%.

Temuan jajak pendapat mencerminkan bahwa dukungan publik baru-baru ini meningkat untuk penyelidikan impeachment Trump.

Publik Amerika semakin terfokus pada pertanyaan tentang pemakzulan menyusul pengaduan tentang panggilan telepon di bulan Juli antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Dewan Perwakilan Rakyat AS memprakarsai penyelidikan impeachment Trump pekan lalu setelah laporan bahwa Trump mencoba memanfaatkan hampir $ 400 juta bantuan AS sebagai imbalan atas bantuan politik dari Zelenskiy yang melibatkan penyelidikan terhadap Joe Biden, mantan wakil presiden dan calon presiden dari Partai Demokrat.

Jajak pendapat lebih dari 2.200 orang dewasa di AS menemukan bahwa 34% telah mendengar “banyak” tentang skandal Ukraina minggu ini, sekitar dua kali jumlah orang yang telah memperhatikan dengan seksama dibandingkan dengan minggu lalu. Sebanyak 30% lainnya mengatakan mereka telah mendengar “beberapa” detail tentang panggilan Ukraina.

Ketika ditanya apa yang mereka pikirkan tentang berita itu, sebanyak 43% mengatakan “presiden Trump berusaha untuk mencoreng nama Joe Biden menjelang kampanye presiden tahun 2020,” naik 4 poin dari minggu lalu.

Jajak pendapat juga menemukan bahwa sebanyak 66% orang dewasa Amerika mengatakan setiap pejabat terpilih “harus dikeluarkan” dari kantor jika mereka bekerja dengan pemerintah asing untuk menyerang lawan politiknya. Itu termasuk 46% dari Partai Republik, 88% dari Demokrat dan sekitar dua pertiga dari independen.

Fakta bahwa sejumlah kecil responden – 45% – mengatakan bahwa Trump harus dimakzulkan, bagaimanapun, menunjukkan bahwa banyak dari mereka tidak percaya tuduhan terhadap Trump atau belum menyimpulkan bahwa Trump memang bekerja dengan Ukraina untuk merusak Biden.

Opini publik dapat terus bergeser karena lebih banyak informasi terungkap. Tetapi ilmuwan politik Universitas Michigan Nicholas Valentino mengatakan bahwa dukungan untuk pemakzulan Trump harus diimbangi kecuali para pemimpin Republik bergabung dengan Demokrat dalam mengkritik presiden secara terbuka.

Brexit No-Deal Hantam Kepercayaan Bisnis Jasa Keuangan Inggris

Dampak Brexit No-Deal Terhadap Bisnis Jasa Keuangan Inggris

Ancaman dari Brexit No-Deal telah membuat keuntungan dan sentimen dalam jasa keuangan Inggris jatuh pada laju tercepat mereka sejak kehancuran keuangan global satu dekade lalu, sebuah survei CBI / PwC menunjukkan pada hari Selasa.

Survei triwulanan terbaru oleh CBI, badan perdagangan bisnis dan konsultan PwC, mengatakan bahwa dalam tiga bulan hingga 30 September, tingkat aktivitas bisnis di bank turun pada laju tercepat dalam 28 tahun.

Perbankan, asuransi, dan dana investasi mendatangkan miliaran pound dalam penerimaan pajak untuk ekonomi Inggris, tetapi akses langsung dari London ke pasar terpentingnya, Uni Eropa, dapat diblokir jika terjadi Brexit No-Deal pada 31 Oktober.

Survei triwulanan terhadap 83 perusahaan menemukan bahwa optimisme tentang bisnis keseluruhan dalam jasa keuangan turun pada laju tercepat sejak September 2008 ketika peristiwa Lehman Brothers memperdalam krisis keuangan 2007-2009.

Tingkat optimisme sekarang datar atau turun selama 15 kuartal berturut-turut.

“Sektor ini adalah permata di mahkota industri jasa terkemuka dunia di Inggris,” kata Kepala Ekonom CBI, Rain Newton-Smith. “Sementara itu mendorong rencana investasi yang telah membaik, ancaman Brexit ‘tidak ada kesepakatan` menghantam kepercayaan diri.”

Inggris belum mengamankan penyelesaian perpisahan dengan Brussels, dengan tersisa waktu hanya satu bulan sebelum pergi dari Uni Eropa.

Perusahaan keuangan di Inggris telah menghabiskan jutaan pound membuka hub di UE untuk mengatasi bentuk apa pun yang diambil Brexit.

Berita Terkini