25.7 C
Jakarta
Jumat, 13 Desember 2019
blog

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan

Dunia entertainmen melahirkan sosok orang yang memang ahli, tahu dan sangat mengerti  segala hal entertainmen yang membuat dinamika perkembangan entertainmen Indonesia semakin maju dan berkembang, yakni RAy Dewi Kusuma.

Pengalaman memang guru terbaik yang membuat Dewi bertekad mantap dan semangat mengembangkan kreatifitasnya dalam dunia entertainmen yang telah membesarkan namanya. Dengan PH Kreasi Jingga, ia siap memproduksi tiga film di tahun depan.

“Dengan PH Kreasi Jingga, saya sedang mempersiapkan tiga film di tahun depan, judul filmnya ‘Lantai 04’ yang akan syuting di Jakarta, film ‘Siri Napacce’ di Makassar, dan bersama adik saya akan memproduksi film ‘Lari ke New York’, “ kata produser RAy Dewi Kusuma SE saat ditemui di Kalibata City, Jakarta, Kamis (12/12/2019)

Dewi membeberkan awal karirnya dalam dunia entertainmen. “Awal karir saya tahun 86 di catwalk, lanjut bergabung di Losmen Srikandi pimpinan ibu Tatik Maliyati Sihombing , dan kemudian terlibat beberapa sinetron lain,, seperti Keluarga Sakinah, Sebening Airmatanya, Kesaksian Sukerti dan masih banyak lagi pada jamannya, “ bebernya mengenang.

Menurut Dewi, Tahun 2007 mendirikan PH Kreasi Jingga bersama sahabat saya Lula Kamal. “Kami bergerak di PH, EO dan WO. Banyak yang sudah kami tangani dan yang sering adalah shooting PSA dengan kementrian-kementerian, “ papar Dewi menguraikan panjang lebar.

Tahun 2018, lanjut Dewi, karena kesibukan Lula Kamal memutuskan untuk menyerahkan Kreasi Jingga pada dirinya. “Kesepakatan bersama, dalam dua tahun saya pegang sendiri Kreasi Jingga, “ ujarnya.

Dewi menyampaikan bahwa nama Kreasi Jingga diciptakan pada saat Lula Kamal hamil besar dan kemudian melahirkan bayi kembar, Karim Muhammad Tirta Sasmita dan Halil Muhammad Tirta Sasmita. “Sekarang mereka berdua sudah besar, biasanya kita memanggil abang dan adik,“ tutur Dewi.

Dalam memproduksi ketiga film tersebut, Dewi mempertimbangkan segala hal yang memang diminati masyarakat. “Ada unsur drama dan komedinya juga, semoga ketiga film tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, “ tegasnya.

Dewi menyampaikan bahwa film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan moral yang baik terhadap masyarakat. “Film yang kita produksi kita tekankan akan menjadi film yang bisa menjadi tontonan dan sekaligus juga tuntunan, “ pungkas Dewi sumringah.

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 1

Rayakan Ultah, Slank Gelar Konser HUT Slank NTT 361 With Sumba Humba Eco Festival

Eksposisi.com – Slank tentu patut bersyukur karena ultahnya bisa dirayakan dua kali di Ibukota Jakarta dan Sumba. Sebelumnya, grup musik yang digawangi Kaka, Bimbim, Ridho, Ivanka dan Abdee itu mengumumkan akan merayakan ulang tahunnya ke-36 di Gelora Bung Karno, Senayan pada 31 Desember 2019. Konser itu bertajuk Slangking Forever 36.

Kini, Slank akan menambah satu perayaan lagi di Nusa Tenggara Timur. Acara akan bertahun Slank HUT NTT 361 With Sumba Humba Eco Festival.

energi

“Memang awalnya setiap tahun di GBK, Kecapaian. Lalu pengin setiap tahun di luar Jawa dan kebetulan dapat di Sumba dengan energi yang sama. Ini sudah di-planning. Kita mau bikin dua tempat di GBK dan Indonesia timur,” kata Bimbim saat ditemui di Markas Slank Potlot kawasan Duren Tiga, Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019).

Angka 361 pada acara bermaksud menjelaskan ulang tahun Slank yang ke-36 dan Sumba yang ke- 61. Angka itu juga berarti 3 hari pertunjukan, 6 experiemce dan 1 rasa yaitu Indonesia. Acara akan dilakukan pada 20 dan 21 Desember 2019. Tema acara tersebut juga diambil dari lagu Slank untuk Sumba. Lagu Sumba Humba tercipta saat Bimbim dan Kaka pergi ke sana. Kini, mereka untuk pertama kali manggung dan merayakan hari jadi di kota tersebut.

“Slank sih belum pernah ke sana, tapi gue dan Kaka tahun lalu itu jalan dari Bali ke Sumba Barat. Terus kita naik mobil sekitar 4 hari sampe ke Sumba Timur. Dari perjalanan itu tuh akhirnya jadi lirik lagu Sumba Humba,” papar Bimbim.

niat baik

Sementara itu, Ridho Hafiedz sangat bersyukur masih bisa tetap berkarya diusia 36 tahun Slank saat ini. Meski tak dari awal, gitaris Slank itu merasa sangat bangga. “Dari gue masih kuliah udah gabung. Ya jadi alhamdulilah kita sampai sekarang masih solid berkarya,” ungkap Ridho.

Abdee Negara, Gitaris Slank satu ini juga memberikan pendapatnya. 36 tahun Slank berkarya membuatnya senang karena apa yang sudah banyak hak yang diberikan Slank kepada penggemar dan tentunya kepada Indonesia. “Dan yang dilakukan Slank membuat saya bangga. Slank bukan hanya nge band doang, ada obsesi dan niat untuk melihat Indonesia lebih baik,” jelas Abdee Negara.

Lanjut Abdee, baginya, berkarya dan berjalan-jalan bersama Slank selalu memiliki makna yang tersirat dan tak akan terlupakan untuknya selama menjadi pemain gitar. “Slank bukan hanya nge-band doang, ada obsesi niat untuk melihat Indonesia lebih baik. Jalan-jalan dengan Slankers pun selalu ada perubahan. Perjalanan yang baik diceritakan untuk anak cucu,” tegas Abdee Negara.

bangga

Adapun, Gubernur NTT yang diwakili oleh Asisten 1 Setda Provinsi NTT, H. Jamal menyambut baik Slank mencipta lagu Sumba Humba yang terinspirasi dari daerahnya. “Kami sangat mengapresiasi Slank mencipta lagu Sumba Humba yang terinspirasi dari daerah kami. Sungguh kehomatan dan kebanggaan bagi kami, “ ucapnya bangga.

H. Jamal mengungkapkan bahwa Pemrintah NTT tentunya selalu berkomitmen dan melakukan upaya terbaik dan bekerja dengan lompatan lompatan dan cara yang tidak biasa (out of the box) dalam memberi dukungan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi lokal dari sector pariwisata. Dalam hal ini salah satunya adalah pertumbuhan perekonomian pedesaan di Sumba yang menjadi bagian dari program prioritas 7 kawasan pariwisata estate in ring of beauty. “Dan apa yang kami lakukan ini tentunya sejalan dengan misi pemerintah pusat, yaitu melakukan pemerataan ekonomi di banyak daerah di Provinsi NTI’ sebagai jalan perubahan menuju Indonesia maju, “ tegas H Jamal.

Management NTTnesia juga menyampaikan walau festival ini bisa diakses secara gratis oleh masyarakat, tapi pengunjung wajib menggunakan motif tenun ikat Sumba (Selendang/sarung) serta membawa botol air minum sendiri sebagai dukungan dalam mengurangi sampah plastic. “Dan kami pun menyediakan beberapa spot refil water station di area event dan tentunya Food dan UKM area bagi pengunjung yang ingin berbelanja souvenir, tenun ikat dan oleh-oleh khas Sumba lainnya dengan harga yang terjangkau, “ ujarnya.

Grup musik Slank akan menggelar konser HUT ke-36 di padang savana, Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 21 Desember 2019 mendatang. Sebuah konser yang merupakan kerja sama Slank dengan provinsi NTT yang juga merayakan hari ulang tahun. Konser tersebut diberi nama Slank HUT NTT 361 with Sumba Humba Eco Festival. Konser Slank HUT NTT 361 with Sumba Humba Eco Festival ini dipromotori oleh PT Anpro Timorindo (NTTnesia Activation). Promotor tersebut asli dari NTT.

Untuk informasi update tentang Slank HUT NTT 361 bisa langsung mengunjungi akun official lnstagram @sumbahumbaecofestival dan facebook Sumba humba eco festival serta Official website dan sosmed Slank.com .

Film ‘1917’ Karya Sam Mendes Kembali Dapat Banyak Pujian di BAFTA

Eksposisi.com, Selasa — 10 Desember 2019 – Setelah sebelumnya mendapat review luar biasa dari pemutaran di Amerika, film 1917 karya sutradara Sam Mendes yang sebelumnya sukses dengan film peraih Academy Award Skyfall (2012), diputar untuk BAFTA bertempat di Odeon Luxe Leicester Square — London.

Dalam pemutaran ini turut hadir meramaikan; Krysty Wilson-Cairns (Penulis), Sam Mendes (Sutradara, Penulis, Produser), George MacKay (aktor), Benedict Cumberbatch (aktor), dan Dean-Charles Chapman (aktor)

Setelah pemutaran selesai, sutradara, penulis dan aktor mengikuti tanya jawab dari undangan yang hadir dalam kesempatan ini. Detail dan keterangan foto kami lampirkan sbb;

‘1917’ merupakan film action perang terbaru karya sutradara Sam Mendes yang sebelumnya menyutradarai salah satu franchise James Bond; ‘Skyfall’ yang sukses meraih beragam penghargaan termasuk Academy Awards (2012). Film ini berkisah tentang dua orang tentara Letnan Blake & Letnan Leslie yang mendapat misi khusus untuk membatalkan sebuah serbuan yang dapat merenggut nyawa. Jika Blake & Leslie gagal dalam misi ini maka 1600 orang akan terenggut nyawanya dalam sergapan tersebut.

Konsep perang selama dua jam ini akan menampilkan adegan lanskap serta intensitas tinggi dan disajikan dalam konsep ONE SHOT SECARA TERUS MENERUS (sajian tampilan gambar secara terus menerus tanpa ada potongan). Dengan demikian penonton akan dibawa menjelajah medan perang penuh dengan intensitas tinggi hingga adegan menegangkan dengan konsep tampilan tanpa cut gambar.

Film ‘1917’ dibintangi George MacKay, Dean-Charles Chapman, Mark Strong, Andrew Scott, Richard Madden, Claire Duburcq, Colin Firth dan Benedict Cumberbatch. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada Januari 2020

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 2

Terinspirasi Kesetiaan Charly pada Istri, Setia Band Rilis Single ‘Tetap Setia’

Eksposisi.com – Sebuah lagu tak hanya hiburan semata, tapi juga bisa menyampaikan sebuah pesan pada pasangan untuk membuktikan kesetiaan. Demikian yang tersirat dari Charly Van Houten bersama grup band-nya Setia Band dengan merilis single ‘Tetap Setia’

Charly menyampaikan, lagu ini memang terinspirasi dari hubungannya dengan sang istri, Regina, yang sempat pasang-surut. Lewat ‘Tetap Setia’, Charly hendak membuktikan kepada Regina bahwa dirinya akan tetap setia sampai kapanpun. Namun sebagai manusia biasa, Charly mengakui dirinya juga memiliki kelemahan. Sebab sebagai manusia biasa, dia tidak luput dari dosa dan kesalahan.

“Jujur ini cerita tentang polemik aku sama istri aku. Lewat lagu ini aku mengungkapkan kejujuran, aku harus jujur di depan istri kalau aku punya kesalahan,” kata Charly saat jumpa pers acara peluncuran single ‘Tetap Setia’ dilangsungkan di Hard Rock Cafe, SCBD, Sudirman, Jakarta, pada Rabu (11/12/2019).

Charly membeberkan lagu tersebut menggambarkan betapa kuatnya cinta Charly pada Regina. Charly pun memberi tahu Regina bahwa lagu ini memang dipersembahkan untuknya. Bahkan saking cintanya kepada Regina, ia bahkan rela sujud di hadapan istri tercintanya itu. Hal itu juga sebagai bentuk pengakuan salahnya selama ini.

“Aku bahkan sempat sujud ke istri aku. Tapi, bukan berarti aku menyembah dia ya. Yang ingin aku perlihatkan adalah nilai keagungan cinta dan kasih sayang,” papar Charly.

Selain merilis single ‘Tetap Setia’, Setia Band juga mengganti logo dengan bunga mawar. Logo terbarunya itu melambangkan kesetiaan dan kekuatan cinta. Bukan saja setia terhadap pasangan, tapi juga menjadi ikatan kesetiaan para penggemar kepada Setia Band. “Makanya kami melambangkannya dengan logo baru bunga mawar,” pungkas Charly sumringah.

Setia Band melengkapi single terbarunya dengan video klip. Menariknya pengambilan gambar dilakukan di dua negara, yakni Dubai dan Indonesia. Charly beralasan, lokasi syuting di luar negeri bertujuan memberikan warna berbeda pada video klip Setia Band kali ini dibandingkan sebelumnya. Single terbaru Setia Band ini sekaligus memperkenalkan label baru mereka yakni MSI Record. Dan sebagai informasi, Setia Band meluncurkan single itu dengan anggaran sangat fantastis hingga mencapai miliaran rupiah.

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 3

Keunggulan Boris Johnson Menipis, Pound Melemah

pemilu Inggrs

Eksposisi – Pagi ini (11/12) poundsterling diperdagangkan tergelincir setelah sebuah polling menunjukkan keunggulan Partai Konservatif yang merupakan partai perdana menteri berkuasa saat ini menipis.

Pound jatuh 0,25% dikisaran 1,3122 terhadap dolar AS setelah sebelumnya tembus level tertinggi. Pound juga melemah terhadap euro pada level 0,8455 dan juga jatuh terhadap yen pada kisaran 142,77.

Dolar sendiri diperdagangkan stabil pada kisaran 108,88 terhadap yen. Euro diperdagangkan pada level 1,1092 terhadap dolar.

Meski begitu, penyelenggara polling YouGov seperti dikutip dari reuters memperlihatkan PM Boris Johnson berpeluang memenangi mayoritas 28 suara di parlemen, turun dibanding perkiraan 68 pada bulan lalu.

Sementara itu pasar tengah menanti realisasi pengenaan tarif ronde berikutnya terhadap China, efektif berlaku 15 Desember nanti dimana mayoritas pelaku pasar yakin akan ditunda.

Para penasehat ekonomi dan perdagangan gedung putih rencananya akan mengadakan pertemuan beberapa hari ke depan dengan Presiden untuk membahas masalah tarif ini.

Bintangi Film Imperfect, Jessica Mila Sadari Penampilan Fisik Bukan Segalanya

Film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan moral yang patut menjadi renungan kita bersama. Demikian diyakini aktris Jessica Milla yang tak lagi menjadikan penampilan fisik jadi perhatian utama dalam hidupnya. Ia tergugah usai memerankan sosok Rara dalam film ‘Imperfect; Karier, Cinta dan Timbangan’.

Dalam film produksi Starvision dengan arahan sutradara Ernest Prakasa, artis berusia 27 tahun itu berperan sebagai Rara yang bertubuh gemuk dan kerap tidak percaya diri. Namun kemudian ia menyadari, bahwa penampilan fisik bukan segalanya.

value

“Selama ini aku takut gemuk atau naik berat badan. Tapi kemudian aku sadar. Value aku bukan hanya penampilan tapi juga kemampuan,” kata Jessica Mila saat acara gala premiere film ‘Imperfect; Karier, Cinta dan Timbangan’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019).

Perempuan kelahiran Kota Langsa, Aceh, 3 Agustus 1992, ini menyampaikan bahwa film Imperfect menjadikan dirinya paham semangat orang yang bisa mencintai dirinya.

“Berat badan penting kita jaga, tapi nggak usah terlalu worry sama orang yang menilai kita,” ungkap aktris yang memulai karier sejak usia masih belia yaitu menjadi seorang pemeran di sinetron Cinta SMU.

Putri bungsu dari 4 bersaudara ini mengaku awalnya ia peduli dengan penampilan fisik. “Tapi ketika aku mendapatkan tawaran sebagai Rara, pemeran utama film Imperfect, syarat mutlak bergabung adalah berat badannya harus naik 10 kilogram, “ bebernya.

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 4

pesan

Jessica harus terlihat gemuk dan ragu. Namun, saat membaca dan merenungkan pesan dalam film itu, Jessica Mila menimbang lagi keraguannya. “Awalnya aku tipe yang sangat khawatir kalau berat badan naik,” paparnya.

Setelah menerima peran Rara, kata Jessica, ia memulai program penggemukan melalui arahan ahli gizi. “Aku terus makan sampai bosan, sebulan begitu terus,” tegas Jessica.

Jessica menyampaikan, dari target 10 kilogram, ia berhasil menaikkan berat tubuh 9,6 kilogram saja. “Itu juga dengan perjuangan berat,” pungkas Jessica Mila.

‘Imperfect; Karier, Cinta dan Timbangan’ berkisah tentang Rara yang diperankan Jessica Mila, terlahir gemuk dan berkulit gelap adalah kutukan. Apalagi bila ia melihat Lulu (Yasmin Napper), adiknya yang persis ibu mereka Debby (Karina Suwandi), mantan peragawati di tahun 90-an. Untung ada Dika (Reza Rahadian), kekasih yang mencintai Rara apa adanya. Suatu hari, muncul peluang bagi Rara untuk naik jabatan di kantor, tapi boss Rara, Kelvin (Dion Wiyoko), mengharuskan Rara mengubah total penampilannya.

Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Meira Anastasia ini dibintangi Jessica Mila, Reza Rahadian, Yasmin Napper, Karina Suwandi, Dion Wiyoko, Kiki Narendra, Shareefa Daanish, Dewi Irawan, Ernest Prakasa, Clara Bernadeth, Karina Nadila, Devina Aureel, Kiky Saputri, Zsazsa Utari, Aci Resti, Neneng Wulandari, Uus, Diah Permatasari, Wanda Hamidah, Olga Lydia, Asri Welas. Sky Tierra Solana, M Yusuf Ozkan, Boy William, Tutie Kirana, Ratna Riantiarno. Film ini bakal diputar di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 Desember 2019.

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 5

Didukung Badai Eks-Kerispatih, Rando Sembiring Luncurkan Lagu ‘Cinta Jangan Pergi’

Eksposisi.com, Jakarta –  Dunia entertainmen selalu melahirkan talenta baru berbakat. Kali  ini, Rando Sembiring, sang jawara Bintang Radio tingkat Asean 2012, yang kini siap meramaikan industri musik Tanah Air.

Didukung Badai Eks-Kerispatih, Rando meluncurkan lagu ‘Cinta Jangan Pergi’. Sebuah lagu yang memang sengaja dicipta Badai khusus untuk Rando yang aransemen musiknya melibatkan Komposer band Jikustik Pongki Bharata.

tekad

“Saya mensyukuri dan menikmati proses pembuatan lagu ini,” kata Rando Sembiring dalam jumpa pers peluncuran lagu ‘Cinta Jangan Pergi’ di Hard Rock Cafe, SCBD, Sudirman, Jakarta, Selasa (10/12).

Pria kelahiran Medan, 10 Februari 1992 itu membeberkan proses pembuatan lagu tersebut. “Setelah ketemu Badai, rembukan, workshop dan take vokal, jad lah lagu Cinta Jangan Pergi, “ bebernya.

Rando menyakini,  bahwa bukti seorang penyanyi adalah karya. Ia pun bertekad untuk terus berkarya di industri musik tanah air. “Saya juga ingin menulis lirik, hingga mengaransemen lagu sendiri,” ungkap Rando mantap.

Diluncrkannya lagu ‘Cinta Jangan Pergi, Rando merasa sangat bersyukur. “Puji Tuhan, aku dikelilingi orang-orang yang baik seperti orangtua angkatku, Bang Badai serta Bang Seno (Music Produser). Mereka memberiku kesempatan berada di belantika musik Indonesia,” tuturnya penuh rasa syukur

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 6

natural

Sedangkan, Badai, sang pencipta lagu bertangan dingin, mencipta lagu ‘Cinta Jangan Pergi’, menyatakan dirinya tidak asal memilih. Baginya sebuah karya yang tercipta haruslah mengandung pesan yang tersampaikan pada penggemar.

“Saya tidak pernah asal memberikan karya pada siapa pun. Bakat suara yang dimiliki Rando sangat mewakili perasaan dan pesan yang ingin saya sampaikan. Yaitu jangan pernah menyakiti pasangan, khususnya bagi pria,” terang Badai.

Menurut Badai, dalam proses rekaman lagu, ia mengandeng pengarah vokal Tias Reksonegoro. Hal itu setelah melalui diskusi dengan produser musik Seno M Hardjo dan Luciana Anggraini.

“Hasil diskusi panjang dengan Mas Seno, saya arahkan agar Rando menyanyi natural. Tidak mengandalkan phrasering hidung. Untuk mengubahnya butuh kemauan dan latihan serius “ tegas Badai.

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 7

matang

Adapun, produser musik dari Target Popo, Seno M Hardjo, mengungkapkan, kehadiran Rando diharapkan dapat memperkaya blantika musik tanah air. “Kami bertekad untuk menambah kuota penyanyi pria dengan suara merdu di ranah musik Indonesia,” kata Seno.

Menurut Seno, rekam jejak rekam Rando sudah panjang. kualitas vokalnya mumpuni apalagi sejumlah prestasi diraih di tingkat nasional dan Asia Tenggara. Seperti di antaranya, Rando menjadi Juara 1 Bintang Radio Tingkat Nasional kategori Pria di Manado pada 2011. Kemudian menjadi Juara 1 Bintang Radio Tingkat Asean kategori Pria perwakilan Indonesia 2012, dan Finalis ABU Song Festival di Korea 2013 Perwakilan Indonesia.

“Teknik vokal Rando makin matang karena ‘ngamen’ di berbagai perhelatan menyanyi di Ibu kota hingga Singapura dan Malaysia,” puji Seno.

Genre musik Gentleman Sweetheart ini ternyata cocok dengan karakter suara Rando. Sehingga lagu ‘Cinta Jangan Pergi’ ini tersampaikan pada pendengar. Tidak hanya merilis single saja, video musik ‘Cinta Jangan Pergi’ sudah tayang di kanal YouTube Aquarius Musikindo sejak 2 Desember lalu.

Diproduksi Glymps Production (rumah produksi milik Frederika Yoshawirja, Nesha dan dr Tompi), melibatkan Runner Up kedua Miss Grand Indonesia 2019 (Jessica Yoshawirja) sebagai model video musiknya.

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 8

Tantangan Citra Diri Bio One Bintangi Film Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Eksposisi.com – Membintangi sebuah film tentu ada tantangannya masing-masing. Demikian dirasakan Bio One dalam membintangi film Rembulan Tenggelam di Wajahmu yang merasa tertantang citra dirinya selalu dianggap sebagai anak kecil ingin jadi lebih dewasa. Adegan laga perkelahian banyak sekali dilakoninya.

Aktor bernama asli Bione Subiantoro ini merasa di film tersebut ia bisa menunjukkan sisi serius dalam dirinya yang akan memberikan image lebih dewasa dibanding biasanya.

“Film ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu’ bagi saya penuh tantangan, “ kata Bio One saat ditemui dalam acara gala premiere film ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Lelaki kelahiran Palu, 01 Januari 1998 itu membeberkan tantangannya dalam membintangi film tersebut. “Jujur pertama kali gue ngambil film ini pas baca skrip alasannya karena ini film yang serius, dan memang banyak tantangannya, terutama karena gue gak bisa menghilangkan image gue yang kayak anak kecil, orang masih menganggap aku anak kecil,” beber aktor yang memulai berkarier sejak berusia 5 tahun lewat perannya dalam sejumlah sinetron. beranjak remaja, namanya mulai dikenal saat ia membintangi sinetron Ibrahim Anak Betawi pada tahun 2013..

Bio One merasa film tersebut sangat bisa membantu merubah imagenya karena ada beberapa adegan fighting di dalamnya. “Ini film yang serius, karena ada fighting yang serius, dan emosinya kompleks jadi gue tertantang banget,” ungkapnya mantap.

“Rembulan Tenggelam di Wajahmu” berkisah tentang Ray seorang pemilik perusahaan raksasa yang sedang sekarat. Usianya 60 tahun dan telah melewati banyak hal yang membawanya kepada posisinya sekarang: kaya raya, terpandang, disegani. Ia sendirian dan sakit. Dalam keadaan antara hidup dan mati di rumah sakit, seseorang dengan wajah teduh datang dan membawa Ray untuk “kembali”. Kembali menyusuri hidupnya. Masa lalunya dan kembali menemukan lima pertanyaan yang pernah ia teriakan kepada Tuhan. Lima pertanyaan yang akhirnya terjawab satu demi satu…

Dalam film Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Bio One memerankan tokoh Raihan muda. Sedangkan, Raihan dewasanya diperankan Arifin Putra.

Di film produksi Max Pictures dengan arahan sutradara Danial Rifki dan skrenario garapan Titien Wattimena adaptasi dari novel karya Tere Liye itu Bio One beradu akting dengan Dony Alamsyah, Aryo Wahab, Rizky ex CJR, dan Ari Irham. Film ini rencananya akan tayang serentak pada 12 Desember 2019.

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 9

Romantisnya Dilan dan Milea dalam Poster Film ‘Milea: Suara dari Dilan’

Eksposisi.com – Dilan adalah fenomena dalamdunia perfilman Indonesia. Kedua filmnya box office laris-manis meraih puluhan juta penonton. Kini, film ketiganya ‘Milea: Suara dari Dilan’ akan dirilis 13 Februari 2020 menjelang ‘Valentine Day’ alias Hari Kasih Sayang.

Poster dan trailer film produksi Max Pictures itu resmi dirilis hari ini, Senin (9/12/2019). Dalam posternya memperlihatkan romantisnya Dilan (Iqbaal Ramadhan) yang sedang memeluk Milea (Vanesha Prescilla).

“Mengenai poster, saya terinspirasi para penggemar Dilan yang tidak mau lepas dari Dilan dan Milea. Jadi, saya coba mewakili perasaan mereka,” kata produser Ody Mulya Hidayat dalam jumpa pers launching trailer dan poster film ‘Milea: Suara dari Dilan’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019) petang.

Ody membeberkan lebih lanjut perihal poster film tersebut. “Jadi walaupun bukunya pisah (Dilan dan Milea), saya simbolis saja mereka enggak putus. Jadi kita buat seperti ini,” beber Ody.

Ody berharap film ‘Milea: Suara dari Dilan’ akan menjadi film penutup yang indah. “Saya berharap, film ‘Milea: Suara dari Dilan’ bisa menjadi film yang menghibur dan mendapatkan respons yang positif,” harapannya.

Ody menargetkan film ‘Milea: Suara dari Dilan’ bisa mengungguli dua film pendahulunya. “Film Dilan 1990 ditonton 6,3, Dilan 1991 ditonton 5,3 juta. Mudah-mudahan film ini jadi 7 juta,” pungkas Ody sumringah.

Adapun, sutradara Fajar Bustomi menyampaikan, film ini tidak saja menggali cerita tentang Milea dan Dilan. Karakter yang tidak muncul di dua film sebelumnya juga bakal dimunculkan dalam film yang rencananya tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 13 Februari 2020 ini.

“Di film Milea ini beberapa karakter yang tidak keluar di film sebelumnya, kami keluarin. Kecuali Ancika, kami tahan, belum kami keluarin di sini. Karena saya yakin penonton masih suka sama Milea,” terang Fajar.

Sekalipun film Milea adalah film terakhir dari konsep trilogi, Fajar yang mengaku sangat menyukai karya Pidi Baiq berharap masih ada film lain tentang Dilan. Baik film itu digarap olehnya ataupun dieksekusi oleh sutradara lain.

“Mungkin Ancika bisa dimasukin di film selanjutnya. Kalau masih berjodoh bisa saya yang garap. Tapi kalau enggak, mungkin sama sutradara lain,” tuturnya.

Film Milea: Suara Dari Dilan yang diangkat dari novel best seller berjudul sama karya Pidi Baiq ini menjadi akhir cerita dari kisah cinta Dilan dan Milea. Dari trailer yang telah resmi dirilis, film ini nantinya akan lebih banyak menceritakan kisah dari sisi Dilan. Sehingga dari trailer sekalipun terlihat lebih banyak porsi cerita tentang keluarga Dilan.

Dalam jumpa pers yang dibanjiri Dilanisme, sebutan para penggemar film Dilan, sejumlah pemain datang, seperti di antaranya, Vanesha Priscillia, Ira Wibowo, Farhan, Adhisty Zahra, Gusti Rayhan, Yuriko Angeline, Zulfa Maharani, Debo Andryos, juga pemeran Dilan kecil, Bima Azriel.

Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Borong Piala Citra FFI 2019

Film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ memborong banyak Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2019. Malam puncak ajang penghargaan tertinggi dalam bidang perfilman Tanah Air ini digelar di Studio MetroTV, Minggu (8/12/2019) malam.

Film produksi fourcolours films dan Go-Studio itu melahap delapan Piala Citra FFI 2019, yakni Film Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik (Garin Nugroho), Aktor Terbaik (Muhammad Khan), Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Whani Dharmawan), Pengarah Artistik Terbaik (Edy Wibowo), Penyunting Gambar Terbaik (Greg Arya), Penata Musik Terbaik (Ramondo Gascaro) dan Penata Busana Terbaik (Retno Ratih Damayanti).

“Terima kasih untuk panitia Festival Film Indoneisa 2019. Terima kasih juga kemudian, keluarga tentu saja, lalu yang jelas kepada support sistem saya,” kata Ifa Isfansyah produser ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ saat menerima Piala Citra.

“Kami semakin yakin kita bisa bersuara lewat sinema di Indonesia. Semoga makin banyak film yang dibuat atas nama kemanusiaan atau suara dari yang dipinggirkan serta minoritas,” kata Ifa.

Ifa berharap, setelah ini film Indonesia makin baik lagi. “Ini adalah simbol kebebasan berkarya di sinema Indonesia karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Penghakiman massa terhadap karya seni harus dihapuskan,” pungkas Ifa sumringah.

Adapun, Muhammad Khan, peraih penghargaan aktor terbaik lewat perannya dalam Kucumbu Tubuh Indahku mengatakan prestasi itu didedikasikannya untuk aktor Bollywood, Sharukh Khan. “Dia telah menginspirasi saya untuk menjadi aktor sejak kecil,” ujar Muhammad dalam bahasa Inggris saat menerima Piala Citra.

Dalam film yang disutradarai Garin Nugroho tersebut, Muhammad Khan berperan sebagai seorang penari yang memiliki jiwa maskulin dan feminim bernama Juno yang merupakan seorang penari Lengger.

Tercatat, ada sekitar 123 judul yang memenuhi persyaratan penilaian FFI di ajang penghargaan FFI. Film yang berhak mengikuti seleksi adalah film yang sudah ditonton di bioskop periode 1 Oktober 2018 – 30 September 2019.

Dari daftar tersebut, film yang lulus sensor dan ditayangkan di bioskop Indonesia disaring menjadi daftar pendek berisi sekitar 38 film panjang dan 22 film pendek. Daftar pendek itu dipilih oleh tim kurator.

Tim Kurator dalam FFI 2019 ini terdiri atas tujuh orang yakni Nungki Kusumastuti, Lisabona Rahman, Hera Diani, Prima Rusdi, Tam Notosusanto, Makbul Mubarak dan Rangga Wisesa.

FFI 2019 memberikan penghargaan untuk 21 kategori, meliputi 18 film cerita panjang, delapan film dokumenter panjang dan pendek, enam film animasi pendek, enam film cerita pendek yang dinominasikan tahun ini.

Berikut daftar lengkap pemenang Piala Citra FFI 2019:

1. Film Cerita Panjang Terbaik: Kucumbu Tubuh Indahku (Fourcolours Films, Produser: Ifa Isfansyah)

2. Sutradara Terbaik: Garin Nugroho (Kucumbu Tubuh Indahku)

3. Penulis Skenario Asli Terbaik: Gina S. Noer (Keluarga Cemara)

4. Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Gina S. Noer, Yandy Laurens (Dua Garis Biru)

5. Pemeran Utama Pria Terbaik: Muhammad Khan (Kucumbu Tubuh Indahku)

6. Pemeran Utama Wanita Terbaik: Raihaanun (27 Steps of May)

7. Pemeran Pendukung Pria Terbaik:  Whani Dharmawan (Kucumbu Tubuh Indahku)

8. Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Cut Mini (Dua Garis Biru)

9. Pengarah Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung (Gundala)

10.Pengarah Artistik Terbaik: Edy Wibowo (Kucumbu Tubuh Indahku)

11.Penata Efek Visual Terbaik: Abby Eldipie (Gundala)

12.Penyunting Gambar Terbaik: Greg Arya (Kucumbu Tubuh Indahku)

13.Penata Suara Terbaik: Khikmawan Santosa, M Ikhsan, Anhar Moha (Gundala)

14.Penata Musik Terbaik: Ramondo Gascaro (Kucumbu Tubuh Indahku)

15.Pencipta Lagu Tema Terbaik: Harry Tjahjono, Arswendo Atmowiloto (Harta Berharga-Keluarga Cemara)

16.Penata Busana Terbaik: Retno Ratih Damayanti (Kucumbu Tubuh Indahku)

17.Penata Rias Terbaik:  Eba Sheba, Sutomo, Adi Wahono (My Stupid Boss 2)

18. Film Cerita Pendek Terbaik: Tak Ada Yang Gila di Kota Ini (Sutradara: Wregas Bhanuteja)

19. Film Dokumenter Panjang Terbaik: Help Is On The Way (Ismail Fahmi Lubis)

20. Film Dokumenter Pendek Terbaik: Sejauh Ku Melangkah (Ucu Agustin)

21. Film Animasi Pendek Terbaik: Nussa Bisa (Bony Wirasmono)

22. Penghargaan Piala Citra kategori Pengabdian Seumur Hidup: Ade Irawan

Dengan PH Kreasi Jingga, RAy Dewi Kusuma Siap Produksi 3 Film di Tahun Depan 10

Berita Terkini