Bernada Positif, Wall Street Lakukan Aksi Ambil Untung

8
Bursa saham AS
Banner Top Article

EKSPOSISI – Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street harus berakhir turun dalam perdagangan diakhir pekan, Jumat (11/01). Catatan kinerja mingguan namun masih membukukan kenaikan.

Hasil perdagangan yang demikian ini masih cukup membantu Indek Dow Jones dan S&P 500 untuk keluar dari pasar beruang. Sinyalemen positif di bursa, dipicu kemajuan pembicaraan dalam Perang Dagang AS – China.

Perundingan di Beijing menghasilkan poin yang menjanjikan, disaat sentiment negatif masih membayangi pasar. Sejumlah isu terkait penutupan sebagian layanan pemerintah AS, kini telah mencapai rekor terpanjang dalam sejarahnya.

Indek Dow Jones ditutup turun sekitar 6 poin lebih rendah, atau kurang dari 0,1%, pada 23.995, indek S&P 500 naik tipis dari titik lebih rendah untuk mencapai 2.596, sedangkan Indek Nasdaq turun 0,2% menjadi ditutup pada 6,971.

Secara mingguan, Indek Dow Jones mampu membukukan kenaikan 2,4%, Indek S&P 500 berakhir naik 2,5%, sementara Indek Nasdaq naik 3,5%. Sehari sebelumnya, Indek S&P 500 dan Dow mencoba untuk keluar dari zona koreksi, biasanya didefinisikan sebagai penurunan 10% dari puncak baru-baru ini. Indek mampu naik setidaknya 10% dari koreksi terendah, yang menandakan kebangkitan dari level koreksi, menurut Dow Jones Market Data.

Penutupan sebagian layanan pemerintah akan menandai rekor terpanjang dalam 23 hari. Pada titik ini, investor akan lebih memperhatikan sejauh mana peluang Donald Trump mengakhiri krisis pemerintahannya. Sejauh ini investor di Wall Street telah menikmati keuntungan yang solid dan menjadikan sentiment ini sebagai momentum untuk membukukan sementara keuntungan yang diraih.

Pada perdagangan minggu ini, investor akan memperhatikan laporan pendapatan sejumlah bank besar, seperti dari Citigroup dan JPMorgan Chase & Co. Kedua bank ini akan menandai awal musim laporan pendapatan yang tidak resmi. Bagi investor, laporan ini setidaknya bisa menawarkan petunjuk baru tentang kesehatan perusahaan-perusahaan Amerika.

Sementara itu, pihak General Motors mengatakan pihaknya melihat adanya peluang kenaikan laba untuk 2018 dan memperkirakan kinerja yang lebih kuat pada 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here