Bitcoin, Masih Tertahan Dibawah $4.000

32
Bitcoin
Banner Top Article

EKSPOSISI – Meski sudah berusaha bangkit, harga Bitcoin masih tertahan dibawah $ 4.000. Terpental lebih dari 20%, bitcoin dalam perdagangan BTCUSD, menyerahkan hampir setengah dari keuntungan dan perdagangan terakhir di $ 3,988.91, turun 5,2%. Sebelumnya, BTCUSD bahkan sempat menyentuh level bawa pada $ 3,893.31.

Para pialang dalam jangka pendek, diperkirakan baru akan melakukan aksi jualnya jika harga telah kembali diatas $ 4.000. Sayangnya, kondisi saat ini masih belum bisa dikatakan bahwa harga BTCUSD sudah mencapai titik jenuh bawahnya. Sebagian pelaku pasar yang optimis, telah mengambil posisi beli saat BTC turun mendekati harga $ 3500.

Mereka berharap, mata uang digital paling terkenal ini akan memantul naik secara tajam. Pasalnya, harga $3.500 masih merupakan titik dukungan yang paling krusial bagi cryptocurrency tersebut. Dalam konteks ini, perlu dicatat bahwa para spekulan bisa juga dapat segera mulai melakukan aksi jual guna mendapatkan keuntungan dari tren ini, yang dapat memicu gelombang baru penjualan.

Altcoin kembali tersandung, dalam jalur kekalahan yang beruntun. Ether turun 2% di $ 112,80, Litecoin telah jatuh 4,8% pada $ 31,50, Ripple meluncur 4 % hingga 36 sen, dan Bitcoin Cash diperdagangkan pada $ 172.40. Sementara dalam perdagangan di bursa berjangka, Bitcoin berjangka diperdagangkan lebih rendah dari pada hari Jumat. Dibursa CBOE Global Markets untuk kontrak penutupan bulan Desember, harga ditutup turun 3,8% ke $ 3.935 sedangkan di bursa CME Group untuk kontrak Desember turun 5,7% menjadi $ 3.930.

Sepanjang tahun harga bitcoin mengalami tekanan. Aksi jual yang terjadi memuncak dibulan November. Sama seperti kondisi pasar periode 2014-2015, dimana terjadi tren penurunan harga, namun kali ini kerugian untuk Bitcoin BTCUSD, telah melampaui 80%.

Menariknya adalah bagaimana periode 2014-2015 berakhir. Dalam dua minggu pertama 2015, bitcoin turun 43% menjadi $ 178 sebelum kemudian berbalik meluncur pemulihannya. Dalam dua minggu yang berakhir 25 November tahun ini, bitcoin kehilangan 45% dari nilainya.

Secara teknis, dalam pergerakan mingguan ditahun 2018, secara relative pergerakan BTCUSD di tingkat yang tidak terlihat sejak penutupan terendah dalam pasar yang sedang turun pada awal 2015. BTC menunjukkan bukti awal upaya kenaikan jangka panjang setelah tiga kali upaya penurunan besar di tahun ini.

Tom Lee, managing partner di Fundstrat, pernah memprediksi bitcoin akan mencapai harga $ 25.000 pada akhir tahun, kini menjatuhkan sasarannya ke $ 15.000.  Namun jika sejarah tidak terulang, Lee bisa saja benar, faktanya perlu beberapa bulan awal. Dalam enam bulan setelah posisi terendah 2015, bitcoin terombang-ambing dalam rentang perdagangan yang ketat sebelum bisa melanggar keluar dari batas harga psikologisnya. Kenaikan yang tajam kemudian memuncak dalam lonjakan sebesar 1.000% pada tahun 2017 hingga BTCUSD mendekati $ 20.000.

Pendapat lain yang lebih banyak dianut pasar adalah perkiraan Jani Ziedins dari blog CrackedMarket, yang sebelumnya pernah memprediksi secara tepat aksi jual bitcoin dari atas $ 8.000. Dalam perkiraannya ia menilai harga akan berbalik dari $ 3.500 dalam masa yang singkat. Kenaikan ini bahkan akan membawa kembali BTCUSD keatas $ 5k. Setidaknya selama seminggu kedepan atau dua minggu. Pun demikian, kenaikan ini juga tidak lebih dari kebangkitan sesaat dimana bitcoin masih belum cukup meyakinkan untuk menjadi tujuan investasi jangka panjang.

Pada akhirnya, terlalu dini untuk mengatakan harga Bitcoin telah menyentuh dasarnya, setidaknya ada harapan bahwa BTCUSD dalam tahap awal pembentukan sebuah proses bottoming multi-kuartal yang kemungkinan akan berlangsung hingga ke pertengahan 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here