BMKG : Arus Mudik Ditengah Cuaca Panasa

36
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ketika menyampaikan himbauan mengenai cuaca pada saat Mudik Lebaran 2019 kepada Media di Jakarta pada Rabu (29/05/2019).(Photo Pool BMKG)
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ketika menyampaikan himbauan mengenai cuaca pada saat Mudik Lebaran 2019 kepada Media di Jakarta pada Rabu (29/05/2019).(Photo Pool BMKG)
Banner Top Article

EKSPOSISI – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan akan adanya cuaca panas yang mendominasi pada arus mudik lebaran. Titik panas akan terjadi pada wilayah Indonesia bagian selatan, dimana saat ini suhunya sudah mencapai 33 derajat celcius dan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan. Sejumlah wilayah yang rawan kebakaran hutan diantaranya Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, menginformasikan bahwa selain prakiraan cuaca yang ekstrem, pihaknya juga mengingatkan akan indikasi gelombang tinggi di perairan Selatan Indonesia dengan kecepatan angin yang tinggi berkisar 25-30 knot dan tinggi gelombang 4.0 – 6.0 meter di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, Samudra Hindia Barat yang di prediksi dimulai pada tanggal 1 juni hingga 2 juni 2019.

“Tinggi gelombang 1.25 – 2.5 m dengan status sangat waspada berpeluang terjadi di Perairan utara Pulau Sabang hingga Barat Aceh, Tinggi Gelombang 2.5 – 4 meter dengan status berbahaya berpeluang terjadi di Perairan Enggano – Bengkulu, adapun peningkatan tinggi gelombang pada tanggal 30 Mei – 1 Juni 2019 berpeluang terjadi di perairan barat kepulauan Simeulue hingga perairan barat Lampung,” jelas Dwikorita di Jakarta Rabu (29/05/2019).

Dwikorita berharap dengan adanya himbauan ini pemudik akan lebih waspada mengenai cuaca pada arus mudik Lebaran 2019.

“Saya berharap masyarakat waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh, Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir, waspada jika ada kenaikan tinggi gelombang,” harapnya.

Apabila ada kenaikan tinggi gelombang, masyarakat diharapkan menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda, dan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal – kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran.

“Antisipasi dan waspada potensi bencana kabut asap,” pungkas Dwikorita.

Informasi terkini mengenai prakiraan cuaca, dapat diakses secara 24 jam melalui call center BMKG (021-6546318), atau mengunjungi website BMKG di http://www.bmkg.go.id , Masyarakat bisa juga mengupdate informasi melalui twitter @infobmkg dan aplikasi iOS dan android “Info BMKG”. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here