Eksposisi – Mata uang dolar kembali turun terhadap yen disokong oleh optimisme perihal kesepakatan dagang diantara Amerika Serikat dan China. Selain itu ada kabar bahwa dorongan agar Inggris keluar dari Uni Eropa mulai menurun.

Disesi Asia dolar diperdagangkan stabil diangka 108,35 yen namun level ini masih jauh jika dibandingkan level tertinggi yang sempat ditembus Jumat lalu. Sementara euro flat pada level 1,1026 terhadap dolar.

Seperti kita ketahui, kesepakatan dagang fase 1 antara AS dan China sudah mulai dirancang namun tidak lantas memuaskan pasar karena belum ada detail tentang hal-hal apa saja yang akan disepakati. Sementara beberapa media melaporkan, China meminta diadakannya pertemuan tingkat tinggi pada bulan ini untuk mengunci perjanjian fase 1 tersebut sebelum Presiden Xi Jinping membubuhkan tanda tangannya.

Menurut analis, alasan diajukannya permintaan itu karena belum ada detail yang disepakati secara tertulis.

Kembali ke Eropa, perundingan antara Inggris dan Uni Eropa terkait rencana hengkangnya Inggris dari kesatuan tersebut mulai tak jelas. Hal ini terjadi setelah beberapa diplomat mengupayakan perpanjangan waktu dari Perdana Menteri Boris Johnson dan kesepakatan penuh belum akan rampung di minggu ini.

Akibat hal itu mata uang poundsterling tergelincir dan berada pada posisi 1,2604 terhadap dolar.

Sebelumnya Boris Johnson mengatakan akan merampungkan kesepakatan pada KTT Uni Eropa di Kamis dan Jumat agar bisa keluar pada 31 Oktober. Jika tidak ada kesepakatan sama sekali, maka dia tetap akan menuntun Inggris keluar dari Uni Eropa meski parlemen Inggris telah meloloskan perundangan yang menyatakan Perdana Menteri tidak bisa melakukan itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here