Dolar stabil, the Fed berpotensi naikkan suku bunga

Eksposisi – Mata uang dolar diperdagangkan menguat disesi Asia setelah ketua the Fed Jerome Powell mengungkapkan keengganannya mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter, meski tadi malam the Fed akhirnya memutuskan untuk memangkas suku bunga seperempat basis poin.

Pasca pemangkasan, bursa saham diseluruh dunia langsung reaktif. Meski melemah, bursa Tokyo mampu memangkas kerugian setelah yen anjlok. Bursa Korea bergerak fluktuatif, sementara bursa Hong Kong, China dan Australia kompak melemah.

Indeks Topix terkoreksi dan drop sampai 0,8%. Indeks S&P/ASX 200 melemah 0,2%, indeks Hang Seng melemah 0,4% dan Shanghai Composite jatuh 0,1%.

Dalam rilis keterangan the Fed, sang ketua berujar tidak menjamin pemangkasan berikutnya. Dan pemangkasan seperempat poin ini adalah kebijakan penyesuaian jangka menengah. Sebagai catatan, Powell memberi sinyal the Fed tidak akan terburu-buru melanjutkan kebijakan pelonggaran kecuali didukung oleh data.

Tidak semua pihak berpuas hati, tak lama setelah kebijakan itu rilis, Presiden Donald Trump langsung menyentil dengan mengatakan “Powell membuat kita kecewa” dengan besaran pemangkasan tersebut (suku bunga).

Setelah the Fed, investor memalingkan fokusnya ke laporan pendapatan perusahaan yang sampai detik ini masih berlangsung, termasuk menunggu data ketenagakerjaan AS dan perkembangkan perundingan dagang antara AS-China yang berikutnya dijadwalkan awal September. Dialog terakhir agaknya tidak menunjukkan perkembangan berarti.

Dari pasar mata uang, yen dilaporkan tergelincir menjadi 109,21 per dolar, yuan terkoreksi pada 6,9120 per dolar. Euro melemah menjadi $1,1045 terhadap dolar dan poundsterling jatuh 0,3% menjadi $1,2124.

Minyak West Texas jatuh 1,5% menjadi $57,69 per barrel diikuti emas yang tergelincir 0,3% menjadi $1.409,65 per ounce.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here