Eksposisi – Bursa Asia diperdagangkan menguat jelang keputusan rapat kebijakan Bank Sentral Eropa, dimana mayoritas pelaku pasar melihatnya sebagai indikasi lanjutan mengenai kondisi perekonomian global.

Indeks acuan Jepang, Nikkei diperdagangkan menguat 0,9% diikui indeks Hong Kong, Hang Seng diperdagangkan menguat 1,4% sementara indeks acuan China, Shanghai Composite diperdagangkan melemah 0,1%. Indeks Korea, Kospi diperdagangkan menguat 0,8% menyusul pernyataan pemerintah akan mengajukan keluhan kepada WTO karena Jepang mengurangi belanja.

Dari Asia Tenggara dilaporkan indeks acuan Singapura, Straits Times menguat, indeks Indonesia dan Taiwan diperdagangkan flat sementara indeks Malaysia anjlok. Indeks Australia, S&P/ASX 200 menguat 0,1%.

Bank Sentral Eropa atau ECB diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga pada rapat hari ini. ECB juga diperkirakan akan mulai memperkenalkan sistem deposit berlapis dimana porsi deposit pokok yang terkena suku bunga negatif menjadi kecil yang nantinya diharapkan dapat mengurangi ancaman terhadap keuntungan sektor perbankan.

Di Wall Street sendiri, investor berbondong-bondong menyerbu saham perusahaan-perusahaan kecil karena lebih terlindungi dari efek perang dagang ketimbang perusahaan multinasional.

Situasi bursa Amerika masih positif karena pasar cukup yakin dengan kekuatan ekonomi AS. Meski beberapa minggu terakhir pasar dibuat cemas, tapi rencana pertemuan antara AS dan China di Oktober nanti memberi secercah harapan.

Sementara itu, departemen ketenagakerjaan AS melaporkan bahwa pembukaan lapangan kerja menurun di Juli. Data indeks harga konsumen baru akan rilis hari ini dan laporan penjualan ritel di Agustus akan rilis satu hari setelahnya.

Sentimen suku bunga the Fed masih belum berubah, pasar meyakini bahwa the Fed akan memangkas suku bunga dirapat berikutnya untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.

Dolar diperdagangkan menguat menjadi 107,54 yen, sementara dolar terkoreksi terhadap pound pada $1,2343. Terhadap euro, dolar juga turun menjadi $1,1048.

Dari sektor komoditas, dilaporkan harga minyak menguat setelah data persediaan minyak mentah AS turun lebih dari dia kali lipat (dibanding perkiraan analis) di minggu lalu.

Minyak Brent diperdagangkan menguat menjadi $62,89 per barrel dan minyak West Texas menguat menjadi $57,94 per barrel. Harga minyak masih akan terus positif dalam waktu dekat setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi menyatakan kebijakan pemangkasan produksi sampai 1,2 juta barrel per hari akan dilanjutkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here