31.5 C
Jakarta
Minggu, 25 Agustus 2019
Beranda Ekonomi Bursa Bursa Asia Kurang Darah, AS Tetap Solid

Bursa Asia Kurang Darah, AS Tetap Solid

0
Bursa Asia Kurang Darah, AS Tetap Solid

Bursa Asia diperdagangkan bervariasi dalam sesi yang lumayan sepi pada hari ini. Pergerakan hari ini dipicu oleh tidak adanya petunjuk baru sementara investor menunggu gelombang laporan pendapatan korporat.

Tadi malam bursa AS ditutup positif dan menembus rekor tertinggi setelah pada Senin kemarin muncul kabar Menkeu AS Steve Mnuchin dan perwakilan dagang AS Robert Lighthizer akan bertolak ke China untuk negosiasi lanjutan seandainya diskusi dengan pejabat China lewat telefon berlangsung mulus.

S&P 500 ditutup menguat kurang dari 0,1% menjadi 3.014,30. Dow Jones menguat 0,1% menjadi 27.359,16 dan Nasdaq menguat 0,2% menjadi 8.258,19.

Dari Asia dilaporkan, Nikkei diperdagangkan melemah 0,7% setelah sehari sebelumnya pasar lokal tutup. Indeks Hang Seng melemah tipis 0,1%, Indeks Kospi nyaris flat dan Shanghai Composite Index tergelincir 0,2%. S&P/ASX diperdagangkan hampir tak bergerak. Sementara indeks Singapura dan Indonesia terkoreksi tipis.

Saham blue chip yang juga mengalami penurunan diantaranya Sony, Softbank dan Casio. Sementara SK Hynix melemah, Foxconn Taiwan justru menguat. Saham tambang seperti Oil Search melemah setelah memangkas target produksi tahunan, Rio Tinto juga melemah setelah salah satu wilayah operasinya cenderung memakan biaya lebih besar dan waktu produksi yang lebih lama.

Dari Australia, Bank Sentral setempat atau RBA hari ini merilis hasil rapat pada Juli lalu yang cenderung akan memangkas suku bunga jika diperlukan (sudah pada level terendah). Menurut para anggota, penurunan suku bunga bisa menopang pertumbuhan ketenagakerjaan dan pendapatan serta mempromosikan kondisi ekonomi yang lebih kuat, yang pada akhirnya secara bertahap membantu meningkatkan inflasi.

Salah satu alasan menguatnya bursa AS sejak awal Juni disebabkan meningkatnya harapan the Fed akan memangkas suku bunga untuk menopang perekonomian dan banyak investor yakin kebijakan ini akan terealisasi pada rapat the Fed berikutnya. Sampai itu terjadi pasar akan fokus pada serangkaian laporan pendapatan korporat untuk periode April – Juni.

Waspadai data pendukung lainnya yang cukup krusial bagi pergerakan pasar seperti pemutakhiran data penjualan ritel, indeks keyakinan sektor perumahan dan konsumen. Secara keseluruhan, kondisi ekonomi AS masih solid ditambah sinyal-sinyal yang memperkuat pemangkasan suku bunga oleh the Fed cukup banyak.

Gedung putih masih kokoh dengan kebijakan tarifnya dan China mulai merasakan akibatnya setelah kemarin data pemerintah Tiongkok menunjukkan ekonomi berada pada titik terlemahnya dalam kurun 27 tahun terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here