Bursa Asia Naik, Kekhawatiran Mereda

16
Bursa bergerak lamban, investor pilih menunggu hasil FOMC. (Lukman Hqeem)
Bursa saham Tokyo. (Foto Istimewa)
Banner Top Article

EKSPOSISI – Bursa saham Asia naik dalam perdagangan awal minggu ini, Senin (04/03) setelah kabar mengatakan Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan pada awal bulan ini untuk mengakhiri perang tarif mahal mereka.

Indek utama di Shanghai, Tokyo, dan Seoul menguat setelah Bloomberg News dan The Wall Street Journal, mengutip sumber-sumber yang tidak dikenal, mengatakan China menawarkan untuk mengurangi tarif dan pembatasan lainnya atas produk-produk pertanian, kimia, mobil, dan produk AS lainnya. Mereka juga mengatakan AS akan menghapus sebagian besar sanksi terhadap impor Cina.

Kesepakatan ini mungkin akan selesai pada waktunya untuk ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan Xi Jinping bulan ini. Tetapi mereka memperingatkan kedua pihak masih bernegosiasi tentang masalah yang memicu perselisihan, yaitu rencana Cina untuk menciptakan negara-negara pesaing teknologi global yang dipimpin Washington, Eropa dan mitra dagang lainnya mengatakan melanggar kewajiban pembukaan pasar Beijing.

Pertempuran antara dua ekonomi global terbesar telah mengguncang pasar keuangan global selama berbulan-bulan. Investor merasa khawatir hal ini akan membebani pertumbuhan ekonomi global yang sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Dengan hadirnya kabar bahwa AS dan China akan menandatangani kesepakatan, telah membuat pemain pasar sedikit optimis dan rilek.

Indek Shanghai naik 2,6%, ke level tertinggi sejak Juni, dan indek Shenzhen melonjak 3,5%. Indek Nikkei 225 naik 1,2%. Indek Hang Seng naik 1,1% dan Indek Kospi naik 0,3%.

Sejumlah saham menjadi perhatian pasar, diantaranya SoftBank Group, perusahaan e-commerce Rakuten dan pembuat robotika Fanuc yang naik di perdagangan Tokyo. Saham AAC Technologies dan Ping An Insurance yang naik di Hong Kong, sementara Hang Seng Bank jatuh. LG Electronics maju di Korea sementara Hyundai Motor tenggelam.

Investor akan menyaksikan seremonial legislatif secara nasional di Cina untuk pengumuman kebijakan resmi tentang kebijakan nilai tukar, perdagangan, kebijakan industri, dan kemungkinan stimulus ekonomi. Badan Legislatif China akan mengesahkan undang-undang yang akan membahas satu bagian dari keluhan asing tentang sistem regulasi Beijing dengan mencegah pejabat menekan perusahaan untuk menyerahkan teknologi.

Menariknya, pemerintah China diperkirakan akan mengumumkan target pertumbuhan tahunan minimal 6%. Beberapa perubahan besar diharapkan akan dilakukan, meskipun para ekonom memperkirakan lebih banyak anggaran pemerintah dikeluarkan untuk menopang pertumbuhan yang tengah mendingin ini.

Pada perdagangan akhir pekan, sejumlah saham dari perusahaan layanan kesehatan dan teknologi membantu mengangkat kenaikan indek saham A.S., memecahkan kerugian beruntun tiga hari untuk indeks Standard & Poor’s 500 dan memberikan catatan kenaikan mingguan kelima beruntun. S&P 500 bahkan naik 0,7% ke 2.803,69. Indek Dow Jones naik 0,4% ke 26.026,32. Indek Nasdaq naik 0,8 % ke 7.595,35.

Pada perdagangan komoditi, harga minyak mentah AS naik 22 sen menjadi $ 56,02 per barel di Bursa New York Mercantile Exchange (NYMEX) sementara kontrak turun $ 1,40 pada hari Jumat menjadi $ 55,80. Harga minyak mentah Brent naik 30 sen menjadi $ 65,37 per barel di London.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here