Bursa Saham Asia Beragam Dalam Menyikapi Pemilu Sela AS

120
Aksi saling serang AS-China lemahkan bursa Asia
Banner Top Article

Bursa saham AS harus berakhir dengan catatan yang beragam pada perdagangan hari Selasa (06/11). Perdagangan berlangsung dalam suasana hati-hati menjelang pemilihan paruh waktu AS dan pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve.

Bursa saham AS berusaha naik jelang pemilu sela AS yang sangat dipantau ketat investor. Investor mengamati dengan seksama hasil pemilu sela, dimana sebagian besar mengantisipasi perpecahan Kongres dan partai Demokrat mengambil kendali DPR, sementara partai Republik mempertahankan mayoritas Senat.

Itu bisa menciptakan kebuntuan legislatif di Washington, namun biasanya dilihat sebagai hal positif oleh Wall Street. Event pemilu ini tampaknya meredam reli di pasar saham AS hari ini.

Indek S&P 500,naik 0,6% di level  2.755. Indeks Dow Jones, naik 175 poin, atau 0,7%, menjadi 25.637. Indek Nasdaq, naik 0,6% ke 7,376.

Bursa Saham di China daratan melemah, dimana saham-saham perangkat lunak dan telekomunikasi mengalami penurunan signifikan. Indeks Shanghai turun tipis 6,07 poin atau 0,2 % menjadi 2.659,36. Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong naik 186,57 poin atau 0,7 % menjadi 26.120,96.

Bursa saham Jepang menguat, dimana indek Nikkei 225 melonjak 248,76 poin atau 1,1 % ke 22.147,75. Saham Chiyoda Corp dan Sumitomo Dainippon Pharma naik lebih dari 7 %. Saham Daiichi Sankyo, Toyota Tsusho Corp, Marubeni Corp dan Sojitz Corp juga naik 4 – 5 %.

Sementara itu, saham Pioneer Corp, Dainippon Screen Manufacturing dan Shimizhu Corp harus kehilangan 4 – 5 %. Bahkan Softbank Corp, TDK, Tokyo Electron dan Olympus Corp termasuk di antara yang paling merugi.

Data ekonomi terkini menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga rata-rata di Jepang turun 1,6 persen tahun ke tahun pada bulan September di 271.273 yen, Departemen Dalam Negeri dan Komunikasi mengatakan. Itu jauh dari harapan untuk kenaikan 1,5 % dan turun tajam dari kenaikan 2,8 % pada bulan Agustus.

Sementara dari Korea Selatan, Bank of Korea melaporkan bahwa ada surplus dalam akun berjalan sebesar $ 10,83 milyar pada bulan September, naik dari $ 8,44 milyar pada bulan Agustus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here