Eksposisi – Melanjutkan tren negatif sejak kemarin, bursa saham Asia masih dalam kondisi lemah dimana hari ini (3/9) pasar kembali dibuat cemas jelang keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson secara halus mengingatkan akan menggelar pemilu seandainya DPR menghambat upayanya dalam proses Brexit. Selama ini ada kesan bahwa anggota DPR yang menjadi penyebab terhambatnya proses keluarnya Inggris dari Eropa

Indeks acuan Asia Pasifik, MSCI diperdagangkan tergelincir 0,2% sementara Nikkei diperdagangkan nyaris tak berubah. Pasar AS baru akan buka hari ini setelah kemarin tutup karena libur.

Isu perang dagang masih mendominasi pasar saham dan tren negatif belum akan berubah dalam waktu dekat. Meski AS dan China masih dalam proses perundingan dan masih ada serangkaian pertemuan dimasa depan tapi tindak-tanduk keduanya berkebalikan dan tidak mencerminkan adanya perkembangan berarti setelah melakukan beberapa pertemuan sebelumnya.

Hari ini para trader perlu mewaspadai hasil survei aktivitas manufaktur AS (ISM) yang akan rilis nanti malam waktu AS. Jika mengacu ke data sebelumnya, ISM cenderung melambat beberapa bulan terakhir tapi angkanya masih diatas 50 yang menunjukkan sektor ini masih “tumbuh”.

Tidak menentunya Brexit berdampak kepada perekonomian Inggris, survei IHS Markit/CIPS menunjukkan sektor manufaktur mengalami pelemahan bulan lalu dan berada di level terlambatnya dalam tujuh tahun terakhir. Brexit mendesak pound dekati level terendahnya dan diperdagangkan di level $1,2063.

Eropa pun dalam situasi yang sama dimana ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga di minggu depan untuk mengurangi tekanan terhadap mata uang euro. Saat ini euro diperdagangkan melemah pada level 1,09555 terhadap dolar.

Yuan juga melemah capai rekor terendah di level 7,1975 terhadap dolar, diikuti aussie yang berada di level 0,67145 terhadap dolar. RBA atau bank sentral Australia diperkirakan akan mempertahankan kebijakan suku bunga tetap meski ada beberapa pelaku pasar yang memperkirakan pemotongan suku bunga baru dilakukan bulan depan.

Dari pasar komoditas, minyak juga ikut-ikutan melemah dimana minyak West Texas jatuh ke level $54,68 per barrel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here