Perusahaan raksasa internet kaya asal China sedang berlomba untuk menguasai pangsa pasar e-commerce Indonesia. Pasalnya, penjualan e-commerce di Indonesia diprediksi bisa melampaui India paling cepat di tahun 2020.

Satu-satunya masalah adalah hampir tidak ada jalan menuju profitabilitas.

Alibaba Group Holding Ltd., Tencent Holdings Ltd. dan JD.com Inc. telah mendukung empat dari lima startup belanja online teratas di negara Asia Tenggara yang paling padat penduduknya, Indonesia. Pada bulan Maret, Alibaba menggelontorkan lagi sekitar $ 2 miliar untuk Lazada Group SA, yang menjalankan operator bisnis-ke-konsumen Lazada Indonesia, setelah memasok $ 1,1 miliar ke PT Tokopedia, pengecer online terbesar di Indonesia dalam hal volume kotor barang dagangan, Agustus lalu. Tencent memegang 36 persen saham di Sea Ltd. yang terdaftar di New York. Perusahaan ini yang memiliki Shopee Indonesia, dan JD.com memiliki anak perusahaan sendiri di negara tersebut, JD.ID.

Pasar E-Commerce Indonesia

Pasar E-Commerce Indonesia

Ada banyak raksasa teknologi China yang terpikat ke Indonesia karena mereka ingin memperluas secara geografis. Negara Indonesia tidak hanya memiliki demografi yang menarik, tetapi juga prospek yang lebih baik untuk membangun pangsa pasar daripada di India. Ini dikarenakan orang Indonesia berbelanja online melalui media sosial sebelum melakukan peluncuran ke situs e-commerce resmi. Sekitar tiga perempat orang Indonesia berusia 14 tahun ke atas dan sekitar 140 juta orang, menggunakan Facebook secara teratur, dibandingkan dengan India yang hanya seperempat orang, sekitar 241 juta.

Menurut CLSA, sekitar setengah dari transaksi belanja online mengalir melalui situs media sosial pada tahun 2014, tetapi dengan dukungan logistik yang lebih baik – seperti pengiriman dan pembayaran – operator e-commerce dapat dengan mudah menarik pedagang kecil. CLSA memperkirakan pada tahun 2020, media sosial akan menyumbang hanya 12 persen dari total volume barang dagangan kotor.

Bahkan dengan volume dolar, penjualan di Indonesia, diikuti bantuan investasi Cina, dapat melampaui India dalam dua tahun. Indonesia menghasilkan transaksi e-commerce hampir $ 13 miliar pada tahun 2017, dibandingkan dengan $ 17,8 miliar di India.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here