Data China lemahkan bursa Asia

31
Business graph with arrows tending downwards
Banner Top Article

Bursa Asia diperdagangkan melemah pada Kamis ini, dipicu oleh buruknya data aktivitas manufaktur China yang memancing spekulasi berlanjutnya pelemahan ekonomi global.

Meski begitu, pelemahan bursa Jepang, Korea dan China tidak begitu drastic sementara bursa Hong Kong nyaris tak bergerak. Indeks Topix melemah 0,3%, indeks Kospi drop 0,5%, Shanghai Composite melemah 0,6%.

Dari pasar mata uang, dollar terkoreksi setelah ketua the Fed Jerome Powell mengungkapkan dalam waktu dekat akan mengungkap rencana penciutan neraca keuangan bank sentral yang saat ini berada diangka $4 triliun. Yen diperdagangkan menguat menjadi 110,84, yuan berada pada level 6,6813, euro diperdagangkan pada $1,1378. Pound menguat pada $1,3305.

Eskalasi antara India dan Pakistan menambah kecemasan pasar yang dapat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi global.

Dari pasar komoditas, minyak diperdagangkan menguat setelah harga melonjak tajam akibat menurunnya persediaan minyak mentah AS. Minyak Texas diperdagangkan pada level $56,91 per barrel. Emas tergelincir menjadi $1.319,19 per ounce.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here