Dolar diperdagangkan menguat Senin (29/07), dekati level tertinggi dalam dua bulan terakhir terhadap mata uang major berkat positifnya data PDB AS.

Produk Domestik Bruto AS meningkat 2,1% per tahun dikwartal kedua, sementara sebelumnya diperkirakan naik 1,8% saja. Penguatan ini ditopang oleh naiknya belanja konsumen sementara penumpukan pasokan lumayan kecil.

Data ini lebih baik dari perkiraan sehingga berhasil meredam kecemasan pasar akan efek rencana pemangkasan suku bunga the Fed. Dolar index berada pada posisi 97,968, setelah pada jumat lalu berhasil menembus level tertinggi 98,093.

Positifnya data PDB ini juga mendongkrak nilai imbal obligasi pemerintah AS dan mengkoreksi sentimen pasar bahwa the Fed kemungkinan akan melakukan pemangkasan sebesar 25 basis poin ketimbang 50 basis poin.

Sementara itu Bank Sentral Eropa sudah memberi sinyal tentang kemungkinan memangkas suku bunga ke zona negatif dan menambah kebijakan pelonggaran di September untuk menopang perekonomian zona euro. Bank of Japan akan mulai mengadakan rapat hari ini.

Beberapa analis memperkirakan BOJ belum akan memangkas suku bunga dan menggunakan kebijakan yang sama namun dengan sedikit perubahan. Hal ini dikarenakan opsi yang dimiliki bank sentral tersebut sudah sangat sedikit.

Euro sendiri diperdagangkan pada level 1,11315 terhadap dolar, hampir tidak bergerak sepanjang sesi Asia. Yen diperdagangan pada 108,62 terhadap dolar, turun tipis dibanding Jumat kemarin ketika menyentuh 108,83. Aussie diperdagangkan melemah pada 0,6900 terhadap dolar, setelah data China menunjukkan keuntungan perusahaan-perusahaan industri domestik menurun di Juni. Pound tergelincir, pada 1,2379 terhadap dolar karena hasil kosong (no deal) dari kesepakatan Brexit tampaknya semakin menguat ketika dipimpin Boris Johnson, yang merupakan Perdana Menteri baru.

Menurut kabar, pemerintahan Inggris memperkirakan Uni Eropa tidak akan melakukan renegosiasi Brexit dan bersiap keluar pada 31 Oktober tanpa kesepakatan apapun.

Agenda selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah pertemuan degelasi Menkeu AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dengan Wakil PM China Liu He di Shanghai pada Selasa.

Namun sentimen akan hasil dari dialog ini diperburuk oleh sikap pesimis Presiden Trump yang mengatakan Beijing tidak akan menandatangani kesepakatan apapun sampai November 2020 karena Demokrat akan menang dan bernegosiasi dengan mereka (Demokrat) lebih mudah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here