Eksposisi – Bursa Asia diperdagangkan menguat diawal minggu ini (23/09) sekali lagi dibuai isu perang dagang yang menurut beberapa pelaku pasar memberi angin segar.

Indeks acuan Korea, Kospi diperdagangkan menguat tipis sementara indeks Jepang, Nikkei tutup karena libur. Indeks Australia dan New Zealand kompak menguat.

Faktor pemicu sentimen positif pasar adalah pernyataan perwakilan kantor dagang AS yang menyatakan dialog selama dua hari bersama China produktif. Disamping itu, pertemuan lanjutan akan diadakan di Washington bulan Oktober mendatang.

Pemerintah Amerika juga mencabut pengenaan tarif terhadap lebih dari 400 produk China berkat usulan banyak perusahaan AS.

Meski ada angin segar, masih banyak investor yang belum begitu yakin utamanya setelah muncul kabar pejabat China membatalkan kunjungan ke pertanian AS tak lama setelah pertemuan tersebut.

Dari pasar mata uang, dolar dilaporkan menguat terhadap yen pada level 107,74. Aussie diperdagangkan menguat pada level $0,6773. Euro dan poundsterling nyaris tak berubah terhadap dolar AS.

Timur Tengah kembali bergolak setelah Amerika Serikat menambah jumlah pasukannya di wilayah teluk dalam rangka memperkuat pertahanan Arab Saudi. Meski begitu, kehadiran pasukannya hanya diperuntukkan untuk pertahanan dan pencegahan saja tidak untuk berperang dengan Iran.

Hasilnya, minyak Brent melonak 72 sen menjadi $65 per barrel dan minyak AS naik 69 sen menjadi $58,78 per barrel. Sebaliknya emas justru turun dan berada di level $1.512,8 per ounce.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here