Digarap Idealis, Film Dua Garis Biru Laris Raih 2 Juta Penonton Lebih

 

Film Indonesia semakin mendapat tempat di masyarakat. Meski bersaing dengan film Hollywood, film Indonesia tetap diminati, bahkan penontonnya membludak. Terbukti, meski bersaing dengan Spider-Man, film Dua Garis Biru mampu meraup dua juta penonton.

 

Produser Chand Parwez Servia, mengonfirmasi per siang, Kamis, 25 Juli 2019, film produksi kerja sama Starvision dan Wahana Kreator itu telah menyentuh 2 juta penonton. Indikasi ledakan film tersebut sudah tampak sejak hari pertama penayangan, Kamis (11/7/2019), yang meraih 178 ribu penonton lebih, terbanyak kedua sepanjang tahun ini.

 

“Jumlah penonton per 25 Juli pada show pertama sudah mencapai 2 juta plus plus. Sampai nanti malam tentu makin banyak,” papar Parwez di Lounge Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019).

 

Lebih lanjut, Parwez menerangkan, hingga Juli 2019, ada 9 film Indonesia yang meraih sejuta penonton lebih. “Dari yang sembilan itu, tiga di antaranya produksi kami,” terangnya seraya berterima kasih kepada pemain dan kru film Dua Garis Biru.

 

Adapun, sutradara Dua Garis Biru, Gina S. Noer, bersyukur dan mengaku tak pernah membayangkan film debutnya mendapat sambutan baik dari masyarakat. “Alhamdulillah senang sekali, ya saya sama tim ya tidak menyangka. Ini kan film yang dibuat, ya bisa dibilang idealis lah,” tutur Gina S Noer.

 

Gina S Noer mengatakan pada awalnya, ia menggarap film itu dengan penuh idealisme. Ia hanya berharap pesan dari kisah Dara dan Bima bisa dipahami penonton. “Karena ya kami tidak kompromi dengan apapun, dengan cerita, dengan cara bercerita. Semua dikerjakan cuman dengan tujuan ini tuh filmnya bagus dulu. Kita lupakan laku enggak laku, yang penting pesannya sampai,” ungkap Gina mantap.

 

Yang membuat Gina S Noer tak percaya, film hasil kerja sama Starvision dan Wahana Kreator ini diputar bersamaan dengan film-film besar Hollywood. “Bahkan ini jadi yang tidak disangka sama sekali. Bahkan saat ditanya ‘ini filmnya mau ditayangin kapan?’ ‘Ya sudah ditangin bulan Juli saja, sebelum anak-anak sibuk dengan sekolahnya’,” paparnya.

 

“Tapi kan film-filmnya gede semua, ada Lion King, Spider-Man, Annabelle. Tapi ya sudah karena kami pede (percaya diri), yang penting (pesan) filmnya nyampe deh,” imbuh Gina.

 

Menurut Gina, tema film ini berawal dari pergumulan batinnya sebagai seorang ibu. Tema film Dua Garis Biru, kata Gina, penting.

 

“Ternyata orang-orang juga menganggap tema ini penting. Banyak orang mengirim pesan langsung via medsos, menyatakan film ini mengubah hidup mereka. Banyak juga guru yang mengajak murid menonton bareng untuk mencegah terjadinya kesalahan besar,” terang Gina S. Noer.

 

Momen membaca pesan langsung dari masyarakat tak kalah bermakna dari jumlah penonton yang telah diraih. Gina S. Noer juga membaca ulasan sejumlah media dan pemerhati film tentang Dua Garis Biru.

 

“Di antara ulasan itu, banyak yang mengingatkan angka aborsi harus ditekan, pernikahan dini semestinya tidak terjadi, mengapa angka kematian ibu dan janin harus segera disikapi. Inilah sinema sesungguhnya, inilah cerita yang menyatukan kita semua,” pungkas Gina.

 

Dua Garis Biru berkisah tentang sepasang remaja, Dara (Zara JKT 48) dan Bima (Angga Yunanda). Di sekolah mereka dikenal sebagai pasangan kekasih yang manis dan ceria. Sampai suatu ketika, mereka melanggar batas yang menyebabkan Dara hamil. Bima dan Dara harus mempertanggungjawabkan kesalaham mereka.

 

Selain Zara dan Angga, Dua Garis Biru juga melibatkan deretan artis peran lainnya seperti, Lulu Tobing, Dwi Sasono, Cut Mini dan masih banyak lagi.

Digarap Idealis, Film Dua Garis Biru Laris Raih 2 Juta Penonton Lebih 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here