Harga Emas

EKSPOSISI – Harga Emas turun dalam perdagangan diakhir pekan Jumat (09/11). Tercatat menderita kerugian mingguan 2%. Naiknya Dolar AS oleh dorongan kebijakan Federal Reserve  menjadi sebab utama penurunan ini.

Pasar sempat berharap jatuhnya bursa saham global saat itu , turut andil untuk memperkuat permintaan emas. Sayangnya, kerugian tajam yang terjadi dibursa saham oleh jatuhnya harga minyak mentah, gagal menimbulkan aksi beli emas untuk bisa membatasi penurunan harga. Memang lazimnya saat bursa saham anjlok, investor melakukan risk-off  dengan melakukan pembelian emas sebagai aset surgawi.

Saat ini harga emas telah turun,  justru terbebani risk appetite pada dolar AS. Indikasi the Fed yang akan memberikan tendangan ekstra lebih tinggi, semakin memberatkan langkah Logam Mulia. Jika emas gagal membangun kenaikannya kembali, tren kenaikan harga mungkin sudah tamat ditahun ini dan masuk ke area penurunannya hingga akhir tahun.

Harga Emas untuk kontrak bulan Desember turun $ 16,50, atau hampir 1,4%, di harga $ 1,208.60 per troy ons. Ini sekaligus mencatat penurunan sebesar 2% untuk minggu ini, terendah sejak 10 Oktober. Indeks Dolar AS Dollar AS, (DXY), naik 0,2% pada hari Jumat, setelah naik sekitar 5,2% dari tahun ke tahun, didorong oleh kebijakan pengetatan dari The Fed.

Emas mengalami kerugian keempat dalam lima sesi terakhir pada hari Kamis, kemudian berjuang untuk berbalik arah dalam perdagangan elektronik dengan dolar AS yang memperpanjang kenaikan setelah pembaruan kebijakan terbaru dari Federal Reserve mengisyaratkan bank sentral masih berniat menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini dan awal tahun depan.

Secara gamblang terlihat dari pernyataan The Fed pada hari Kamis bahwa kenaikan suku bunga sekali lagi pada akan dilakukan pada bulan Desember. Suku bunga riil yang lebih tinggi, berdasarkan komentar Fed, dan dolar AS yang sedikit lebih kuat mempertahankan tekanan pada harga emas.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan dolar dan permintaan suram untuk komoditas denominasi dolar, termasuk logam mulia. Dengan rencana pengetatan kebijakan lebih lanjut, harga emas akan menghadapi angin sakal ditahun 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here