Home / Hukum - Kriminal / Pemerintah

Rabu, 14 Juni 2023 - 18:57 WIB

Disdikbud Kaltim Wajibkan Seleksi PPDB Tingkat SMA/SMK Tes Narkoba

Muhammad Kurniawan - Kepala Disdikbud Kaltim

Muhammad Kurniawan - Kepala Disdikbud Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, eksposisi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mewajibkan tes narkoba dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK.

Kepala Disdikbud Kaltim Muhammad Kurniawan, menjelaskan ketentuan  tersebut berdasarkan surat rekomendasi Nomor 400.7/2569/Disdikbud.III, mewajibkan peserta didik baru  melakukan tes urine di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda.

Kebijakan tersebut tercantum pada Pasal 6 ayat (3) dalam Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB SMA/SMK Negeri di Provinsi Kaltim tahun pelajaran 2023/2024. Peserta didik diwajibkan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba yang dikeluarkan instansi yang berwenang.

“Ada yang berbeda dari Penerimaan PPDB jenjang SMA/SMK di Kaltim tahun ini, kami mewajibkan kepada peserta didik untuk melakukan tes narkoba terlebih dulu,” kata Muhammad Kurniawan.

Baca Juga :  Sekda Ajak Masyarakat Hadir ke TPS untuk Sukseskan PSU Pilkada Kukar

Kurniawan menuturkan,  selanjutnya surat keterangan bebas narkoba itu diserahkan paling lambat satu bulan setelah peserta didik sudah sah diterima pada sekolah tertentu.

“Kalau sesuai dengan Juknis itu, mereka yang diterima nantinya dilakukan tes narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, peserta didik baru tidak diwajibkan tes urine harus  di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, melainkan dibebaskan untuk melakukan tes  di mana saja, yang terpenting instansi kesehatan memiliki syarat dan wewenang mengeluarkan surat keterangan bebas narkoba.

Baca Juga :  Pemkab Kukar Raih Penghargaan Beruntun, Bukti Kerja Keras Edi-Rendi dan Jajaran

Kurniawan menambahkan, Disdikbud Kaltim juga akan melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional  (BNN) terkait tes narkoba tersebut.

“Kita bebaskan peserta didik bisa ke Laboratorium Kesehatan (Labkes), Rumah Sakit, Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan (Faskes) lainnya, mereka mempunyai tarifnya masing-masing, bahkan nanti kita kerja sama dengan BNN, kalau BNN tentu tarifnya lebih murah,” katanya.

Jika ada peserta didik baru yang dinyatakan positif narkoba, maka tentu tidak akan diloloskan untuk diterima di sekolah mana pun.

“Tidak mungkin sekolah meloloskan atau menerima calon siswa yang positif menggunakan narkoba, regulasi jelas melarang hal tersebut,” pungkasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Guna Mempercepat Pembangunan, Kepala OIKN Melakukan Pertemuan dengan Pimpinan Perbankan

Advertorial

Tersisa 94 Peserta, Rekrutmen Pendekar Idaman 2023 Memasuki Tahapan Tes Wawancara

Pemerintah

Pastikan Persiapan Berjalan Lancar, Wabup Rendi Solihin Meninjau Venue Kukar Land Festival

Advertorial

Disdikbud Kutim Terus Berupaya Tingkatkan Daya Tampung Pendidikan

Advertorial

Anggota DPRD Kaltim Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60

Pemerintah

Bupati Kukar Merotasi Pejabat Administrator dan Pengawas Sebagai Awal Penyegaran Birokrasi

Advertorial

Komisi IV DPRD Kaltim Minta Pemprov Tingkatkan Kualitas SLB

Advertorial

Pembangunan Rumah Sakit Muara Badak Progresnya Sudah 80 Persen