Emas Dihantam Harapan Kesepakatan AS – Cina

178
Banner Top Article

Eksposisi – Emas berjangka mengalami penurunan tajam pada perdagangan sesi Kamis di Asia seiring menajamnya risk appetite menyusul laporan AS dan Cina tengah menyelesaikan berbagai memorandums of understanding (MoU) kesepakatan dagang.

Mengutip sumber yang mengetahui perkembangan ini, Reuters melaporkan bahwa MoUs tersebut akan mencakup sektor termasuk agrikultur, batasan non-tarif, jasa, teknologi dan kekayaan intelektual. Lagkah tersebut merupakan perkembangan paling signifikan menuju berakhirnya perang dagang AS – Cina, Reuters mewartakan.

Sumber mengatakan bahwa garis besar dari apa yang bisa menghasilkan kesepakatan mulai muncul dari pembicaraan tersebut, meski sumber juga memperingatkan bahwa bahwa pembicaraan tersebut masih bisa gagal.

Berita itu pun menjadi pendorong bagi ekuitas Asia pada Kamis, sementara merugikan emas sebagai safe-haven merosot.

Emas berjangka diperdagangkan turun 0,5% menjadi $1.340,95 per ons pada perdagangan di divisi Comex bursa New York Mercantile Exchange.

Risalah dari pertemuan Federal Reserve AS di Januari menjadi pusat perhatian di hari ini sebelumnya, kaena the Fed mensinyalir mereka sedang bersiap untuk menghentikan pemangkasan neraca keuangan di tahun ini.

“Hampir semua peserta rapat memperkirakan ini akan menjadi sesuatu yang sangat dinantikan untuk diumumkan sebelum terlalu lama penantian rencana untuk menghentikan pengurangan kepemilikan aset Federal Reserve di tahun ini,” risalah pertemuan menunjukkan.

The Fed juga menunjukkan keinginannya untuk tetap menahan suku bunga untuk mendapatkan kondisi ekonomi AS yang lebih baik sejauh mana memburuknya pertumbuhan global.

Dalam lingkungan suku bunga yang lebih lemah, minat investor terhadap emas menguat karena biaya peluang untuk memegang logam mulia tersebut relatif berkurang terhadap aset berbunga lainnya seperti obligasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here