Emas Manfaatkan Kegagalan Dolar AS

82
Emas dan Dolar AS
Banner Top Article

Harga emas terus menguat di sesi senin melanjutkan kenaikan mingguan pertamanya dalam tujuh pekan terakhir, menyusul kegagalan dolar AS untuk rebound setelah pekan lalu turun tajam.

Pergerakan yang bertolak belakang antara logam mulia dan greenback tersebut terus berlanjut di sesi Senin ini. Dengan emas kontrak perdagangan Desember naik $2,70, atau 0,2%, di harga $1.216 per ons setelah indeks dolar turun 0,3% ke level 94,828. Perdagangan antara emas dan dolar AS selalu berlawanan. Di kala emas menguat di saat itu dolar melemah begitu juga sebaliknya. Karena emas diperdagangkan dalam mata uang dolar AS.

Di sesi Jumat pekan lalu, emas torehkan kenaikan $19,30, atau 1.6%, dan ditutup di level $1.213,30 per ons, penutupan tertingginya dalam tiga pekan dan persentase kenaikan terbesarnya dalam satu hari sejak terakhir kali dicapai pada maret silam, menurut data FactSet berdasarkan kontrak yang paling aktif. Emas catat kenaikan sekitar 2,5% untuk pekan tersebut.

Indeks dolar AS di bursa ICE, indeksasi popular terhadap enam mata uang mayoritas, turun 1% untuk pekan lalu, dan membuat emas harus menorehkan tinta merah penurunan mingguan tertajamnya sejak Februari silam. Meski demikian, indeks dolar masih mencatat kenaikan 0,3% sepanjang Agustus ini seiring peluang kenaikan suku bunga meningkatkan biaya oportuniti untuk kepemilikan aset non yielding seperti emas, sehingga mendongkrak dolar AS.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell, pada Symposium tahunan Fed di Jackson Hole, Wyoming, mengatakan, peningkatan suku bunga AS bertahap masih cukup wajar dan tidak ada resiko ‘overheating’ ekonomi di sana. Beliau juga berujar bahwa dia dipersiapkan untuk melakukan hal apapun yang diperlukan jika inflasi tidak tertahan untuk naik atau “atau jika krisis kembali mengancam.”

Sementara itu, salah satu ketidakpastian yang lebih besar pada ekonomi adalah mengenai perdagangan dan tarif. The Wall Street Journal melaporkan bahwa AS dan Meksiko hampir mencapai kesepakatan tentang isu-isu utama yang menahan renegosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Analis telah mengamati kemampuan emas untuk bertahan di level $1.200 setelah pasar telah bergerak bearish berdasarkan posisi sell, atau keyakinan bahwa harga aset akan jatuh.

Adapun sisi permintaan, para analis mengawasi India. Asosiasi Pedagang Emas & Perak Seluruh Kerala di negara bagian Kerala, negara bagian pembeli emas terbesar di negara itu, memperkirakan permintaan emas akan merosot setengahnya pada bulan September akibat kerusakan banjir, tim Commerzbank mencatat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here