emas

Emas kembali terseok untuk empat sesi perdagangan berturut, Selasa, atas terdongkraknya harapan stimulus global dan ekspektasi kemungkinan meredanya perang dagang antara Cina dan AS sehingga mendongkrak risk appetite.

Emas spot berada di level 1.490,10 per ons atau turun 0.6 persen setelah sentuh level terendahnya sejak 13 Agustus pada level 1.486 di awal sesi. Harga emas turun sebanyak 5 persen sejak menyentuh level puncak di lebih dari 6 tahun di level 1.557 pada 4 September. Emas berjangka AS turun 0.8 persen ke level 1.498,50.

Perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat telah membuat pasar secara global lesu sejak pertama sekali terjadi lebih dari setahun silam, sehingga memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global. Namun, kekhawatiran pasar sedikit reda atas keputusan pembicaraan yang akan berlangsung di awal Oktober di Washington.

Sebelumnya pada hari ini, data menunjukkan inflasi konsumen (CPI) Cina di Agustus meningkat melampaui ekspektasi, sementara inflasi produsen (PPI), sebuah barometer utama profit koorporasi, kontrasi lebih rendah dari perkiraan, mendesak Beijing untuk meningkatkan stimulus ekonominya seiirng semakin mneingkatnya perselisihan dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Senin, mengatakan bahwa beliau tidak melihat adanya ancaman resesi atas langkah presiden Donlad Trump untuk kembali melakukan negosiasi, dan memperkirakan akan menjadi tahun yang positif bagi ekonomi AS.

Pada perdagangan logam mulia lainnya, platinum merosot 1,2 persen ke level $935,20 per ons, sementara palladium turun ke level $1.542,34 dan perak turun 0,2 persen ke level $17,92 per ons.

Sementara itu, kepemilikan emas SPDR Gold Trust, bursa perdagangan emas terbesar dunia, turun 0,82 persen menjadi 882,42 ton pada Kamis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here