Euro Menguat Dibawah Bayang-Bayang Tekanan Dolar

17
Euro
Banner Top Article

EKSPOSISI –  Dengan tekanan Dolar AS, Euro dan Poundsterling berusaha pertahankan stabilitasnya perdagangannya pada Jumat (23/11). Kesepakatan Brexit yang mulus antara Uni Eropa – Inggris menjadi pijakan kuat kedua mata uang ini.

Pelaku pasar menyambut baik kesepakatan awal ini dimana hambatan perdagangan yang menjadi masalah utama mereka bisa dihindari. Alhasil baik Euro dan Pound naik, mencari peluang memperpanjang kenaikan sebelumnya. Pun demikian, tekanan jual tidak hilang begitu saja dari pasar, mengingat potensi kenaikan dolar dari rencana The Fed menaikkans suku bunga diakhir tahun.

Indek Dolar AS melemah tipis pada 96,5, karena kekuatan di euro dan sterling, yang bersama-sama memberikan kontribusi tekanan 70 % kepada indeks dolar. Dolar telah melemah untuk dua sesi perdagangan berturut-turut dan lebih rendah dari level tertinggi 16 bulan di level 97,69 pada awal bulan ini.

Pun demikian, pelaku pasar merasa skeptis dengan laju kenaikan suku bunga ini. Sejumlah indikator ekonomi AS yang mengecewakan, menimbulkan harapan The Fed akan menunda atau mengurangi agresifitasnya dalam menaikkan suku bunga.

Secara teknis, Euro terlihat tren penurunannya dan tampaknya akan terus berlanjut. Formasi “Head ands Sholuder” terbalik memantul dari posisi terendah pada 12 November lalu. Bahu kanan perlu dikembangkan, diikuti oleh dorongan di luar neckline dan resistensi harga baru-baru ini di sekitar 11450-500.

Reli ke titik itu bisa menawarkan risiko  lain bagi para pedagang untuk mencapai titik tertinggi kunci. Dengan outlook bearish yang lebih luas, potensi bullish dalam jangka pendek masih tertahan dilevel resisten, membuat aksi beli menjadi menarik dan lebih efektif.

Jika Euro diperdagangkan lebih rendah dari level 11300 maka akan mengkonfirmasi penurunan lebih jauh, untuk menembus garis bawah tahunannya, sebagai langkah selanjutnya. (HQEEM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here