Eksposisi – Pada rapat the Fed yang diselenggarakan Rabu (18/9) waktu Washington, otoritas keuangan tertinggi di negara Paman Sam tersebut akhirnya memutuskan untuk menurunkan suku bunga seperempat basis poin sesuai dugaan banyak pelaku pasar.

Keputusan tersebut diambil demi menopang perekonomian ditengah-tengah tidak menentunya prospek ekonomi, utamanya akibat kebijakan perang dagang yang ditempuh Presiden Donald Trump.

Dalam pengambilan keputusan, ada tiga anggota yang memilih tidak memberikan suaranya. Sementara dua orang, yaitu Presiden the Fed Boston, Eric Rosengren dan Presiden the Fed Kota Kansas Esther George menolak pemangkasan suku bunga.

Dalam konferensi Press nya, ketua the Fed Jerome Powell mengatakan institusinya akan bertindak sesuai kebutuhan. Dan tujuh anggota the Fed lainnya yakin akan ada satu kali lagi pemangkasan suku bunga sampai akhir tahun.

Jika tidak Oktober, maka pemangkasan akan dilakukan di Desember.

Meski Powel berkeyakinan prospek ekonomi AS cukup baik, namun resiko-resiko terhadap pertumbuhan tetap ada, utamanya setelah mendapat informasi dari kontak bisnis diseluruh dunia bahwa ketidakjelasan prospek ekonomi telah mempengaruhi investasi dan ekspor AS. “Jika ekonomi mengalami penurunan maka serangkaian pemangkasan suku bunga diperlukan, ungkap Powell.”

Atas keputusan itu, sang presiden tampak kesal. Dalam pernyatannya lewat Twitter, Trump mengatakan bahwa the Fed tidak punya nyali, tidak rasional dan tidak punya visi dan komunikator yang buruk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here