Sebuah film tak hanya hiburan semata, tapi juga menyampaikan pesan misi kemanusiaan. Demikian juga dengan film ‘Hanya Manusia’ yang diniatkan Divisi Humas Polri, PH yang memproduksi film tersebut, untuk mengungkap human trafficking (Perdagangan Manusia) dan mengangkat sisi humanis polisi.

Setelah sukses dengan film ‘Pohon Terkenal’, Divisi Humas Polri kini memproduksi film kedua yang disutradarai oleh Tepan Kobain dan skenarionya ditulis oleh Monty Tiwa.

“Film ini sengaja mengambil tema human trafficking karena aksi human trafficking luar biasa saat ini, ” kata Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. M. Iqbal usai press screening film ‘Hanya Manusia’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).

Iqbal membeberkan, film ini juga mengangkat sisi-sisi humanis dari seorang polisi yang jarang diketahui publik. “Polisi itu manusia, bukan superman, dia punya hati. Tapi harapan masyarakat tidak mau tahu, polisi harus melindungi, mengayomi, tidak boleh salah, ” beber Iqbal.

Iqbal berharap film ini akan menjadi sebuah tontonan yang punya nilai edukasi dan informasi tentang perdagangan manusia yang sangat tidak manusiawi dan melanggar UU di dunia. “Kita harapkan film ini juga sekaligus menjadi hiburan yang punya nilai positif untuk masyarakat dan tentang sisi menarik lainnya dari dunia seorang polisi yang hanya manusia, ” Iqbal menegaskan.

Dipilihnya tema perdagangan manusia, kata Iqbal, karena sudah menjadi hal yang harus disoroti bersama. “Isu ini sudah jadi isu internasional bukan lagi nasional. Dan jarang sekali film Indonesia mengangkat isu ini,” pungkas Iqbal.

Adapun, pemeran utama Prisia Nasution mengakui harus menyiapkan diri agar lebih lihai berakting bela diri dan menggunakan senjata. Hal itu ia lakukan agar maksimal dalam melakoni karakter Annisa seorang Polwan. “Jadi sebelumnya saya sudah latihan-latihan sendiri dan suka menembak juga jadi senjata sama sekali tidak terlalu asing bagi saya,” ungkap

Prisia menilai kalau dari kepolisian persiapannya sangat cepat. “Enggak ada pelatihan khusus untuk menggunakan senjata,” paparnya.

Dapat kesempatan untuk membintangi film tersebut, Prisia senang polisi kembali menghadirkan film yang kali ini bertema perdagangan orang. “Dalam film ini saya sebagai mendapatkan informasi lebih. Semoga masyarakat semakin tahu,” pungkas Prisia

Film ‘Hanya Manusia’ berkisah tentang seorang perwira muda bernama Annisa (Prisia Nasution) yang tergabung dalam Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara. Bersama Iptu Aryo (Lian Firman), Annisa ditugaskan mengusut sebuah kasus penculikan.

Konflik dalam film Hanya Manusia ini bermula ketika Dinda (Shenina Cinnamon), adik perempuan Annisa, menjadi korban penculikan dalam kasus yang sama. Ternyata, kasus penculikan tersebut menjadi bagian dari aksi kejahatan sebuah sindikat human trafficking.

Dibintangi oleh Prisia Nasution, Yama Carlos, Lian Firman, Tegar Satrya, Verdi Solaeman, Soleh Solihun dan artis lainnya, film ini tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 7 November 2019 mendatang.

Film ‘Hanya Manusia’ Ungkap Human Trafficking & Sisi Humanis Polisi 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here