Foto: (kiri-kanan) aktor Malaysia Wanji Aswandi, aktor Malaysia Ayie Hushairi dan produser Gustom Gunawan

Film tak hanya menjadi hiburan semata, tapi juga bisa mempererat hubungan dua negara. Demikian yang mengemuka dari film Nyimas yang mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia. Hal tersebut karena film itu universal. Apalagi film ini mengangkat kesenian tradisional sinden jaipongan di Jawa Barat, khususnya Subang, yang kental kearifan lokal.

“Film Nyimas ini mengangkat kesenian tradisional sinden jaipongan di Jawa Barat, khususnya Subang, “ kata produser Gustom Gunawan dalam acara selamatan 3 film terbaru produksi Harry Dagoe Suharyadi: Nyimas, Nginep, Qasidah Barjanji di Kafe Konco, Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).

Gustom membeberkan syuting filmnya di Subang, Majalengka dan Kuningan. “Kita tidak syuting di Malaysia, tapi menggunakan pemain Malaysia dan sutradara Malaysia, “ bebernya.

Menurut Gustom, film Nyimas berkisah tentang sinden jaipongan yang disukai oleh orang Malaysia yang ceritanya datang ke Indonesia. “Aktor Malaysianya, yaitu Ayie Hushairi dan Wanji Aswandi, “ ungkapnya mantap.

menarik

Sementara itu, Ayie Hushairi menyampaikan bahwa film ini menjadi pengalaman pertamanya syuting di Indonesia. “Saya mendapatkan pengalaman menarik tentang produksi film di Indonesia, “ ujarnya.

Dalam film Nyimas, Ayie mendapat peran sebagai orang Malaysia yang datang ke Indonesia. “Sekarang kita sedang dalam persiapan produksi filmnya, “ terang Ayie.

Ayie menyebut dirinya sudah membintangi enam film di Malaysia. “Empat film yang sudah tayang, yaitu Pontianak Harum Sundal Malam, Ada Bola, Budak Kelantan, Nuphan, Polis Evo dan Bikers Kental. Sedangkan dua film saya akan tayang, yaitu Mama dan Coast Guard, “ paparnya.  

Menurut Ayie, dari dunia perfilman yang digelutinya, ia mendapat banyak penghargaan, seperti di antaranya, Pelakon Pembantu Lelaki Terbaik (Festival Filem Malaysia (FFM) 2016) dan Pelakon Pembantu Lelaki Terbaik Filem (Anugerah SKRIN 2016). “Alhamdulillah, saya juga mendapat kesempatan menjadi wakil Delegasi Filem Malaysia ke Festival Filem Asia Pasifik 2017 di Guang Zhou, China, “ tuturnya penuh rasa syukur.

tantangan

Adapun, Wanji Aswandi menyampaikan persiapan produksi film ini. “Menurut saya, sistem syuting film di Malaysia beda dengan di Indonesia yang penuh tantangan, tapi saya yakin dapat mengatasinya,“ uajr Wanji penuh percaya diri.

Wanji mengaku dirinya memahami tentang film horor ada dua fungsi, yaitu mengejutkan orang dan memberi ketakutan. “Saya memilih untuk memberi ketakutan, bukan untuk membuat kejutan dalam film, “ tegasnya.

Dalam film ini, Wanji mendapat peran sebagai orang Malaysia yang dibesarkan di Indonesia. “Semalam saya baru sampai disini dan kita masih mendiskusikan lebih dalam peran dan karakter seperti apa yang akan saya lakoni, “ jelasnya.

Wanji senang mendapat kesempatan untuk main dalam film ini. “Saya belum pernah main film, tapi saya mengambil kesempatan untuk main film ini, jadi saya akan menunjukkan akting sebaik mungkin, “ pungkas Wanji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here