31.5 C
Jakarta
Minggu, 25 Agustus 2019
Beranda Review Film Film Wedding Agreement Syarat Pesan-Pesan Keagamaan

Film Wedding Agreement Syarat Pesan-Pesan Keagamaan

0
Film Wedding Agreement Syarat Pesan-Pesan Keagamaan

Film tak hanya hiburan semata, tapi juga dapat menyampaikan pesan dari pembuatnya. Bahkan film bukan sekedar tontonan, tapi juga tuntunan. Demikian yang mengemuka dari film Wedding Agreement. Sebuah film produksi Starvision yang syarat dengan pesan-pesan keagamaan.

“Memang temanya tentang pernikahan yang syarat dengan pesan-pesan keagamaan tentang isu-isu di masyarakat, yaitu menikah tanpa pacaran, “ kata produser Chand Parwez Servia saat jumpa pers di Lounge Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019).

 

Chand Parwez membeberkan film terbaru yang diproduserinya. “Filmnya menjadi light kaya jetcoaster, ada lucunya, ada nangisnya dan terima kasih. Itu film yang ditulis oleh Archie dan novelnya ditulis oleh Mia,” bebernya.

 

Menurut Chand Parwez, film ini menyuguhkan konflik klasik dengan penyajian yang berbeda. “Emosi penonton akan dibawa naik turun, dan juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh sang tokoh utama, Indah Permatasari, “ paparnya.

 

Sedangkan, sutradara Archie Hekagery menyampaikan pengalaman dan proses penggarapan dalam dunia hiburan. “Kebetulan pas baca novelnya Mba Mia ini bisa menuliskan pesan-pesan keagamaan dengan light. Bukan, ‘kalau nggak salat masuk neraka, lho’. Tidak mendoktrin secara keras. Caranya halus. Itu yang saya tangkap dari novel pas baca. Novelnya memang light banget,” kata Archie.

 

“Wedding Agreement” berkisah tentang Bian dan Tari yang menikah karena dijodohkan. Berbeda dengan Tari yang menerima pernikahan tanpa pacaran ini, Bian merasa terpaksa menjalaninya. Bian mengikuti keinginan orangtuanya untuk dijodohkan karena bakti kepada sang ibu.

 

“Jadi Bian itu kan menikah tanpa pacaran itu sangat tabu. Tapi setiap dia menjalankan, dia menemukan cinta di luar ekspektasi dia, cinta yang membuat dia lebih baik yang tidak dia temukan,” ujar Refal Hady, pemeran Bian.

 

Meski menerima dijodohkan oleh Tari, Bian sudah mempunyai kekasih hati bernama Sarah yang dia cintai sejak kuliah. Tari yang awalnya optimistis bahwa cinta bisa datang kemudian dalam ikatan yang halal menjadi pesimistis. Pasalnya, sejak hari pertama menikah, Bian sudah menyodorkan surat perjanjian pernikahan.

 

Surat tersebut berisi bahwa mereka, baik Bian dan Tari akan menjalani pernikahan pura-pura selama satu tahun dan Bian akan menceraikan Tari sesudahnya. Alasan Bian sederhana, yaitu karena dia mencintai Sarah dan berniat menikahi kekasihnya itu setelah berpisah dengan Tari.

 

Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Mia Chuz ini mengangkat tema pengorbanan seorang istri kepada suami dengan segala rintangannya.

 

 

 

Namun, Tari pantang menyerah. Dia berusaha mengambil hati Bian dengan berbagai cara. Walau sering sakit hati karena Bian sering mengabaikannya demi Sarah. Perlahan Tari mengajak Bian untuk hijrah, diawali dengan melakukan kewajiban sebagai laki-laki muslim yaitu salat di masjid. Selain itu, Tari juga membawa Bian ke pengajian.

 

“Saya melihat Tari ini mempertahankan rumah tangga bukan karena takut sama suami tapi karena Tuhan,” kata Indah, pemeran Tari.

 

Film arahan sutradara Archie Hekagery ini dibintangi Indah Permatasari (Tari), Refal Hady (Bian), Aghiny Haque (Sarah), Jeff Smith (Aldi), Ria Ricis (Ami), Bucek (Papa Bian), Unique Priscilla (Mama Bian), Mathias Muchus (Pakde), Ria Irawan (Bude), Firgie Brittany (Kinan), Yati Surachman (Bi Darmi) dan Teddy Snada (Ustad Ali). Film ini tayang di bioskop pada 8 Agustus 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here