Eksposisi.com – Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita. Begitu juga dengan bencana Gempa Jogja yang dapat diambil hikmahnya, bahkan menjadi inspirasi dari sebuah karya film berjudul ‘Ku Tak Percaya Kamu Mati’. Hal itu disampaikan Wimbadi sutradara dan penulis skenario film tersebut.

“Ide film ini terinspirasi dari peristiwa nyata yang saya alami sendiri paska gempa Jogja, “ kata Wimbadi saat ditemui di kantin Gedung Film Jl. MT Haryono, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Wimbadi membeberkan, pada saat gempa Jogja ia sedang doa bersama team produksi ‘Hidayahmu’ yang tayang di TPI. “Tiba-tiba ada pesan masuk yang memberitahukan bahwa Jogja gempa dan daerah saya ternyata yang paling parah terkena dampak gempa, “ bebernya.

Selesai syuting, Wimbadi langsung minta izin pada produser untuk segera pulang ke Jogja. “Setelah itu, saya telpon adik-adikku untuk berangkat ke bandara, tapi tiketnya habis. Karena itu kita naik taksi dengan kecepatan tinggi ke Gambir. Begitu sampai Gambir kereta Argo Lawu mau berangkat, kita nekad masuk tanpa karcis dan ternyata di dalam banyak orang yang menangis, “ paparnya.

Sampai ke Jogja, lanjut Wimbadi, ia melihat rumah kunonya yang besar sudah luluh lantak rata dengan tanah. “Anakku nangis, karena rumah itu begitu sangat istimewa, betapa memang banyak kenangan yang kami lewatkan disitu,“ kenangnya.

Menurut Wimbadi, dari peristiwa Gempa Jogja, ia punya cerita, yang awalnya dari kejadian nyata yang ia alami sendiri paska gempa Jogja, yakni dirinya ngobrol dengan tetangganya dan itu terjadi siang hari di halaman. “Tetangga saya sudah tua dan kalau saya datang, yang nyambut saya selalu beliau. Tidak tahunya, besok sore saya ketemu dengan cucunya, saya cerita kalau saya bertemu dengan simbahnya, cucunya tidak percaya karena simbahnya sudah meninggal jadi korban gempa Jogja. Saya tentu saja kaget sampai harus sumpah-sumpah karena saya memang benar-benar nyata bertemu dan ngobrol dua jam dengan simbahnya, “ tegasnya.

Sampai sekarang, kata Wimbadi, ia masih ingat betul kostum yang dipakai tetangganya. “Ini soft horor, semacam film Ghost yang pernah dibikin Amerika. Nah, dari situ saya punya ide untuk membuat film ‘Ku Tak Percaya Kamu Mati’ ini, hanya saja kebalikannya, saya ubah cerita yang meninggal cucunya bukan neneknya, dan kemudian saya kembangkan,“ tandasnya.

‘Ku Tak Percaya Kamu Mati’ berkisah tentang Bagong yang jadi korban tabrak lari diperankan Raditya Evandra. Kinasih (Kinaryosih), budenya yang merawatnya sejak kecil karena ibunya (Farah Maudina) depresi akibat lelaki yang menghamilinya, minggat. Ibunya yang lumpuh tak tau kalau anaknya sudah meninggal. Fantar (WS Agantaran), teman Bagong, yang tidak percaya kalau Bagong mati. dianggap gila oleh teman sekelasnya. Keyakinan itu yang membuat arwah Bagong kembali ke alam nyata. Dua sahabat beda alam ini berjalan kembali seperti biasa. Bagong kembali merawat ibunya Selanjutnya dua sahabat ini mencari si penabrak.

Film produksi Tentrem 9 Film ini dibintangi Raditya Evandra, Kinaryosih, Farah Maudina, Deddy Sutomo, Niniek L Karim, Pritt Timothy, WS Agantaran, Daniel Rizky, Renie Arumsari, Shafa Jambo, Guendho Sinubo N, Kreftianto, Yohana, Suminten. Film ini rencananya akan tayang di bioskop pada tanggal 10 Oktober 2019.

Garap Film ‘Ku Tak Percaya Kamu Mati’, Wimbadi Ungkap Peristiwa Nyata Paska Gempa Jogja 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here