Harry Dagoe Suharyadi termasuk sutradara film yang gelisah. Ia selalu melakukan sesuatu yang baru dalam film-film garapannya. Dalam menggarap film ‘Qasidah Berjanji’ dan ‘Nginep’, ia ingin fresh dengan menampilkan wajah-wajah baru. Resikonya, ia harus ekstra tenaga, waktu dan pikiran untuk menggembleng para pendatang baru. Tapi dengan demikian ia puas dapat membuat film sesuai keinginannya.

“Film tentu tak lepas dari sistem dimana itu menjadi gacoan tapi juga menjadi bumerang, “ kata Harry Dagoe, dalam acara selamatan 3 film terbaru produksi Harry Dagoe Suharyadi: Nyimas, Nginep, Qasidah Barjanji di Kafe Konco, Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).

Harry membeberkan dirinya pernah membuat film yang penuh dengan bintang-bintang tenar, yaitu di film ‘Cinta Setaman’. “Sebuah film  yang dibintangi aktor-aktris senior, seperti di antaranya Slamet Rahardjo, Jajang C.Noer, Nicholas Saputra, Inul Daratista, Djenar Maesa Ayu, Julia Perez dan lain-lain, “ bebernya.

Melihat kenyataan itu, Harry mengaku tak bisa membayangkan kalau orang menonton film akan terganggu dengan pemain yang sudah melekat image-nya dengan film sebelumnya yang dibintanginya. “Saya tak menginginkan hal itu terjadi, sehingga dalam menggarap film Qasidah Berjanji dan Nginep, saya ingin fresh dengan menampilkan wajah-wajah baru, “ paparnya.

Dengan menampilkan wajah-wajah baru, kata Harry, ia memang mengambil resiko yang tinggi dengan harus ekstra tenaga,waktu dan pikiran untuk menggembleng para pendatang baru itu. “Tapi dengan demikian saya puas dapat membuat film sesuai keinginan saya, “ ungkapnya bangga.

Harry menyampaikan kini siap menggarap tiga film sekaligus dalam waktu dekat ini, yakni film ‘Nyimas’, ‘Nginep’ dan ‘Qasidah Berjanji”. “Seru juga memiliki tiga pekerjaan yang waktunya bersamaan,” ujarnya.

Namun demikian, Harry sebagai sutradara ia tidak akan bisa bekerja tanpa naskah.

“Kebetulan pekerjaan ini datang hampir bersamaan, untuk film ‘Qasidah Berjanji’ dan ‘Nginep’ saya menyutradarai. Kalau film ‘Nyimas Selendang Merah’, saya hanya mensupervisi saja. Jadi insya Allah bisa kepegang kedua pekerjaan ini,” tegasnya.

Sebagai sutradara yang kini mendapat kesempatan untuk menggarap tiga film sekaligus tersebut, Harry berharap apa yang dikerjakannya bisa bermanfaat. “Setiap mengerjakan film, saya berharap bisa memberi inspirasi dan memotivasi masyarakat luas. Khususnya yang menyaksikannya,” pungkas Harry Dagoe Suharyadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here