Harga Emas Terkoreksi, Bersiap Menyambut Divali

57
Banner Top Article

ESANDAR, Jakarta – Harga emas turun dalam perdagangan di akhir pekan lalu. Jatuhnya harga logam mulia terdesak penguatan Dolar AS setelah laporan pekerjaan AS dibulan Oktober yang lebih kuat dari perkiraan.


Untuk kontrak dengan pengiriman bulan Desember, harga emas turun $ 5,30, atau 0,4%, untuk menetap di $ 1,233.30 per ounce. Ini mengakhiri minggu sekitar 0,2% lebih rendah. Pada hari Kamis, emas menetap di level tertinggi lebih dari tiga bulan, naik 1,9% karena dolar AS melemah, meningkatkan permintaan atau logam mulia dalam denominasi dolar.

Perekonomian AS menambahkan 250.000 pekerjaan baru pada bulan Oktober, melampaui perkiraan konsensus 208.000, sementara tingkat pengangguran tidak berubah pada 48 tahun terendah 3,7%. Penghasilan per jam rata-rata melihat pertumbuhan 12-bulan meningkat menjadi 3,1% dari 2,8% pada bulan September.

Sebagaimana telah diperingatkan sebelumnya bahwa laporan pekerjaan bulan Oktober yang kuat dapat membebani emas karena akan menggarisbawahi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga pada kecepatan stabil, mengangkat imbal hasil Obligasi dan dolar. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi juga dapat menjadi angin sakal untuk emas dan komoditas lainnya karena yang terakhir tidak menawarkan aliran pendapatan.

Imbal hasil pada obligasi As dengan masa tenor 10-tahun naik 6,2 basis poin pada 3,201%, sementara Indeks Dolar AS ICE yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang enam saingan utama, naik 0,3 % pada 96,542 karena harga emas menetap.
Laporan terkini dari tren permintaan emas oleh World Gold Council (WGC), yang menunjukkan pembelian bank sentral yang kuat dan adanya peningkatan selera konsumen. Sayangnya pertumbuhan pasokan dan aliran investasi masih lemah.

Dengan ketidakpastian dimana Pemilu Senat AS akan diselenggarakan Selasa dan pertemuan kebijakan moneter Fed minggu depan, harga emas akan terkonsolidasi setelah kemenangan beruntun terbaiknya sejak Januari. Pun demikian, menjelang datangnya Festival Divali di India, dimana lazimnya akan diikuti dengan kenaikan permintaan perhiasan emas, harga diperkirakan bisa naik. Walaupun pembelian akan suram, mengingat Rupee India saat ini yang tengah ditekan Dolar AS habis-habisan. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here