Hayono Isman Berharap Wajah Demokrasi di Indonesia Kembali Cerah

71
Banner Top Article

JAKARTA, EKSPOSISI.COM – Acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Kosgoro kali ini istimewa karena digelar setelah Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Perhelatan Pilpres masih menyisakan persoalan serius, bahkan sempat mencuatkan perpecahan di antara elemen bangsa. Untuk itu diperlukan kesadaran bersama seluruh komponen bangsa untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

berkualitas

“Pilpres itu merupakan proses yang harus dilalui sekaligus disyukuri, kita tetap optimis dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Ketua Umum (Ketum) Kosgoro, H Hayono Isman, dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Kosgoro dengan tema ‘Pancasila dan Tri Dharma Kosgoro Komitmen Moral Persatuan Bangsa’ di Wisma Mas Isman, Jl. Cik Ditiro No. 34 Menteng, Jakarta Pusat,, Rabu (3/7/2019) malam.

 

Hayono mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya kader Kosgoro, agar jangan membawa-bawa SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). “Indonesia terbentuk oleh SARA. Namun, bisa juga rusak oleh SARA yang bisa memecah belah bangsa,” ungkapnya tampak begitu serius saat bicara dihadapan ratusan kader Kosgoro.

 

Hayono juga mengingatkan agar jangan sampai ada provinsi yang mau memisahkan diri. Indonesia harus tetap menjadi Negara Kesatuan yang utuh. “Kita berharap wajah demokrasi di Indonesia kembali cerah ke depannya,” tegasnya.

 

Ditambahkan dia bahwa wajah demokrasi akan ditentukan oleh kader-kader Partai politik (Parpol). Parpol menjadi lokomotif demokrasi. “Makanya, Parpol pengusung Jokowi-Mar’uf yang telah memenangkan perhelatan Pileg dan Pilpres 2019, harus menempatkan kader-kader berkualitas,” tutur dia.

 

Pada bagian lain Hayono Isman juga mengutarakan berdasarkan pengamatan ahli-ahli ekonomi, Indonesia bakal makmur pada tahun 2030 mendatang. “Kita juga berharap agar pelaksanaan Pemilu ke depan harus menjadi lebih baik, “ tandasnya.

Hayono Isman Berharap Wajah Demokrasi di Indonesia Kembali Cerah 1

kebersamaan

Sementara itu, Hj. Sumarni Padil, selaku Ketua LKK (Lembaga Kesenian & Kebudayaan) Kosgoro yang juga Ketua Panpel Halal Bi Halal Keluarga Besar Kosgoro, mengungkapkan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang ikut hadir, baik itu dari tokoh parpol, ormas maupun lembaga kemasyarakatan lainnya. “Terselenggaranya acara ini sebagai wujud kebersamaan kita sesuai dengan Tri Dharma Kosgoro, “ ungkap Hj. Sumarni Padil.

 

Hal senada juga diungkapkan Ketua Kebudayaan dan Kesenian Rakyat, BRAy Erna Santoso, Setelah cukup lama menghadapi situasi politik yang begitu amat sangat melelahkan, meminta agar semua elemen bangsa bersatu, terutama untuk dapat merajut tali silaturahmi. “Dari situ perjalanan bangsa ini harus memiliki landasan kuat untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, “ tegasnya.

 

Erna Santoso menyampaikan, bahwa Kosgoro merupakan organisasi independen, tidak berpartai dan tidak berpolitik. “Kita tetap mendukung pemerintah, siapa pun presiden dan wakil presiden yang terpilih di Pilpres 2019 ini,” pungkasnya.

Hayono Isman Berharap Wajah Demokrasi di Indonesia Kembali Cerah 2

 

Berita sebelumyaPenyanyi Anggun Gelar Konser Amal Jumat Mendatang
Berita berikutnyaKosgoro Ingatkan Pemerintah Buat Kabinet yang Kompak
Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan. Memenangkan berbagai lomba, seperti di antaranya: Pemenang Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999), Penulis Terbaik "Suara Mahasiswa" di Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta (1999), Pemenang Lomba Mengarang Pahlawan Nasional Mohammad Husni Thamrin di Jakarta (2004), Pemenang Favorit Lomba iB Kompasiana Blogging Day (2010), Pemenang Media Writing Competition Review Film “Laura & Marsha” (2013), Pemenang Cerpen Festival Fiksi Anak (2013), Pemenang Sinopsis Film Omnibus Laki-laki Lelaki (2014), Pemenang penulisan berita Moxplay (2017), Pemenang penulisan berita Superbrands (2017), Pemenang penulisan berita SC Johnson Gelar Nobar Film ‘Kartini’ bersama 500 Guru dan Dian Sastrowardoyo (2017), Pemenang penulisan berita launching single Hadija by Ussy Sulistiawaty (2019). Buku puisinya: Penyeberangan ke Masa Depan (1997), Cakrawala Menjelang (2000). Sedangkan, novelnya: Jejak Gelisah (2005), Chemistry (2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here