Dunia kerja begitu banyak ragamnya, yang mengingatkan kita pada cita-cita semasa kecil. Ada pekerjaan yang berhubungan dengan penerbangan, tapi jangan diketahui banyak orang, yaitu navigasi udara atau ATC = Air Traffic Controller. Sebuah pekerjaan yang prestise, modern dan penuh dengan tantangan.

Adalah Mr Hengky Poluan SH, STh,  MM, yang sekarang bekerja di dunia navigasi dengan jabatannya sebagai GM AirNav Halim dari tahun 2017 sampai sekarang. Sebelumnya, Hengky menjabat GM Airnav Solo (2015-2017). Dosen/ instruktur aviation dari tahun 2000 sampai sekarang itu tampak begitu enjoy dan menikmati pekerjaan tersebut.

Hengky Poluan: Air Traffic Controller Itu Prestise, Modern dan Penuh Tantangan 1

“Dunia navigasi udara atau bagi kami namanya dunia ATC = Air Traffic Controller. Sesuatu yang prestise, modern dan penuh dengan challenge, “ kata Mr Hengky Poluan SH, STh,  MM menerangkan awal ketertarikannya pada dunia navigasi udara kepada eksposisi.com, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Lulusan PLP Curug tahun 1990, Diploma 2 ATC STPI Curug, Diploma 3 Senior Air Traffic Controller (lulus 1997) itu membeberkan persyaratan untuk bekerja di dunia navigasi udara. “Mirip seperti masuk AKABRI dulu. Harus berbadan sehat jasmani (lulus medical check up oleh Balai kesehatan penerbangan di Kemayoran) dan rohani dan tentunya juga harus pinter secara akademik, “ bebernya.

Menurut Hengky, setiap Bandara pernah punya pengalaman yang spesial bagi dirinya sebagai pelaksana ATC, Supervisor, Instruktur, dan ATC Checker, baik di Bandara Sentani Jayapura, Wamena dan Bandara Soekarno Hatta. “Sentani dan Wamena peralatan sangat sederhana dan konvensional. Ketika di Soekarno Hatta. Lebih canggih dengan Radar Service, automation, digital dan ATC System, “ ungkapnya mantap.

Tentu ada suka duka dalam bekerja di navigasi udara, kata Hengky, kalau masalah pekerjaan atau fasilitas jika listrik mati, cuaca buruk, alat komunikasi, navigasi atau survellance radar mati atau mengalami gangguan. “Sukanya ada kepuasan di tengah situasi yang padat lalu lintas penerbangan, kita bisa mengatasi tanpa terjadi incident ataupun accident, “ ujarnya.

Hengky Poluan: Air Traffic Controller Itu Prestise, Modern dan Penuh Tantangan 2

Tantangan bekerja di navigasi udara, menurut Hengky, seperti di antaranya, pertama, jika ada pesawat kalau kehilangan kontak. Komunikasi bemasalah, atau ada gangguan frequency (jaming). “Kemudian, kedua, gangguan sinar laser ke cocpit pesawat. Ketiga, gangguan layang-layang. Keempat, gangguan balon udara yg terbang lepas. Kelima, yang lagi trend sekarang gangguan bahaya drone yang tidak mengikuti regulasi peraturan, “ tambahnya.

Hengky berpendapat, dunia navigasi udara di Indonesia, perkembangannya sangat luar biasa. “CNSA = Communication, Navigation, Surveillance, Automation, “ tegasnya.

Harapan Hengky ke depan terhadap dunia navigasi udara di Indonesia, yakni SDM, Supporting dan Fasilitas CNSA dan non CNSA terus ditingkatkan dengan metode baru. “Dan tentunya kesejahteraan karyawan AirNav Indonesia terus ditingkatkan seiring dengan tugas dan beban kerja yang bersangkutan, “ harapnya.

Hengky berpesan pada kaum milenial anak muda zaman sekarang mengenai dunia navigasi udara.”Hai anak muda. Ayo bergabung dengan dunia AirNav Indonesia yang penuh tantangan tapi penuh dengan prestise di dunia Aviation in the world. Keren deh pokoknya. Tidak kalah dengan dunia para pilot, “ demikian pesan Hengky Poluan.

Hengky Poluan: Air Traffic Controller Itu Prestise, Modern dan Penuh Tantangan 3

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here