Perang Laut Dalam Pemicu Perang Dunia Ketiga

95
Banner Top Article

Hunter Killer, nama kapal selam Amerika Serikat yang menjadi judul film aksi thriller terbaru mengisahkan tentang misi penyelamatan di laut dalam.

Jika dalam film First Man ketegangan berada di dalam kokpit pesawat, Hunter Killer ini memberikan sajian ketegangan di semua set. Kepanikan dan suasan mencekam di dalam kapal selam, ketegangan di laut ketika menghindari torpedo dan ranjau dan juga peperangan ala pasukan khusus AS di permukaan darat.

Dimulai dari misi penyelamatan di wilayah laut dalam Rusia, Kapten kapal selam Amerika Joe Glass (diperankan oleh Gerard Butler) terperangkap dalam kudeta politik. Parahnya, kapal selam Arkansas diperintahkan menuju pusat wilayah kekuatan laut Rusia, Polyarni.

Di sinilah, kepiawaian sang kapten dalam mengendalikan kapal selam dan beberapa konflik dengan beberapa perwira di dalam kapal selam diuji. Glass sendiri bukanlah seorang perwira yang lurus-lurus saja, bahkan beberapa gosip tentangnya sempat membuat awak kapal selam tidak meyakini. Namun, hanya dengan speech lima menit, Glass mampu mengambil hati dan keyakinan para awak kapal selam.

Untuk mencapai misinya tersebut, Glass akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan kapten kapal selam Rusia yang diselamatkannya. Gunanya agar bisa selamat melewati dan masuk ke wilayah Polyarni yang dipenuhi dengan ranjau dan sensor sonar.

“Who the hell is this Glass?”

Meskipun film ini sangat menegangkan, namun ceritanya sangat mudah ditebak. Seperti biasa, diakhir pertempuran, Amerika Serikat selalu keluar jadi pemenangnya.

Hal yang tidak biasa dalam Hunter Killer adalah sosok Presiden Amerika Serikat, seorang “Madame President” yang diperankan oleh Caroline Goodall dan sayangnya ini bukan tokoh sentral. Ataukah ini sebuah isyarat tuntutan Hollywood akan kepemimpinan nasional di Paman Sam. Karena bukan sekali ini saja Hollywood berimajinasi memiliki sosok presiden perempuan. (Aries Nugroho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here