IHSG Gagal Melanjutkan Tren Penguatannya

102
Gudang Garam menjadi salah satu top loosers dalam perdagangan hari ini, IHSG gagal memanfaatkan tren penguatannya. (Lukman Hqeem)
Gudang Garam menjadi salah satu top loosers dalam perdagangan hari ini, IHSG gagal memanfaatkan tren penguatannya. (Lukman Hqeem)
Banner Top Article

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) gagal melanjutkan tren penguatannya pada (Rabu, 29/8).

Sejak awal perdagangan, bursa efek Indonesia tertekan dan terus berada di zona merah pada kisaran level 6.003 – 6.035, oleh aksi jual Investor. Investor asing dominan melakukan aksi jual bersih senilai Rp207,68 miliar dengan total 503.434 lot.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini kembali menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 14.640. Sementara frekuensi perdagangan saham tercatat 180.871 kali transaksi sebanyak 5,4 miliar lembar saham senilai Rp 3,6 triliun. Sebanyak 137 saham menguat, 196 saham melemah dan 114 saham stagnan.

Faktor pendorong pelemahan IHSG karena lima sektor terkoreksi, dimana pelemahan terbesar terjadi pada sektor keuangan sebesar 1,27 persen. Kemudian pelemahan dilanjutkan oleh sektor konsumer melemah 0,63 persen, sektor infrastruktur melemah 0,57 persen, sektor properti melemah 0,45 persen dan sektor industri dasar melemah 0,24 persen.

Sementara sektor yang sedikit menahan pelemahan indeks adalah sektor perkebunan, sektor aneka industri, sektor pertambangan dan sektor perdagangan. Seluruhnya menguat masing – masing 1,98 persen untuk sektor perkebunan, 0,77 persen untuk sektor aneka industri, 0,2 persen untuk sektor pertambangan dan 0,01 persen untuk sektor perdagangan.

Daftar lima emiten teratas yang paling kuat berdasarkan indeks Kompas100 yaitu LPPF menguat 10,45 persen, BUMI menguat 5,40 persen, BWPT menguat 4,63 persen, ERAA menguat 4,51 persen dan ELSA menguat 4,39 persen.

Sedangkan emiten yang tertekan paling dalam yaitu JSMR melemah 0,21 persen, HMSP melemah 0,27 persen, KLBF 0,39 persen, POOL melemah 0,41 persen dan SCMA melemah 0,48 persen.

Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup dalam flat (28/08). Indeks Dow Jones berakhir menguat terbatas sebesar 0.06% ke level 26,065, S&P naik tipis 0.03% ke level 2,897 dan Nasdaq naik sebesar 0.15% ke level 8,030. Terbatasnya pergerakan indeks tersebut salah satunya dikarenakan sentimen negatif dari rilisnya data ekonomi AS.

Tercatat bahwa neraca perdagangan barang bulan Juli yang mencatatkan defisit sebesar US -72.2 miliar lebih besar dibandingkan defisit sebelumnya yang sebesar 67.92 miliar Dolar AS. Adapun rilisnya data indeks Kepercayaan konsumen AS bulan Agustus di level 133.4 sedikit bertumbuh jika dibandingkan bulan sebelumnya yang di level 127.9 nampaknya belum mampu mendorong kenaikan indeks lebih tinggi.

Berbeda dengan Indonesia, bursa-bursa Asia rata-rata bergerak positif siang ini. Sentimen positif ini terasa hingga mempengaruhi laju IHSG . Indeks Nikkei 225 naik 0,18% ke level 22.858,010. Indeks Hang Seng bertambah 0,24% ke level 28.410,400. Indeks Komposit Shanghai turun 0,21% ke level 2.772,100.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Matahari (LPPF) naik Rp 700 ke Rp 7.400, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 28.425, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 9.550 dan Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 13.150.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.325 ke Rp 72.825, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 425 ke Rp 43.750, ABM Investama (ABMM) turun Rp 320 ke Rp 1.680 dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 300 ke Rp 24.675. (Lukman Hqeem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here