Indeks Asia Menguat Tipis Jelang Pemberlakuan Tarif Ekspor

141
Indeks Asia menguat tipis jelang pemberlakukan tarif ekspor China
Banner Top Article

Indeks Asia diperdagangkan dalam kondisi limbung pada Rabu ini karena sentimen positif akan kerjasama dagang AS-Meksiko tertutupi oleh semakin dekatnya tenggat penerapan tarif baru bagi barang-barang ekspor China.

Indeks MSCI diluar Jepang hanya mampu menguat 0,02% diawal perdagangan dan Nikkei menguat 0,3%. Hasil penutupan Wall Street pun tidak cukup mendorong pasar Asia karena Dow ditutup naik hanya 0,06%, S&P menguat tipis 0,03% dan Nasdaq 0,15%.

Tenggat waktu pemberlakukan kenaikan tarif sebesar $200 miliar atas barang-barang China kurang dari satu minggu lagi atau tepatnya pada 5 September.

Disaat yang sama Kanada masih mengupayakan negosiasi karena Amerika berniat meratifikasi poin-poin kesepakatan NAFTA, dan jika tidak ada kesepakatan maka akan ada pakta baru Amerika-Meksiko tanpa melibatkan Kanada. Kalaupun ini terealisasi, akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mensyahkannya karena harus menunggu selesainya pemilu legislatif.

Dari pasar forex di sesi Asia dilaporkan, mata uang major diperdagangkan sepi dimana indeks dolar diperdagangkan flat pada 94,738. Sementara dolar berada pada posisi 111,24 yen. Euro diperdagangkan pada level $1,1639 terhadap dolar.

Sementara itu dari pasar komoditas, dilaporkan emas kembali turun ke level $1.202,11 setelah sebelumnya tembus level $1.214,28. Harga minyak masih kokoh, dimana Brent naik 7 sen menjadi $76,05 per barrel dan minyak mentah AS naik 9 sen menjadi $68,62.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here