Inflasi Jepang Sebabkan BOJ Sulit Capai Target

21
Banner Top Article

Inflasi inti konsumen Jepang tidak mengalami perubahan di Oktober dari laporan sebelumnya akibat lemahnya belanja rumah tangga sebabkan perusahaan enggan menaikkan harga. Ini menjadi sebauh tanda bahwa ekonomi menghadapi kekurangan momentum yang diperlukan guna mencapai target inflasi bank sentral sebesar 2 persen.

Indeks Harga Konsumen Jepang, yang tidak memasukkan pengaruh harga pangan yang kerap volatil core, naik 1,0 persen di Oktober dari tahun sebelumnya, data pemerintah pada Kamis menunjukkan. Angka inflasi ini sejalan dengan perkiraan median pasar.

Dengan kenaikan inflasi yang hanya setengah terkait tingginya harga bahan bakar, Bank of Japan semakin menghadapi kesulitan untuk mencapai konsistensi pertumbuhan harga saat friksi perdagangan global dan menurunnya permintaan dari Cina menutupi proyeksi ekonomi yang bergantung pada ekspor.

Dengan tanda tekanan inflasi yang hampir tidak tumbuh, indeks tidak termasuk pengaruh dari baik makanan segar maupun biaya energi menunjukkan inflasi 0,4 persen pada bulan Oktober, stabil selama tiga bulan berturut-turut.

Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, meyakinkan pasar bahwa bank sentral dengan kesabaran akan mempertahankan program stimulus besarnya karena target inflasi masih jauh dair harapan.

Hambatan Baru

Lemahnya inflasi yang berkepanjangan telah menghancurkan harapan BOJ bahwa pertumbuhan ekonomi akan menghasilkan harga yang lebih tinggi, sehingga memaksa bank sentral untuk mempertahankan stimulus besarnya sekalipun imbas yang tidak diinginkan seperti tergerusnya profit lembaga keuangan sejak masa di mana suku bunga mendekati nol.

Sekalipun harus mengeluh dengan semakin meningkatnya pengaruh negatif atas stimulus yang diterapkan, berbagai sumber mengatakan bahwa BOJ kemungkinan besar masih terus menjaga inflasi sebagai kebijakan utama yang harus dipertimbangkan.

Banyak analis memperkirakan inflasi inti konsumen tertahan atau melambat dari level saat ini dalam beberapa bulan mendatang, akibat dari turunnya harga minyak mentah saat ini.

Bank sentral akan menghadapi tantangan lainnya dari satu factor yang dapat memaksa harga konsumen mengalami penurunan di tahun depan, seperti penurunan yang diharapkan pada biaya telepon selular.

Suramnya proyeksi ekonomi Jepang juga menjadi pertanda buruk bagi upaya BOJ untuk mendorong inflasi menuju target yang sukar dipahami.

Meningkatnya friksi dagang Sino-AS mulai mendera kondisi bisnis Jepang, memicu kekhawatiran bahwa kenaikan pertumbuhan apapun dari kontraksi ekonomi di Juli-September berpeluang lebih lemah dari yang diperkirakan.

Pemerintah Jepang mempertahankan penilaian optimisnya pada ekonomi pada Kamis namun menunjukkan tanda-tanda pelemahan di Asia karena friksi perdagangan meredupkan proyeksi pertumbuhan wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, inflasi konsumen tahunan, yang termasuk makanan segar dan biaya energi, naik hingga 1,4 persen pada Oktober dari 1,2 persen pada bulan sebelumnya, karena topan musim panas dan hujan merusak panen dan mendorong harga sayuran semakin mahal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here