Inflasi Meleset, Dolar Terseret

47
An employee checks U.S. dollar bank-notes at a bank in Hanoi, Vietnam August 12, 2015. REUTERS/Kham
Banner Top Article

Inflasi Meleset, Dolar Terseret

Dolar mendekati level terendah satu setengah bulan terhadap mata uang mayoritas di sesi Kamis pasca rilisan data inflasi konsumen AS di Agustus masih di bawah perkiraan, mengikis proyeksi pasar bhawa inflasi domestik tengah meningkat.

Departemen Tenaga melaporkan indeks Harga Konsumen AS, parameter inflasi terbesar pemerintah, naik 0,2 persen pada Agustus. Namun, angka tersebut masih di bawah perkiraan analis yakni kenaikan 0,3 persen dalam polling Reuters.

Meski angka inflasi meleset, pasar tidak mengubah pandangan bahwa Federal Reserve akan masih menaikkan suku bunga jangka pendeknya seebsar seperempat poin menjadi 2,00 persen – 2,25 persen pada pertemuannya dalam dua pekan mendatang.

Para pelaku pasar juga memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya dalam tahun ini di Desember mendatang.

Pembahasan Brexit Juga Lemahkan Dolar

Pasca dirilisnya data inflasi, indeks dolar yang mencatat perdagangan greenback terhadap enam mata uang mayoritas merosot ke posisi terendah enam pekan di level 94,428, sebelumnya indeks dolar sempat turun 0,19 persen di posisi 94,623.

Greenback mencatat penurunan di hari keempatnya terhadap euro dan sterling atas harapan bahwa Inggris Raya dan Uni eropa akan menghapus syarat perdagangan sebelum Inggris benar-benar keluar dari blok ekonomi pada Maret mendatang.

Mata uang umum itu naik ke posisi tertinggi dua pekan terhadap dolar AS di level $1,17010 sebelum akhirnya turun ke posisi $1,16780, namun masih mencatat kenaikan 0,44 persen di hari ini, data EBS menunjukkan.

Pound sentuh level tertinggi enam pekan terhadap dolar AS di posisi $1,3124. Sebelumnya sterling mencatat kenaikan di level $1,3095, atau naik 0,36 persen.

Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Inggris (BOE) seperti yang diperkirakan, kembali mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada hari Kamis.

ECB memberikan tanda bahwa mereka berada pada langkah untuk kembali menarik pembelian obligasinya di tahun ini, sementara BOE lebih berfkus pada Brexit.

Sinyalemen penyelesaian tensi dagang antara China dan Amerika Serikat muncul setelah Washington menghubungi Beijing pada Rabu kemarin untuk melakukan pembicaraan kembali masalah perdagangan juga berperan dalam pelemahan greenback.

Sementara Bank Sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya sebesar 625 basis poin pada Kamis dalam upaya mendongkrak lira and menenangkan investor dari kekhawatiran mengenai pengaruh Presiden Tayyip Erdogan dalam kebijakan moneter Turki.

Lira Turki naik 2,6 persen di level 6,6180 per dolar.

Lira sempat menyentuh level terendahnya dalam catatan di posisi 7,2400 di medio Agustus, meningkatkan ekspektasi bagi bank sentral untuk mengetatkan kebaijakan moneternya dan menahan penurunan mata uang Lira.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here