Jelang Akhir Pekan, Perdagangan Bursa Regional Cenderung Lesu

67
Jelang Akhir Pekan, Perdagangan Bursa Regional Cenderung Lesu
pic by irish times
Banner Top Article

Eksposisi – Di penghujung minggu ini bursa Asia diperdagangkan merosot mengekor sentimen Wall Street setelah the Fed akhirnya memutuskan akan melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga secara bertahap.

Pasar memperkirakan the Fed akan kembali menaikkan suku bunga untuk terakhir kalinya di tahun ini pada bulan depan dan merupakan kenaikan yang keempat di tahun ini.

Secara keseluruhan the Fed menyatakan bahwa perekonomian Amerika cukup sehat meskipun ada penurunan pertumbuhan sentimen usaha. Yang perlu diperhatikan bahwa keputusan the Fed kamis kemarin tidak memiliki arti yang istimewa hanya sebuah konfirmasi bahwa kebijakan suku bunga dilanjutkan.

Dari bursa Asia regional dilaporkan indeks Nikkei melemah 0,2%, Kospi naik 0,2% dan bursa Australia cenderung datar. Sementara tadi malam, indeks S&P 500 diperdagangkan melemah 0,2%, Nasdaq tergelincir 0,53% dimana saham-saham energi menjadi faktor utama yang menyeret S&P akibat anjloknya harga minyak mentah.

Sebaliknya, dolar AS justru mendapat dorongan berkat faktor-faktor fundamental diatas terutama dari pernyataan the Fed.

Mata uang dolar diperdagangkan kokoh pada level 113,995 terhadap yen. Euro stabil pada $1,1365.

Membengkaknya pasokan minyak mentah global berimbas kepada jatuhnya harga minyak mentah, dekati level terendah dalam delapan bukan terakhir. Minyak mentah AS terkoreksi pada level $60,69 per barrel setelah sebelumnya sentuh $60,67.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here