EKSPOSISI – Raksasa elektronik asal Negeri Ginseng, Samsung Electronics mengalami periode terberat ditahun ini setelah membukukan penurunan keuntungan sampai 53% dikwartal kedua.

Menurunnya minat konsumen akan produk-produk telefon pintar dan gawai lainnya berdampak kepada menurunnya permintaan disalah satu unit unggulan Samsung yaitu bisnis komponen. Selain itu faktor perang dagang antara AS-China juga berdampak langsung kepada perusahaan asal Korea Selatan ini.

Kondisi ini diperparah oleh tindakan Jepang yang memberlakukan kebijakan pembatasan perdagangan yang akhirnya menghambat pengiriman materi-materi penting dalam pembuatan semikonduktor dan layar fleksibel.

Sebagai produsen barang-barang elektronik, posisi Samsung cukup menentukan diperdagangan global. Perusahaan ini memasok beragam suku cadang untuk produk-produk dan layanan yang juga digunakan oleh raksasa teknologi seperti Apple, Microsoft dan Amazon.

Keuntungan Samsung dikwartal kedua sebesar 5,18 triliun won turun dari 11,04 triliun won ditahun lalu. Sementara pendapatan turun menjadi 56,13 triliun won dibanding tahun lalu pada 58,5 triliun won. Dalam tiga bulan pertama 2019, pengapalan telefon pintar Samsung turun 8%, seperti dikuti dari marketwatch.

Meski keuntungan operasi menurun sampai 42%, unit “mobile” Samsung membukukan kenaikan pendapatan. Sementara divisi semikonduktor membukukan penurunan keuntungan operasi sampai 71%.

Dalam tiga kwartal terakhir, Samsung justru mengandalkan keuntungan operasi dari penjualan Chip. Hal ini dikarenakan penjualan yang didapat dari divisi telefon pintar sudah menurun. Jumlah adopsi konsumen terhadap produk-produk telefon pintar Samsung mulai berkurang.

Melihat penurunan tren sejak akhir tahun lalu, Samsung mengatakan akan melakukan diversifikasi usaha diluar chip memory. Samsung rencananya akan berinvestasi sampai $116 miliar di 2030 pada unit bisnis semikonduktor dan sejenisnya.

Meski Samsung juga mendapat keuntungan dari menjual beragam komponen kepada perusahaan lainnya seperti layar kepada Apple namun tidak membantu banyak karena Apple baru saja melaporkan penurunan penjualan sampai 12% dalam tiga bulan yang berakhir di 29 Juni.

Kebijakan baru yang diluncurkan Tokyo untuk memperlambat pengapalan bahan kimia tertentu ke Korea Selatan sudah berlaku sejak 4 Juli, jadi dampaknya baru akan terlihat dikwartal berikutnya. Jika aksi boikot ini terus berlanjut maka dalam jangka panjang akan berdampak kepada usaha Samsung termasuk jaringan pasokan barang-barang teknologi global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here