Jepang Downgrade Proyeksi Ekspor

164
Proyeksi Ekspor
Banner Top Article

Pemerintah Jepang downgrade proyeksi ekspor negaranya di tengah kekhawatiran perang dagang antara Cina – AS yang berpotensi mengganggu suplai pasokan dan permintaan ekspor.

Kebijakan menurunkan proyeksi ekspor pemerintah Jepang ini merupakan yang pertama dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Pemerintah Jepang juga pesimis atas harga konsumen imbas dari tekanan inflasi yang gagal tumbuh, dan tekanan pejabat pada perusahaan untuk mengurangi biaya telepon selular menunjukkan laju inflasi berpotensi melambat.

Dalam laporan bulanannya untuk Agustus yang dirilis hari ini, pemerintah harus mempertahankan pemilaian keseluruhannya dalam delapan bulan berturut-turut bahwa ekonomi Jepang tengah membaik namun pada laju yang lebih moderate.

Namun, laporan itu mengatakan pemulihan ekspor masih terhenti, penurunan dari bulan lalu ketika pemerintah mengatakan ekspor mulai pulih.

Dalam pernyataannya kepada media, pemerintah jepang mengatakan bahwa ekspor mobil ke Amerika Serikat saat ini mengalami penurunan, sementara ekspor suku cadang smart phone ke China juga mulai anjlok.

Para pejabat AS dan China mengakhiri pembicaraan dua hari pekan lalu namun tanpa terobosan karena perang dagang diantara kedua negara tersebut terus meningkat dengan diterapkannya babak perang tarif lainnya senilai $16 miliar untuk barang-barang masing-masing negara.

Terselip risiko bahwa ekspor Jepang akan menderita jika gesekan perdagangan antara Amerika Serikat dan China kian berlanjut, kata seorang pejabat pemerintah Jepang kepada wartawan.

Imbas Pada Inflasi Di Tingkat Konsumen

Indeks harga konsumen Jepang terus meningkat meski pada laju yang lebih lambat dari sebelumnya, laporan pemerintah menyebutkan.

Inflasi konsumen tahunan Jepang terhenti pada bulan Juli, menghalangi upaya Bank sentral Japan untuk mencapai target harga yang sulit dipahami.

Jepang Menekan Operator Selular Untuk Menstimulasi Konsumsi

Pemerintah Jepang menekan operator selular untuk menurunkan biaya smartphone yang dibebankan pada kalangan rumah tangga, dengan harapan hal tersebut dapat menstimulasi pengeluaran di area lainnya dan mendongkrak konsumsi secara keseluruhan.

Namun, langkah pemerintah Jepang ini berpotensi menjadi boomerang, jika pengguna smartphone tidak segera mulai belanja di area lainnya.

Ekonomi Jepang meningkat di kuartal kedua dari kontraksi yang terjadi pada kuartal pertama tahun ini, berkat kuatnya belanja bisnis. Meski ada kekhawatiran proteksi perdagangan justru dapat menahan pertumbuhan Jepang sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here