Kebijakan Tarif Trump Rugikan Industri Lokal

121
Kebijakan Tarif Trump Rugikan Industri Lokal
Bloomberg
Banner Top Article

Pengenaan tarif tambahan kepada barang-barang China tentu saja baik bagi Amerika dalam upaya menyeimbangkan neraca perdagangan diantara kedua negara. Namun apakah trik ini sesuai untuk jangka panjang?

Saat kebijakan kenaikan tarif diberlakukan, masih banyak perusahaan Amerika yang mengkaryakan produk-produknya ke China. Salah satunya Apple Inc. yang tentu saja panas-dingin dengan kebijakan Mr. Trump.

Singkatnya, kebijakan yang juga memicu perang dagang ini dapat menyebabkan naiknya harga jual produk yang berdampak kepada menurunnya keuntungan perusahaan dan hasil finalnya adalah pertumbuhan ekonomi melambat.

Tidak hanya Apple, tapi ratusan perusahaan lainnya termasuk perusahaan-perusahaan kecil dan start up akan terjangkit masalah yang sama. Banyak analis dan pelaku usaha memperkirakan kenaikan tarif berikutnya yang diperkirakan sebesar 25% akan menghantam daya saing perusahaan-perusahaan teknologi AS.

Perusahaan-perusahaan tersebut akan kehilangan kemampuan untuk melanjutkan investasinya termasuk melakukan riset untuk produk-produk baru dimasa depan. Malah ada yang memperkirakan, dampaknya dapat menyebabkan resesi di industri semikonduktor.

Dalam surat yang ditujukan pada Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Apple mengatakan proposal kenaikan tarif akan mempengaruhi harga berbagai produknya. Surat itu hanyalah satu dari ribuan surat bernada sama yang dikirimkan ke Senat.

Di dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa perusahaan AS harus membayar tarif atas produk yang mereka desain sendiri, yang diproduksi atau dalam beberapa kasus dirakit di China dan kemudian dikirimkan kembali ke AS untuk perakitan final dan ekspor. Ini dapat mempengaruhi lapangan kerja di AS jika jaringan pasokan terganggu.

Asosiasi Konsumen Teknologi atau CTA melakukan studi tentang dampak yang ditimbulkan kebijakan ini dan mengingatkan bahwa tarif perakitan papan sirkuit dan alat-alat yang terkoneksi dengannya bisa menyebabkan harga naik sampai 6% yang nantinya menghantam bahkan bagi produk-produk yang sepenuhnya dibuat menggunakan buruh dan komponen lokal.

Lebih lanjut, kenaikan harga tersebut diperkirakan akan menurunkan daya beli masyarakat sampai 12%. Dampak yang sama juga terasa diindustri otomotif.

Bahkan Fitbit, produsen perangkat wearable meyakini kebijakan tarif ini akan membuat produknya semakin mahal dan justru membuka peluang lebih besar kepada produk wearable China untuk masuk karena harganya lebih murah.

Senin kemarin, ekonom UBS Securities Seth Carpenter mengatakan dalam catatan kepada nasabahnya bahwa pertumbuhan Produk Domestik Global AS akan melambat akibat kebijakan tarif ini. Perlambatan pada PDB kuartal keempat bisa mencapai 1,5% per tahun dan akan kembali baik sekitar 3 % disemester pertama 2019. (Therese Poletti/MW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here