Kesepakatan Fase Pertama AS-China Ditanggapi Berbeda Para Ahli

Eksposisi – Dalam kesepakatan yang disebut sebagai fase pertama, Amerika Serikat dan China setuju untuk membatalkan pengenaan tarif yang telah dijatuhkan kedua belah pihak beberapa bulan yang lalu.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh perwakilan kedua pemerintahan namun lucunya memicu selisih pendapat diantara para penasehat Presiden Trump.

Pada Kamis kemarin, kementrian perdagangan China menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk membatalkan pengenaan tarif untuk fase pertama ini tapi tidak ada konfirmasi tentang kapan hal ini mulai diberlakukan.

Sementara seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa pembatalan memang bagian dari kesepakatan fase pertama namun masih diatas kertas yang perlu ditanda tangani terlebih dahulu baik oleh Presiden Trump maupun Presiden Xi Jinping.

Dilain pihak, jubir Gedung Putih, Stephanie Grisham menyatakan dalam konferensi pers rasa optimisnya bahwa kesepakatan ini akan gol dan mengakhiri perang dagang yang sudah berlangsung selama 16 bulan.

Sentimen negatif meliputi para ahli dimana mereka mengingatkan bahwa kesepakatan ini bisa saja berantakan karena mengutip pernyataan perwakilan pemerintah AS, bahwa ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan ketika Trump akhirnya mengumumkan garis besar perjanjian ini.

Kebijakan perang dagang adalah senjata utama Trump yang selama ini berhasil memberi keuntungan di sisi Amerika. Ide untuk menarik atau membatalkan kebijakan ini mendapat tentangan dari para penasehatnya.

Satu hal yang jelas, meski sudah diumumkan namun tidak ada kesepakatan legal yang dibakukan kedua belah pihak.

Pembatalan tarif di fase pertama ini akan menghapus pajak senilai $156 miliar terhadap barang-barang impor China seperti telefon selular, laptop dan mainan.

Yang semakin membinggungkan adalah jubir departemen keuangan AS menolak mengomentari kesepakatan fase pertama ini dan kantor perwakilan dagang AS belum memberikan responnya.

Anggota DPR dari Republikan mendesak pemerintah agar pembatalan tarif ini dilakukan sedikit demi sedikit seiring patuhnya China pada tiap-tiap butir kesepakatan.

China seolah menyambut baik kabar tersebut dimana kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan bahwa Pabean dan Kementerian Pertanian sedang mempertimbangkan untuk membatalkan pembatasan impor unggas AS.

China sejak Januari 2015 melarang masuknya unggas dan telur dari AS karena penyebaran virus flu avian.

Menurut sumber yang dekat dengan juru runding Tiongkok, negara itu berupaya menekan Washington agar membatalkan semua tarif secepat mungkin.

Spekulasi menyebutkan penandatanganan kesepakatan fase pertama akan dilakukan sebelum akhir tahun. Lokasi yang diisukan menjadi tempatnya adalah London, dimana pemimpin dunia akan bertama setelah KTT NATO yang juga dihadiri Trump pada 3-4 Desember.

Satu hal yang perlu diingat adalah kebijakan perang dagang merupakan isu yang akan diungkit oleh Trump untuk memenangkan pemilu di 2020 nanti. Sejauh ini, pasar cukup yakin dan positif dengan kinerja Trump ditambah sinyal positif apapun dari isu perang dagang disambut baik oleh pasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here