Konflik Dagang Untungkan Dolar?

123
Konflik Dagang
Konflik Dagang
Banner Top Article

Dolar sejauh ini cukup kokoh terhadap mata uang mayoritas, bahkan kekhawatiran atas konflik dagang global justru mendukung permintaan safe haven greenback.

Indeks dolar AS naik 0,1% di level 95,15. Namun, pasar masih fokus pada konflik dagang AS – Cina di tengah kekhawatiran eskalasi dapat terjadi kapan saja.

Sementara itu, Cina akan meminta izin Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada minggu depan untuk pemberlakukan sanksi terhadap AS atas ketidakpatuhan Washington terhadap putusan dalam sengketa atas bea dumping AS.

Langkah Cina ini dilakukan setelah Presiden Donald Trump pada akhir pekan kemarin mengumumkan akan kemungkinan adanya tambahan tariff yang lebih banyak tarif terhadap impor dari Beijing hingga sebesar $267 miliar.

Dolar Australia, yang selama ini dianggap sebagai proksi pertumbuhan global atas eksposur perdagangan Australia yang signifikan terhadap Cina, merosot 0,1% menjadi 0,7110, tidak jauh dari level terendah 2 setengah tahun di level 0,7094 yang disentuh pada Selasa.

Sementara itu, greenback sedikit melemah terhadap dolar Kanada setelah sumber mengatakan Kanada siap untuk membuat konsesi ke AS untuk menyelesaikan pembicaraan atas perombakan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Dua sumber Kanada yang mengetahui langsung tentang strategi negosiasi, semalam mengatakan Ottawa siap menawarkan akses terbatas Amerika Serikat ke pasar susu Kanada sebagai konsesi dalam negosiasi perombakan NAFTA.

Di tempat lain, pound Inggris turun 0,2% di level 1,3010 setelah BBC melaporkan sekitar 50 anggota parlemen pemerintahan Perdana Menteri Theresa May telah bertemu untuk membahas bagaimana dan kapan mereka bisa memaksanya mundur.

Euro juga melemah terhadap dolar AS, turun 0,15% ke level 1,1587.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here