Lagi, film horor yang segera dirilis, yaitu film horor berjudul ‘Lampor: Keranda Terbang’. Sebuah film horor produksi Starvision Plus dengan arahan Guntur Soeharjanto ini berbeda dengan film-film horor sebelumnya karena kental dengan kearifan lokal.

Produser Stavision Plus Chand Parwez memproduksi film tersebut adalah karena ia tak ingin menayangkan film yang bukan sekadar horor, namun juga ingin menampilkan horor secara nyata. “Kenapa film ini dibuat? Saya sudah jenuh dengan horor kebanyakan,” ujar Chand Parwez saat press screening film ‘Lampor: Keranda Terbang’ di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

Parwez membeberkan awal mula diproduksi film tersebut. “Mas Guntur (Guntur Soeharjanto, sutradara film – red) cerita mengenai masa kecilnya di Temanggung. Dia cerita kejadian nyata yang ada orang keluarganya diambil lampor, ada yang mati, ada yang kembali tapi gila. Jadi begitu dengar seperti itu, saya tahu ini fakta,” bebernya.

Mengamati penuturan Guntur, Parwez yakin ceritanya berbeda dengan film-film horor sebelumnya. “Saya membuat horor yang beda, kearifan lokal. Selama ini teror tidak jelas dan tidak ada logikanya,” tegas Parwez.

Menariknya lagi, saat melakukan riset Starvision Plus menemui korban Lampor secara langsung. Meski mengakui kesulitan mendapatkan informasi dari para korban tersebut, namun keberadaan mereka menjadi saksi hidup kisah Lampor. “Yang paling menyulitkan mewawancarai korban Lampor, nggak banyak yang mau bicara, cenderung merahasiakannya. Ini bukan hisapan jempol,” pungkas Parwez.

Adapun, sutradara Guntur Soeharjanto juga mengungkapkan film horor ini bukan sekedar menakut-nakuti. “Namun pada film ini, saya tak hanya melihat dari kekuatan struktur cerita tetapi juga melihat dari sebuah hubungan keluarga dan kearifan lokal seperti di daerah pegunungan Sumbing Sindoro, Temanggung, “ katanya.

Guntur membuktikan menyutradarai film ini ceritanya berbeda dengan film-film horor sebelumnya. “Kita harus bikin horor yang enggak sekedar horor. Urband legend penting banget, enggak cuma takut tapi ada urban legend di Temanggung seperti ini, khasnya di Indonesia enggak bisa terlepas dari mistis juga kearifan lokalnya,” ungkap Gntur mantap.

‘Lampor: Keranda Terbang’berkisah tentang Edwin (Dion Wiyoko) dan Netta (Adinia Wirasti) yang memutuskan kembali ke kampung halaman mereka, di Temanggung, Jawa Tengah. Sepertinya hal itu adalah keputusan yang salah. Sebab, baru sampai mereka di Temanggung, keluarga tersebut langsung diteror oleh setan lampor. Lampor sendiri merupakan mitos yang sangat terkenal di Jawa Timur. Beberapa masyarakat di sana masih percaya akan keberadaan setan ini.

Film ‘Lampor: Keranda Terbang’ dibintangi Adinia Wirasti, Dion Wiyoko, Nova Eliza, Rendra Bagus Pamungkas, Annisa Hertami Dian Sidik, Unique Priscilla, Djenar Maesa Ayu, Steffi Zamora, Mathias Muchus, Landung Simatupang, Arnold Leonard, Bimasena, dan Angelia Livie. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada 31 Oktober 2019 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here